Bahaya Merokok dalam Mobil Lebih Mengerikan, Jangan Anggap Remeh Akibatnya!

CaruserMagz.com – Bukan rahasia lagi bahwa merokok membahayakan diri perokok sendiri. Bahkan kemasan rokok sendiri telah menuliskan berbagai bahaya dari merokok, mulai dari penyakit-penyakit mengerikan hingga kematian. Sehingga jelas bahwa merokok adalah aktivitas membunuh diri sendiri secara pelan-penan.

 
Namun tahukah sobat ternyata berdasarkan penelitian, merokok di dalam mobil punya risiko bahaya lebih besar dibanding merokok di ruang terbuka. Efek bahaya rokok menjadi berkali-kali lipat saat merokok di dalam mobil dijadikan kebiasaan.

 
Polusi udara di dalam kabin mobil akibat asap rokok menyebabkan konsentrasi racun lebih pekat dibanding di lingkungan luar, walaupun kaca mobil dibuka, tetap ada asap yang terperangkap.

 
Mari kita simak apa saja bahaya merokok di dalam mobil, baik bagi kesehatan maupun pada mobil itu sendiri.

 

1. Efek Buruk pada Anak dan Penumpang Lain

 
Faktanya merokok membahayakan kesehatan dan telah banyak korban jiwa karena rokok di seluruh dunia. Namun merokok bukan hanya membahayakan perokok, tapi juga orang lain yang sering terpapar asap rokok. Orang yang tidak merokok tapi sering menghisap asap rokok karena sering berinteraksi dengan perokok disebut “perokok pasif“.

 
Penumpang lain yang menghisap asap rokok di dalam mobil terancam risiko kesehatan yang lebih besar, karena tidak seperti perokok aktif, mereka tidak punya imunitas terhadap berbagai racun yang disebarkan asap rokok. Lebih berbahaya lagi, jika itu adalah anak-anak atau balita, mereka lebih rentan lagi.

 
Penyakit yang paling sering menimpa perokok pasif antara lain infeksi telinga bagian tengah, asma, kangker dan infeksi saluran pernafasan. Bayi dan balita rentan terhadap bronkitis dan pnumonia.

 

2. Penyakit Kulit dan Pernapasan Luar Biasa

 
Karena asap rokok menjadi lebih terkonsentrasi di dalam kabin mobil, maka risiko bagi perokok itu sendiri juga menjadi berkali-kali lipat. Jika seseorang terbiasa merokok dalam perjalanan di dalam mobil, maka risiko terkena penyakit-penyakit mengerikan menjadi lebih cepat dari perokok yang tidak membiasakan diri merokok di dalam mobil.

 
Beberapa penyakit tersebut antara lain adalah kanker, kardiovaskular, gangguan pernapasan, mulut, alergi kulit dan mata, serta banyak lagi. Bahkan ada orang yang meninggal karena sesak napas di dalam mobil karena asap rokok yang pekat, baik perokok itu sendiri maupun penumpang lain.

 

3. Efek Buruk pada Mobil

 
Asap rokok di dalam kabin dapat bercampur dengan polutan lain dari asap kendaraan, apalagi jika dalam kondisi jalanan yang macet, perokok membuka kaca jendela, asap kendaraan lain akan masuk ke kabin dan asap rokok sulit untuk keluar dari kabin.

 
Akibatnya berbagai partikel polutan dan nikotin akan menempel di semua bagian kabin mobil seperti plafon, jok kursi atau bahkan bagian-bagian ventilator AC. Endapan partikel asap rokok tersebut akan sulit dihilangkan dan berbau sangat tidak sedap.

 
Akibatnya nilai jual kembali mobil akan turun drastis, karena pembeli tidak berminat membelinya jika mengetahui bahwa pemilik mobil tersebut suka merokok di dalam mobil. Karena residu asap rokok tidak akan hilang dari interior mobil, dan akan membutuhkan biaya besar untuk mengganti semua bagian interior tersebut.

 

4. Risiko Kebakaran

 
Merokok selalu bermain dengan api, maka risiko paling mengerikan adalah kebakaran. Tidak sedikit kejadian mobil ludes terbakar karena kebiasaan pengemudi atau penumpang merokok di dalam mobil.

 
Apalagi karena telah terbiasa, perokok cenderung lupa mematikan rokoknya saat mengisi bahan bakar di SPBU, hal tersebut sangat berbahaya karena kemungkinan terjadinya kebakaran sangatlan besar. Sudah banyak mobil ludes terbakar dan penumpangnya celaka karena kebakaran akibat merokok di mobil.

 
Baca juga:

 
Merokok di dalam mobil dapat merusak kehidupan dengan berbagai cara. Hal terbaik yang harus dilakukan adalah berhenti merokok dan jika hal tersebut sulit dilakukan secara tiba-tiba, sebaiknya hilangkan kebiasaan merokok di dalam mobil.

 
Merokoklah di ruang terbuka atau di tempat-tempat yang disediakan khusus untuk merokok, sembari secara pelan-pelan mengurangi kebiasaan merokok, hingga dapat berhenti secara total.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Tulis Komentar