Memahami Defensive Driving, Pengertian dan Cara Mempraktekkannya

Memahami Pentingnya Defensive Driving

CaruserMagz.com – Seringkah Anda mendengar kata “Defensive Driving“? Atau Anda adalah pengemudi yang tidak pernah mendengar istilah itu. Pengemudi yang mahir, berpengalaman dan penyabar di saat berada di belakang kemudi adalah orang-orang yang mungkin telah mempraktekkan kebiasaan Defensive Driving, hanya saja mereka tidak mengenal istilah mengemudi defensif tersebut.

Bagi para green driver, atau mereka yang baru saja bisa mengemudikan mobil, atau baru berpindah dari sering mengendarai kendaraan roda dua ke roda empat, kemungkinan belum bisa dan belum terbiasa mengemudi secara defensif.

Contoh cara mengemudi yang sebaliknya dari defensive driving adalah antara lain cara mengemudi yang agresif, tidak memikirkan pengguna jalan lain dan mengemudikan mobil dengan kebiasaan mengendarai sepeda motor.

Jika Anda adalah pengemudi yang sudah berpengalaman dan selalu mengemudi dengan aman, hingga membuat penumpang Anda nyaman dan tentram di perjalanan, maka kebiasaan mengemudi defensif Anda perlu diwariskan pada generasi muda atau minimal anak-anak Anda yang akan mengemudi di masa depan.

Lihat Jauh ke Depan saat Mengemudi
Lihat Jauh ke Depan saat Mengemudi

Pengertian Defensive Driving dan Alasan Mengapa Dibutuhkan

Mengemudi secara defensif sangat membantu menjaga jalan agar lebih aman. Defensive Driving pada dasarnya adalah praktik mengemudi yang mecakup:

  • Memberi diri sendiri dan pengemudi lain waktu untuk bereaksi dengan tepat saat kondisi yang tidak diinginkan terjadi.
  • Mengetahui kapan harus melambat atau berhenti.
  • Selalu memperhatikan kondisi jalan, bahkan saat Anda berada di tengah lalu-lintas yang ramai.

Dari tiga unsur utama defensive driving tersebut, maka ini adalah cara mengemudi yang selalu waspada untuk menghindari kecelakaan lalu lintas, baik menghindari menjadi sebab maupun menjadi korban dari suatu kecelakaan.

Kunci utama dari mengemudi defensif adalah bersikap sabar dan tenang saat berkendara. Penuh perhitungan akan potensi-potensi bahaya yang mungkin terjadi, baik oleh mobil yang dikendarainya sendiri ataupun oleh kendaraan lain disekitarnya.

Defensive driving akan melekat pada seseorang yang terbiasa mengemudi dengan aman. Ia menjadi kebiasaan dan reflek yang cepat dan tepat saat berkendara, baik untuk tindakan antisipasi maupun menghidar dari kecelakaan yang telah terjadi.

Baca: Cara dan Persepsi yang Salah dalam Menggunakan Sabuk Pengaman

Cara Berlatih Mengemudi Defensif

Jika Anda merasa bahwa cara Anda mengemudi belum aman. Misalnya sering mengalami hampir tabrakan dengan kendaraan lain, atau merasa orang lain selalu menyerobot jalan Anda, atau merasa selalu ingin marah-marah pada pengguna jalan lain.

Maka mungkin bukan orang lain yang salah, tapi Anda yang perlu introfeksi diri. Apakah cara Anda mengemudi sudah tergolong defensif atau memang Anda belum terlatih mengemudi secara aman, baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.

Beberapa hal sederhana ini menjadi pertanda jika cara mengemudi Anda sudah tergolong defensive driving. Jika belum, maka sebaiknya Anda mulai biasakan sesegera mungkin. yaitu:

  • Memperlambat mobil saat mendekati persimpangan atau tikungan.
  • Tidak segera menambah kecepatan saat masih di tikungan atau saat mobil dalam posisi berbelok. Memastikan mobil telah melewati tikungan atau persimpangan sebelum menambah kecepatan.
  • Tidak mendahului kendaraan lain di tikungan atau dalam kondisi tidak dapat memastikan ada atau tidaknya kendaraan lain dari arah berlawanan.
  • Tidak mengoperasikan gadget atau telpon genggam saat mnyetir.
  • Bersabar terhadap kelakuan pengemudi lain di jalan juga terhadap kondisi lalu-lintas yang ramai.
Jauhi Selpon saat saat mengemudi
Jauhi Selpon saat saat mengemudi

Ingat selalu bahwa setiap orang mungkin membuat kesalahan di jalan, baik disengaja atau tidak. Maka sikap yang baik dalam menanggapinya adalah dengan memaklumi, bersabar dan berprasangka baik bahwa itu adalah kesalahan yang tidak disengaja.

Mengemudi defensif lebih dari sekadar melindungi diri sendiri, ini adalah juga tentang menjaga orang-orang di sekitar Anda juga aman.

Teknik mengemudi defensif sangatlah penting untuk keselamatan, maka ajarkanlah pada anak-anak sejak dini, sehingga saat sudah sampai usia mereka diperbolehkan mengemudi, mereka dapat melatih keterampilan defensive driving sejak awal.

Jangan sampai terjadi kecelakaan karena kesalahan awal tidak mengajarkan defensive driving pada anak. Karena jika kecelakaan tersebut berakibat fatal, maka waktu tidak bisa diulang kembali.

Pentingnya menjadi Pengemudi Defensif

Risiko dari tidak membiasakan defensive driving adalah salah satu dari hal-hal berikut:

  • Mengalami kecelakaan baik kecelakaan tunggal atau yang melibatkan pengguna jalan lain.
  • Menjadi penyebab kecelakaan kendaraan lain.
  • Sering terkena tilang oleh petugas polisi.
  • Mengalami kekerasan di jalan raya, karena pengguna jalan lain yang emosi merasa terganggu oleh cara mengemudi Anda yang berpotensi mencelakaan pengguna jalan lain.

Pada tahun 2014, sekitar 35% kecelakaan mobil disebabkan oleh pengemudi yang mengoperasikan gadget saat mengemudi. Itu adalah salah satu prilaku mengemudi yang tidak menerapkan defensive driving. Pada tahun 2015, sekitar 33% kecelakaan disebabkan oleh pengemudi yang kebut-kebutan.

Baca juga: Waspadai Microsleep saat Mengemudi, Nyawa Taruhannya!

Mengemudi defensif adalah tindakan berhati-hati dan waspada saat mengoperasikan kendaraan bermotor untuk menghindari situasi berbahaya. Ini penting karena dapat melindungi hidup Anda dan orang lain di jalan, dan mencegah kecelakaan terjadi sejak awal. Mamfaat lainnya adalah menghemat uang karena mobil Anda terhindar dari kerusakan fatal atau bahkan rusak total hingga tak bisa lagi digunakan karena kecelakaan.

Demikian, semoga artikel ini membuat Anda paham mengenai pengertian dan mamfaat defensive driving.

Tulis Komentar