Tips Mengemudi City Car, Penting Diperhatikan untuk Keselamatan

CaruserMagz.com – Salah satu jenis mobil yang banyak diminati masyarakat adalah city car atau juga sering disebut Small Hatchback. City car disukai karena kepraktisan, biaya operasional yang rendah dan mudah dikendarai, sehingga cocok untuk kendaraan sehari-hari, khususnya bagi kaum wanita. Namun ada batasan-batasan yang harus diperhatikan dalam mengendarai city car, khususnya demi keselamatan.

 
City car adalah mobil perkotaan berdimensi kecil, oleh karenanya mudah dikendarai di perkotaan yang sering mengalami kemacetan jalan. Dimensi yang kecil itu juga membuatnya diberi mesin yang kecil, untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar.

 
Dari segi aerodinamis, biasanya small hatchback didesain lebih tinggi dari sedan, yang menunjukkan memang jenis mobil ini bukan untuk kebut-kebutan. Tapi lebih sebagai mobil penumpang untuk keperluan sehari-hari.

 
Oleh karena itu, ada batasan-batasan dalam mengemudikan city car agar terhindar dari kecelakaan atau kerusakan pada mobil itu sendiri. Terutama bagi mereka yang telah biasa mengemudikan jenis mobil lain semisal MPV, SUV atau Sedan.

 

Tips mengemudi city car
Tips mengemudi city car – Hal-hal yang harus dimaklumi dan diperhatikan

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dan disadari saat mengemudikan city car:

 

Tenaga Kecil

Pemilik small hatchback harus menyadari keterbatasan tenaga mobilnya. Pada umumnya city car bertenaga di bawah 100 hp, karena memang itulah angka yang optimum untuk dimensi dan bobotnya. Jadi jangan lupa diri dan kalap saat didahului kendaraan lain yang bertenaga lebih besar.

Jangan nekat mengajak lomba mobil jenis lain, semisal SUV atau sedan, karena itu sangat berbahaya. Jika sobat memang suka kebut-kebutan, maka belilah mobil jenis lain yang memang dibekali mesin, dimensi dan bobot yang lebih cocok untuk ngebut.

Jika mengemudi di jalan tol atau berkendara untuk jarak cukup jauh, tetaplah kendalikan diri untuk tidak ngebut. Mengemudilah dengan putaran mesin yang stabil dan kecepatan normal. Agar lebih aman baik bagi diri sobat sendiri, maupun orang lain.

 

Kestabilan – Limbung

Dimensi yang kecil membuat semua komponen city car juga kecil, misalnya ukuran roda dan bobot keseluruhan. Sementara dimensi city car pada umumnya cukup tinggi dibanding sedan. Hal itu membuat kestabilan city car tidak begitu baik di kecepatan tinggi.

Maka perlu menghindari manuver-manuver ekstrim, khususnya saat kecepatan tinggi. Jika tidak memperhatikan batas kecepatan misalnya di tikungan atau saat bermanuver mendahului kendaraan lain, risiko yang bisa terjadi adalah mobil terpental keluar jalur. Sangat berbahaya karena bisa mencelakakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

 

Pengereman

Masih berkaitan dengan dimensi dan bobot yang kecil, saat pengereman pun harus sangat diperhatikan dan berhati-hati. Perlu menjaga jarak dengan kendaraan di depan, karena jika mengerem mendadak di kecepatan tinggi, city car mudah limbung dan bisa keluar jalur.

 

Posisi Duduk – Blind Spot

Meskipun berdimensi lebih tinggi dari sedan, posisi duduk city car tetap rendah seperti sedan, sehingga tidak sama dengan posisi duduk MPV dan SUV yang biasanya tinggi. Maka kondisi jalan di depan dalam jarak dekat tidak begitu terlihat oleh pengemudi.

Hal tersebut terjadi karena city car memang didesain untuk jalanan perkotaan yang mulus, bukan untuk jalanan yang banyak kerusakan. Sehingga tidak diperlukan jarak pandang yang depan pada kondisi jalan di depan mobil. Jadi pengemudi city car harus hati-hati saat berkendara di jalanan yang banyak berlubang.

 

Kapasitas Beban

Kapasitas beban juga harus diperhatikan. Jangan memaksakan penumpang yang melebihi kapasitas atau membawa barang berukuran kecil, tapi berbobot berat. Karena city car bukan mobil yang dirancang untuk mengangkut beban berat.

Jika sering menggunakan city car untuk mengangkut barang yang berat, maka risiko kerusakan pada kaki-kaki dan sasis mobil jadi lebih tinggi. Akibatnya akan lebih banyak belanja untuk suku cadang kaki-kaki mobil.

 

Daya Jelajah

Dari namanya saja sudah city car bukan off-road car atau village car. Artinya city car memang diperuntukkan untuk jalanan perkotaan yang mulus dan jarak tempuh yang dekat.

Jangan pilih city car jika penggunaannya untuk sering berkendara jarak jauh atau di jalanan yang sering rusak. Kapasitas mesin tidak memadai dan daya tahan komponen kaki-kaki city car akan lebih mudah rusak jika city car sering dipaksa jarak jauh.

Jika memang itu yang dilakukan, maka jangan mengeluh atau menyalahkan pabrikan mobil tersebut, jika mobilnya meminta banyak jajan spare part, khususnya kaki-kaki.

 
Baca juga:

 
Demikianlah tips mengemudi city car dan hal-hal yang harus dimaklumi jika memiliki jenis mobil kecil tersebut. Semoga informasi ini berguna bagi sobat yang sedang menimbang-nimbang membeli city car. Fahami penggunaan mobil yang akan sobat beli, agar tidak menyesal dengan segala keterbatasan jenis mobil yang sobat pilih.

 
Contoh City car yang kami maksud dalam artikel ini, misalnya antara lain: Honda Brio, Toyota Etios Valco, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Kia Picanto, Suzuki Karimum Wagon, Hyundai i10, Nissan March, Datsun Go, Chevrolet Spark dan lain sebagainya.

Salam Otomotif!

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
Loading...

Yayan Abdhi

Simply an Automotive Enthusiast who loves to express everything by texting.  Find more about me through below Social Media Buttons.  Semoga blog ini banyak membantu netizen yang membutuhkan informasi seputar otomotif.

Tulis Komentar