Akibat Wiper Rusak Tidak Diganti, Risiko Gunakan Karet Wiper Sudah Tak Layak

Akibat wiper rusak bisa membahayakan

Risiko Tetap Menggunakan Wiper yang sudah Kadaluarsa. Apa saja akibat wiper rusak pada mobil jika terus digunakan atau telat mengganti wiper.

CaruserMagz.com – Wiper pada kaca mobil adalah komponen yang terbuat dari bahan karet dan biasanya bisa digunakan untuk waktu yang lama. Namun karet wiper punya batas usia pakai karena sifatnya yang terdegradasi oleh kondisi lingkungan, khususnya temperatur dan udara.

Banyak pakar otomotif menyarankan agar para pengguna mobil memperhatikan kondisi wiper kaca mobilnya dan agar mengganti karet wiper paling lama setiap setahun sekali.

Perubahan penampakan, penggunaan dan kinerja karet wiper tidak terasa secara drastis, sehingga banyak pemilik mobil lalai untuk mengantinya secara berkala.

Alhasil banyak mobil yang sebenarnya menggunakan karet wiper yang sudah tidak layak. Antara lain sudah mengeras, elastisitasnya tidak lagi memadai, bahkan sudah getas atau pecah-pecah.

Karet wiper yang sudah kadaluarsa atau melewati usia pakai seharusnya, mengandung beberapa risiko yang sebaiknya diketahui para pemilik mobil, yaitu sebagai berikut:

Akibat Wiper Rusak Tidak Diganti

Visibilitas yang Buruk

Fungsi utama wiper adalah untuk mempertahankan visibilitas pengemudi ke depan dan belakang mobil dalam suasana hujan. Wiper yang sudah berkurang elastisitasnya atau bahkan sudah mengeras tidak bisa menyapu air dengan sempurna, hingga masih meninggalkan cukup banyak air di kaca.

Jika harus berkendara dalam suasana hujan deras dan di malam hari, air dan kotoran yang tidak tersapu secara maksimal di permukaan kaca akan mengurangi visibilitas cukup signifikan bagi pengemudi. Kondisi tersebut sangatlah berbahaya.

Wiper yang tidak berfungsi maksimal di malam hari, menghilangkan visibilitas
Wiper yang tidak berfungsi maksimal di malam hari, menghilangkan visibilitas

Kerusakan pada Kaca

Karet wiper yang sudah mengeras bisa jadi seperti benda keras yang digesekkan ke kaca secara berulang-ulang. Sehingga kaca lecet, tergores, atau hingga jadi buram sangat mungkin terjadi jika menunda-nunda mengganti wiper.

Suara Bising

Suara gesekan karet wiper yang sudah mengeras terhadap kaca akan mengurangi kenyamanan berkendara. Itu akan menyebabkan kebisingan yang menderu-deru di depan mobil.

Kondisi tersebut juga bisa berarti mengurangi pendengaran pengemudi pada suara-suara lain di sekitar mobilnya, semisal suara klakson mobil lain. Artinya hal itu juga mengandung potensi bahaya.

Motor Wiper Rusak

Karet wiper yang sudah mengeras akan mengakibatkan gesekan yang lebih berat antara kaca dan wiper. Itu artinya beban motor yang menggerakkan wiper jadi lebih berat pula. Jika terus didiamkan wiper tidak diganti, maka potensi usia pakai motor listrik penggerak wiper jadi lebih singkat.

Baca juga:

Demikianlah risiko yang akan dihadapi pengguna mobil jika menunda-nunda mengganti wiper kaca. Wiper bukanlah komponen yang berharga mahal, maka sebaiknya ganti wiper kaca mobil Sobat secara rutin paling lama setahun sekali, walau dirasa belum begitu rusak.

Tergantung pada sesering apa mobil Sobat digunakan, diparkir di ruang terbuka dan terjemur di terik matahari. Jika mobil Sobat sering diparkir di ruang terbuka dan terpapar matahari hampir setiap hari, maka sebaiknya ganti wiper dengan interval waktu lebih cepat, semisal 6 bulan sekali.

Tulis Komentar