Mengapa Ban Dibuat dari Karet? Bahan Ajaib untuk Dunia Otomotif

CaruserMagz.com – Sebelumnya kita pernah membahas pertanyaan “Mengapa Ban Berwarna Hitam?“, selanjutnya mari kita temukan jawaban untuk pertanyaan lebih dalam dan mungkin dianggap tidak penting, yaitu “Mengapa ban dibuat dari bahan karet?“.  Setidaknya semoga memuaskan rasa keingintahuan kita pada hal-hal detail terkait dunia otomotif.

 
Pertanyaan tersebut juga menarik jika dijawab dengan jawaban-jawaban konyol yang biasa disebut “Wrong Answers only”. Misalnya “Jika dari bahan gandum, namanya donat!” atau “Jika dibuat dari kayu itu namanya gerobak“, dan lain sebagainya.

 
Tapi dalam artikel ini kita akan menjawabnya secara ilmiah yang mengarahkan pada jawaban mengapa karet adalah bahan yang paling tepat untuk ban kendaraan saat ini. Apa saja keajaiban karet dalam dunia otomotif yang membuatnya jadi bahan yang sangat penting.

 
Berikut jawaban dari pakar otomotif bernama Tsukasa Azuma dari Osaka, Jepang. Menurutnya bahan karet bersifat kokoh walau elastis, juga punya daya tahan terhadap berbagai perubahan cuaca, Berikut detailnya:

 

1. Mampu Menjaga Grip ke Jalan

Kita tidak dapat mengatur cuaca saat butuh bepergian dengan kendaraan. Sehingga mobil harus siap menerjang segala kondisi jalan, seperti saat hujan, atau harus melalui jalanan licin dan bergelombang, atau harus melalui jalanan yang bertemperatur tinggi karena cuaca panas.

 
Bahan karet mampu mempertahankan cengkramannya ke jalan dan tetap stabil dalam berbagai kondisi jalan. Hal itu terjadi karena sifat elastis karet yang disupport oleh pola kembangan pada tapak ban.

 
Baca juga:

 

2. Mampu Menahan Guncangan

Sifat elastis karet sangat berperan pada peredaman guncangan dari kondisi jalan ke body mobil. Walau ada shockbreaker, jika bahan ban tidak seempuk karet, maka shockbreaker tidaklah akan terasa berguna. Bisa dibayangkan jika ban terbuat dari bahan yang tidak elastis, tidak akan ada kenyamanan di dalam kabin mobil.

 

3. Daya Tahan yang Lama

Bahan utama karet ban adalah getah dari pohon karet yang juga banyak dihasilkan petani di negara kita. Namun karet alam tersebut bukanlah satu-satunya bahan ban, karena jika hanya karet alam ban menjadi terlalu elastis dan mudah terdegradasi oleh oksigen.

 
Ban dibuat dari campuran antara karet alam dan senyawa-senyawa turunan minyak bumi, seperti Stirena dan Butadiena. Kombinasi bahan-bahan tersebut menghasilkan karet yang elastis, kokoh dan punya daya tahan yang lama terhadap segala kondisi cuaca.

 
Karet ban bisa menahan laju pengrusakan oleh oksidasi berkat bahan-bahan turunan minyak bumi, juga punya usia pakai yang lama walau melewati berbagai medan jalan, temperatur panas atau dingin dan kontak dengan berbagai zat yang ada di jalan.

 

4. Kemampuan Menopang Beban

Ban karet punya kerapatan yang padat sehingga mampu menahan udara di dalamnya dalam waktu lama. Sifat elastisnya juga membuat tekanan udara menguatkan daya cengkramnya pada velek roda. Paduan bahan karet dan udara terkompresi menghasilkan kemampuan menopang beban yang berat, namun tetap dengan bobot yang ringan dan tahan lama.

 

5. Bahan Karet Mengurangi Kebisingan

Mungkin kita mendapati suara gemuruh dari ban saat mobil berjalan yang diakibatkan kontak antara ban yang berputar dengan jalan, namun ketahuilah itu adalah suara yang jauh lebih senyap jika dibandingkan roda yang bahannya bukan karet.

 
Sebagai ilustrasi mudahnya, jika ada mobil-mobilan dengan roda berbahan plastik dibandingkan dengan yang beroda karet, akan sangat terasa perbedaan suara yang ditimbulkan roda saat mobil-mobilan tersebut dinaiki oleh anak-anak. Begitu juga ban mobil, akan sangat tidak nyaman jika bahan ban tidak seempuk karet.

 

Kesimpulan

Dari ulasan di atas, maka dapat kita ketahui bahwa karet adalah bahan ajaib yang diciptakan Tuhan untuk manusia. Dengannya benda-benda mekanis bergerak dinamis bisa dihubungkan dengan tanpa kebisingan. Karet tidak hanya digunakan untuk ban, tapi hampir semua mesin mekanis memerlukan sentuhan bahan karet.

 
Karet adalah bahan paling sempurna untuk ban kendaraan. Karena dia kokoh, tahan terhadap perubahan cuaca dan oksidasi, ringan, mampu menahan beban berat sehingga memungkinkan biaya yang ekonomis untuk kendaraan. Bersyukurlah pada Tuhan dan berterimakasihlah pada para Petani karet!

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Tulis Komentar