Apa yang Terjadi Jika Menekan Tombol Start-Stop saat Mobil Berjalan?

CaruserMagz.com – Mobil modern sekarang sudah lebih banyak menggunakan tombol elektrik untuk menghidupkan atau mematikan mesin. tombol tersebut sering disebut “Start-Stop Engine Button”. di Indonesia setidaknya sudah jamak pada mobil mewah atau varian tertinggi dari setiap merek mobil.

 
Mungkin ada di antara kita yang terpikir, bagaimana jika tombol start-stop mesin tersebut tidak sengaja tertekan saat mobil sedang berjalan. Misalnya pada gambar di atas, terlihat tombol start-stop berada sejajar dengan putaran pengatur arah semburan udara AC, sehingga sangat mungkin tombol tersebut tertekan secara tidak sengaja saat sedang mengemudi.

 
Analoginya adalah bagaimana jika kita memutar kunci start saat mesin hidup. Namun tombol tersebut tentu berbeda dengan kunci kontak, karena kunci punya arah putaran berbeda antara menghidupkan dan mematikan mesin, sedangkan tombol start-stop cuma punya satu arah tekan.

 
Mungkin dalam benak kita, jika mesin sedang hidup saat tombol tersebut di tekan, tentu akan mengakibatkan mesin mati dan sebaliknya. Kekhawatiran kita tentunya adalah jika saat berjalan, tombol tersebut tertekan secara tidak sengaja, sehingga mesin tiba-tiba mati, sedangkan kita berada dalam kemacetan atau bahkan sedang melaju kencang di jalan toll.

 
Beberapa orang akan mencobanya untuk mengobati rasa penasaran atau sekedar ingin tahu. Sebaiknya tidak perlu mencoba hal tersebut dalam kondisi jalan yang ramai, karena sebenarnya menekan tombol start-stop saat mobil berjalan adalah menyalahi prosedur atau tujuan dari dibuatnya fitur tersebut.

 
Untuk menjelaskan apa yang akan terjadi jika tombol start-stop engine secara sengaja atau tidak sengaja ditekan saat mobil melaju, seorang ahli mencobanya pada mobil Ford dan dipublikasikan pada Channel Youtube AutoVlog (AV). Ada dua kondisi yang menimpulkan respon yang berbeda dari mobil tersebut, berikut penjelasannya:

 

1. Menekan tombol Start pada Kecepatan Rendah (Di bawah 8 km/jam)

 
Pada kecepatan rendah, dalam hal ini dicoba pada kecepatan kurang dari 5 mph (8km/jam), saat tombol start-stop ditekan maka mesin akan mati. Artinya fungsi tombol tersebut akan sesuai dengan yang seharusnya.

 
Dalam hal ini, sobat pemilik mobil dengan fitur ini harus berhati-hati agar menghindari ketidaksengajaan menekan tombol tersebut saat sedang berjalan dengan kecepatan rendah, misalnya saat terjebak macet atau jalanan yang padat merayap. Karena mesin diperlukan tetap hidup dan akan mengganggu pengguna jalan lain jika mobil kita tiba-tiba mati mesin.

 

2. Menekan tombol Start pada Kecepatan mengemudi di Jalan Raya

 
Saat hal yang sama dilakukan pada mobil yang melaju di kecepatan jalan raya, dalam hal ini dicoba pada kecepatan 80 km/jam, tidak terjadi apa-apa pada mesin. Artinya tindakan pada tombol start-stop tersebut diabaikan oleh komputer mobil, atau dianggap tidak valid.

 
Jadi pada beberapa mobil sudah diset fitur start-stop engine tidak berfungsi jika ditekan saat kecepatan di atas ambang yang ditentukan. Hal tersebut merupakan bagian dari fitur keselamatan sekaligus untuk menghidarkan mobil dari kerusakan jika tombol tersebut tidak sengaja tertekan.

 
Lalu bagaimana jika kita sangat butuh mematikan mesin pada kecepatan tinggi, maka caranya adalah menekan tombol start-stop tersebut lama-lama, paling sedikit 3 detik, komputer akan mendeteksi bahwa tindakan itu adalah kesengajaan dan mesin akan mati.

 
Baca juga: Apa yang Terjadi jika Memasang Gigi Mundur saat Mobil Melaju Kencang

 
Test tersebut dilakukan pada mobil dengan brand Ford, mungkin kondisinya akan berbeda jika dilakukan pada brand lain. Misalnya ambang kecepatan minimal akan berbeda atau jumlah waktu menekan tombol start-stop saat di kecepatan tinggi perlu lebih lama.

 
Namun sebaiknya gunakan fitur tersebut sesuai fungsinya, yaitu mematikan atau menghidupkan mesin pada saat kondisi mobil berhenti.

 

Kondisi Emergensi, Perlu Mematikan Mobil saat dalam Perjalanan

 
Jika terjadi kecepatan yang tidak terkendali, misalnya mobil terus melaju kencang walau kaki sobat sudah dilepas dari pedal gas, bisa jadi karena pedal yang macet atau tertahan oleh karpet, sebaiknya ikuti tips berikut:

 
Pindahkan posisi transmisi ke Netral – Dalam kondisi kecepatan mobil yang tak terkendali, segera pindahkan posisi transmisi ke Netral (N), hal tersebut akan memisahkan roda penggerak dari tenaga mesin.

Tekan rem dengan lembut – tekan rem dengan perlahan, jangan lakukan panic braking. Tetap tenang dengan tangan pada setir.

Periksa kondisi pedal gas – Bisa ditekan dan lepaskan beberapa kali, namun pastikan kondisi transmisi sudah netral. Bila pedal tersebut macet atau terhalang benda tertentu seperti karpet, maka pingirkan mobil ke bahu jalan, hidupkan lampu hazard dan matikan mesin dengan menekan tombol stop engine.

 
Demikianlah hal-hal yang mungkin terjadi, jika tombol start – stop engine ditekan saat mobil sedang berjalan. Semoga artikel ini mengobati rasa penasaran sobat pembaca. Jika sobat punya pengalaman atau pernah melakukan test pada fitur ini pada mobil sobat, silahkan berbagi melalui kolom komentar artikel ini.

Salam Otomotif!

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
Profile Photo - Yayan Abdhi - Carusermagz

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it.”

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Tulis Komentar