Pengertian Pre-Collision Braking System

Memahami Fitur Pre-Collision System pada Mobil, Fitur Canggih Pencegah Tabrakan

AutoWorld

CaruserMagz.comPengertian Pre-Collision System sebagai Fitur Keselamatan Mobil – Fitur keselamatan kendaraan terus berkembang pesat, sehingga berkendara khususnya mobil makin aman. Fitur pengereman adalah yang mendapatkan perhatian serius secara berkelanjutan sebagai pencegah terjadinya kecelakaan, seperti benturan atau tabrakan dengan kendaraan lain.

Salah satu fitur pengereman di kendaraan modern masa kini adalah “Pre-Collision Braking System“, yaitu fitur Pengereman otomatis sebelum tabrakan. Mungkin saat artikel ini kami rilis, fitur tersebut hanya ada di mobil-mobil premium, layaknya fitur ABS-EBD-BA di satu dekade sebelumnya. Namun sangat mungkin fitur canggih tersebut akan menjadi jamak di mobil kelas menengah ke bawah.

 

Pengertian Pre-Collision System

Pre-Collision System adalah fitur yang menggunakan sensor untuk mendeteksi keadaan berbahaya saat berkendara, misalnya potensi tabrakan, menabrak atau keluar dari jalur, jika kondisi bahaya terlacak oleh sensor namun pengemudi tidak merespon dengan tepat, sistem komputer akan mengambil alih kendali rem secara otomatis untuk mencegah tabrakan.

Sistem ini tidak hanya berfokus pada rem, tapi juga mengurangi tekanan pada akselerasi. Tapi pada intinya sistem ini mencegah atau mengurangi efek tabrakan dengan sensor canggih dan peringatan pada pengemudi sebagai tindakan awal. Pengambil alihan kendali rem adalah pilihan terakhir jika pengemudi tidak atau salah mengambil respon yang tepat.

 

Cara Kerja Pre-Collision System EyeSight® Subaru

1. System Pemindai dengan Kamera

Pada teknologi mobil Subaru yang disebut EyeSight, pre-collision system berfungsi menggunakan dua kamera canggih untuk mengidentifikasi semua kondisi di sekitar mobil. Kamera tersebut mengirim sinyal ke sistem komputer yang telah mampu memprediksi semua kemungkinan yang bisa terjadi baik dari internal mobil seperti pergerakan mobil, throttle, kemudi dan lain sebagainya, juga kondisi eksternal mobil seperti kendaran atau objek lain di sekitar mobil.

Selain memindai semua itu, sistem canggih tersebut juga mengidentifikasi jarak aktual antara objek dan menghitung secara otomatis waktu aktual yang diperlukan untuk terjadi benturan berdasarkan semua informasi yang didapatkan sensor. Singkatnya, sistem ini dapat mewaspadai semua hal termasuk jarak, kecepatan dan waktu.

 

2. Pre Collision Throttle Administration

Selain mengambil alih kendali rem, sistem fitur pencegah tabrakan ini juga mengurangi tenaga dari mesin dengan mengurangi input throttle. Manajemen Throttle mencegah tabrakan dengan mengurangi akselerasi saat sistem mendeteksi objek di depan kendaraan yang kemungkinan akan berdampak pada kendaraan.

Sistem ini juga mencegah tabrakan dengan mengurangi output mesin saat pengemudi mengalami kepanikan sehingga salah menekan pedal akselerasi, ketimbang pedal rem. Pre Collision Throttle Administration secara otomatis mengurangi kemungkinan gaya benturan dan kerusakan benturan frontal. Sehingga jika pun benturan tidak terelakan, setidaknya akan mengurangi tingkat cedera pada pengemudi dan penumpang.

 

3. Adaptive Cruise Control

Fitur pre-collision system juga biasanya diintegrasikan dengan fitur Adaptive Cruise Control, yaitu fitur yang mempertahankan kecepatan mobil tanpa pengemudi harus menekan pedal gas saat berjalan di jalan bebas hambatan atau tol. Fungsi sistem pencegah tabrakan adalah untuk menjaga jarak dengan kendaraan lain di depan, jika kendaraan tersebut berjalan lebih lambat dari kecepatan yang dipilih oleh pengemudi.

Sistem Dynamic Cruise Control dengan Radar
Sistem Dynamic Cruise Control dengan Radar

Sistem cruise control adaptif tersebut memamfaatkan sensor yang ada pada Pre-Collision System untuk menjaga jarak dengan kendaraan di depan. Jika kendaraan di depan mengerem atau ada kendaraan lain yang mendahului kemudian mengambil tempat di depannya, maka fitur pre-collision berfungsi sesuai kebutuhan untuk mengurangi kecepatan mobil, atau bahkan menghentikan mobil jika berpotensi mengalami tabrakan.

 

4. Vehicle Start Alert System

Saat harus berkendara stop and go di kemacetan, mobil akan sering berhenti dan berjalan kembali berulang-ulang. Pada kondisi tersebut, sistem pre-collision akan berfungsi memberi peringatan pada pengemudi jika mobil di depan telah mulai berjalan lagi, sehingga mobil tetap mengikuti arus lalu lintas tanpa membuat marah pengendara di belakang mobil tersebut.

Peringatan tersebut bisa berupa suara atau kedipan lampu di cluster-meter. Fitur vehicle start alert system yang merupakan bagian dari pre-collision system secara otomatis mengidentifikasi lalu lintas, kemudian mengingatkan pengemudi untuk segera berjalan kembali jika lalu lintas mulai bergerak lagi dari sebelumnya berhenti.

 

Cara Kerja sistem Pre-Collision System Toyota

Toyota juga memiliki sistem pencegah tabrakan yang terintegrasi dalam paket sistem keselamatan bernama ‘Toyota Safety Senseâ„¢’. Salah satu paket fiturnya adalah Pre-Collision System yang menggunakan pemindai kamera dan radar laser.

Pre-Collision System Toyota
Pre-Collision System Toyota

 

1. Sinyal Audio dan Visual

Fitur pre-collision secara konstan memindai kendaraan di depan mobil menggunakan kamera dan sistem laser. Visual dan data yang diterima sensor secara terus-menerus diolah oleh sistem komputer, kemudian mengingatkan pengemudi dengan isyarat audio dan visual jika ada kemungkinan tabrakan dengan kendaraan lain.

Jika pengemudi tidak merespon peringatan dengan tepat semisal kurang kuat menekan pedal rem atau bahkan tidak menekan pedal rem sama sekali, sistem pre-collision akan secara otomatis memfungsikan fitur brake-assist untuk mengurangi kecepatan atau bahkan menghentikan mobil. Sehingga efek tabrakan dapat dihindari, atau minimal efek kerusakan atau cidera dapat dikurangi secara signifikan.

 

2. Deteksi Pejalan Kaki (Pedestrian Detection)

Bukan hanya mencegah tabrakan dengan kendaraan lain, sistem keselamatan pre-collision Toyota juga bisa mencegah dari menabrak pejalan kaki. Fitur ini menggunakan kamera tambahan yang dipasang di grill depan mobil yang berfungsi sebagaimana pemindai untuk kendaraan lain.

Kamera tersebut menggunakan sensor gelombang milimeter, yang menyediakan informasi bagi sistem komputer untuk menganalisa gerakan dan ukuran benda lain yang lebih kecil di sekitar mobil. Kemudian, jika terdeteksi pejalan kaki di posisi yang berpotensi tertabrak, sistem akan mengirimkan sinyal ke pengemudi, jika pengemudi tidak mengambil tindakan yang tepat, mobil akan dihentikan secara otomatis oleh sistem fitur pre-collision.

 

3. Deteksi Sepeda

Sama halnya dengan pedestrian detection, sistem Toyota Safety Sense juga mendeteksi keberadaan kendaraan roda dua di depan mobil, seperti sepeda goes atau sepeda motor. Fitur ini diketahui ada pada Toyota Corolla Hatchback. Cara kerjanya sama, yaitu menggunakan kamera dan sensor radar yang dibuat dalam satu paket.

 

Fitur Toyota Safety Sense Lainnya

Toyota Safety Sense merupakan sistem keselamatan terdiri dari banyak fitur canggih yang bekerja secara kolaboratif dengan kecerdasan buatan. Pada akhir tujuannya adalah menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang mobil selama perjalanan.

Selain Pre-Collision System, fitur-fitur lain yang tergabung dalam TSS antara lain:

  • Lane Departure Alert – peringatan meninggalkan jalur
  • Lane Tracing Assist – pendeteksi jalur berkendara
  • Road Sign Assist – pemindai rambu-rambu lalu lintas
  • Automatic High Beams – untuk pencahayaan lampu jauh
  • Dynamic Radar Cruise Control – fitur penjaga kecepatan dan jarak dengan mobil lain di depan.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Tulis Komentar