BLOG INI DIJUAL, HARGA AWAL : RP 500 JUTA (SILAHKAN DITAWAR) HUBUNGI: 0813 7752 5527

Krisis Semikonduktor Mereda, Penjualan Mobil Diperkirakan Meningkat 6% pada 2022

Krisis Semikonduktor Mereda di 2022

Share

CaruserMagz.com – Penjualan mobil di pasar global diperkirakan akan meningkat sebesar 6% sepanjang tahun 2022 ini, karena krisis semikonduktor yang mulai mereda.

Krisis suplai cip semikonduktor telah menyebabkan kekacauan industri otomotif sepanjang tahun 2021 lalu. Hal itu membatasi produsen mobil memenuhi pemintaan, hingga banyak target produksi yang tidak tercapai.

Walau di akhir tahun 2021, banyak pakar memperkirakan bahwa kelangkaan semikonduktor akan berlanjut hingga 2023, ternyata ada secercah harapan bahwa krisis ini akan berakhir ditahun 2022 ini juga.

Prediksi baru terkait krisis semikondukor mereda, dikemukakan oleh Perusahaan Analis LMC Automotive, sebagaimana dilaporkan oleh Automotive News.

Analisa tersebut mengatakan bahwa akan terjadi peningkatan volume penjualaan kendaraan sekitar 6% di tahun 2022. Itu bisa berarti angka penjulan sekitar 85 juta unit kendaraan di seluruh dunia.

Pasokan Cip Semikonduktor akan pulih di 2022
Pasokan Cip Semikonduktor akan pulih di 2022

LMC Automotive menghitung bahwa penjualan Eropa akan naik 7% menjadi 17,8 juta unit, di Amerika akan tumbuh 6% menjadi 18,7 juta, dan penjualan di China akan meningkat sebesar 5% menjadi 26,6 juta.

Namun menurut Pete Kelly dari LMC, krisis cip masih akan berlangsung hingga paruh pertama tahun 2022. Kondisi akan membaik di paruh kedua, dimana pengurangan produksi mobil tidak akan terjadi lagi.

Tahun ini kami tidak akan menghindari kekurangan chip lagi, tetapi gangguan sepertinya akan berada di kisaran setengah dari tahun lalu,” kata Kelly, sebagaimana dilaporkan Automotive News.

Kelly juga mnyampaikan bahwa persediaan stok mobil di dealer-dealer di Amerika Serikat akan meningkat atau setidaknya stabil pada tahun 2022.

Analisa mengenai krisis semikonduktor mereda ini adalah kabar gembira untuk pelanggan yang tidak suka inden mobil. Karena karakter konsumen Amerika tidak suka menunggu lama untuk membeli mobil.

Mereka lebih suka membeli mobil yang tersedia di stok dealer, daripada harus memesan mobil berbulan-bulan sebelum unit diterima, sebagaimana lazim di negara kita.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!! (Konten ini Dilindungi)