Rupiah Kian Anjlok, JK Larang Kaum Jetset Indonesia Beli Ferrari dan Lamborghini

CaruserMagz.com – Cepat tapi pasti, nilai tukar Rupiah makin keok terhadap nilai Dollar Amerika Serikat sejak Agustus 2018. Dalam Hitungan jam grafiknya terus meningkat. Rata-rata kemarin (4/9/18) Rupiah terus terjun ke angka Rp. 14.987/US Dollar, bahkan nilai jual dollar di beberapa bank sudah melewati angka Rp.15.000/Dollar.

 
Salah satu penyebab yang disinyalir pemerintah jadi biang lemahnya Rupiah di pertarungan mata uang dunia adalah neraca ekspor-impor yang timpang. Sehingga Rupiah tidak kuat bertahan diterjang sentimen global akibat perubahan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat.

 
Simpelnya, jika negara ini adalah perusahaan, kita lebih banyak membeli barang dari pada menjual produk, alhasil perusahaan defisit alias menuju kebangkrutan jika terus dibiarkan.

 
Sehingga salah satu solusi yang bisa diambil adalah dengan memperkuat ekspor dan mengurangi impor, agar defisit transaksi bisa dikurangi. Hal tersebut diungkapkan oleh Wapres Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

 
“Contohnya bagaimana meningkatkan ekspor sumber daya alam, seperti yang dibicarakan dulu bagaimana biodiesel. Bagaimana local content produk kita makin besar, apakah Pertamina apakah PLN ataupun industri lain, juga bagaimana efisien dan uang masuk dari ekspor,” jelas JK.

 
Lalu apa hubungannya kondisi tersebut dengan dunia otomotif? Mungkin bisa disebut sekedar pendapat pribadi orang nomer dua di negara ini yang bisa dijadikan berita politic-tainment. Namun Pak JK menyinggung dunia otomotif terkait hal ini.

 
Pak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden RI mengutarakan pendapatnya pada media dengan menyentil dunia otomotif terkait krisis keuangan negara tersebut. JK sempat menyebut 2 brand mobil terkenal yang berkategori sangat mewah, yaitu Ferrari dan Lamborghini.

 
“Barang lux contohnya, mungkin jumlahnya tidak besar tapi perlu untuk meyakinkan masyarakat, ini suasana berhemat. Tak usah Ferrari, Lamborghini masuk dalam negeri, tak usah mobil-mobil besar, yang mewah-mewah,” kata JK.

 
Baca juga:

 
Sebenarnya bukan hanya mobil-mobil super mewah yang disebut Pak JK, namun juga barang-barang mewah lainnya yang biasa dibeli kaum jetset, seperti tas-tas dan parfum mewah. Pak JK dengan tegas menyarankan agar orang-orang kaya di Indonesia berhenti dulu membeli barang-barang yang supermahal tersebut.

 
“Tak usah parfum-parfum mahal atau tas-tas Hermes contohnya itu. Jangan dalam situasi negara sulit ini, itu masyarakat luxuries,” pungkasnya tegas.

 
Ide tersebut memang cukup masuk akal, namun tentunya yang perlu dipertimbangkan adalah berapa total uang yang lari ke luar negeri dari kegiatan impor mobil mewah seperti Ferrari, Lamborghini, McLaren, Maserati, Rolls-Royce dan lain sebagainya itu. Bukan sekedar harga satuan per unitnya.

 
Ide tersebut akan sangat cemerlang jika Pak JK juga menunjukkan angka atau statistik fantastis nominal uang yang dibelanjakan kaum jetset Indonesia untuk membeli barang-barang mewah, misalnya hingga Triliunan Rupiah.

 
Wacana larangan impor mobil mewah tersebut tentunya diprotes kalangan importir. karena penjualan mobil sport mewah seperti Ferrari dan Lamborghini relatif kecil jika dilihat dari segi total uangnya.

 
Justru impor mobil menengah dan murah lah yang melibatkan total uang yang luar biasa besar. Sebut saja misalnya mobil CBU dari brand Jepang seperti Suzuki, Mitsubishi dan Honda yang diproduksi di India, Thailand dan Jepang.

 

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
Profile Photo - Yayan Abdhi - Carusermagz

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it.”

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Tulis Komentar