Alasan Mengapa Mobil Harus Dijalankan Minimal Seminggu Sekali

Alasan Mengapa Mobil harus Dijalankan seminggu sekali

CaruserMagz.comAlasan Mengapa Mobil Harus Dijalankan secara Berkala – Kita masih harus mengatur nafas panjang untuk tidak banyak berkeliaran di jalan, mengunjungi tempat keramaian dan berwisata dengan mobil pribadi. Karen nampaknya wabah COVID-19 belum akan hilang dalam waktu dekat.

Alhasil kebanyakan dari kita terjebak di rumah dan akan lebih sedikit mengemudi. Hal itu mengakibatkan mobil kita lebih banyak menunggu garasi, bahkan hingga hitungan bulan mobil tidak keluar dari garasi jika tidak dipaksa untuk dijalankan.

Ternyata kondisi tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan mobil. Karena mobil yang diam dalam waktu lama akan mengalami degradasi terhadap kesehatan suku cadang, cairan dan sistem penggeraknya.

Oleh karena itu, penting untuk menjalankan mobil setidaknya seminggu sekali, walau tidak ada keperluan untuk menggunakan mobil sebagaimana mestinya. Ada beberapa alasan penting mengapa mesin mobil harus dihidupkan secara berkala, dan bukan hanya mesin hidup, tapi mobil juga harus bergerak dan berjalan.

Berikut Alasan Mengapa Mobil Harus Dijalankan minimal Mingguan

Menjaga Baterai tetap Terisi

Baterai mobil perlu diisi ulang terus menerus agar tetap dalam kondisi terisi penuh, karena semua aki mobil mengalami proses pengosongan otomatis secara alami dengan kecepatan yang lambat atau diam dalam waktu lama.

Fenomena pengosongan otomatis ini adalah alasan mengapa baterai sering mati setelah dibiarkan tidak hidup dalam waktu lama. Apalagi dimusim hujan yang cuasa cenderung dingin dalam waktu lama.

Mengemudikan mobil seminggu sekali atau jika memang tidak sempat, paling sedikit dua minggu sekali, selama 15-20 menit dengan kecepatan normal, adalah sangat penting agar baterai tetap terisi melalui alternator.

Memang dibutuhkan biaya untuk bahan bakar minyak, namun itu dapat disebut investasi untuk menjaga kondisi mobil agar tetap fit. Karena baterai yang sering dibiarkan mengalami pengosongan alami akan lebih pendek usia pakainya. Sedangkan membeli baterai baru tidaklah murah.

Menjaga Kondisi Mesin dan Suku Cadang agar Tetap Sehat

Berkendara santai selama 15 menit akan menjaga semua bagian dan sistem mobil dalam kondisi baik. Jangan biarkan mobil keluarga atau mobil koleksi antik Anda tidak berjalan hingga berbulan-bulan. Karena beberapa suku cadang akan lebih cepat terdegradasi jika tidak difungsikan.

Suku cadang berbahan karet seperti belt, O-ring, seal, link-stabilizer, ball-joint, dan lain sebagainya akan mulai mengering, menjadi getas lalu mengalami retak jika diam dalam waktu lama, apalagi di ruangan terbuka yang sering terkena panas dan hujan. Oksigen sangat kejam menghancurkan bahan karet yang diam.

Komponen kaki-kaki mobil banyak bahan karet
Komponen kaki-kaki mobil banyak bahan karet

Dalam waktu yang lama, bagian-bagian seal yang berfungsi mencegah kebocoran cairan bisa kehilangan fungsinya. Sehingga mobil mengalami kebocoran oli di sana-sini. Jika itu sudah terjadi, maka dia akan meminta banyak uang untuk diperbaiki.

Hal penting lainnya adalah agar cairan-cairan vital pada mesin bisa bersikulasi semisal oli mesin. Sehingga memastikan semua bagian mesin terlumasi dengan baik dan tidak terjadi kekeringan di beberapa sisi mesin. Oli transmisi, oli rem, minyak-minyak hidrolik juga butuh bersirkulasi agar tidak lekas terdegradasi.

Menjaga Sistem Bahan Bakar Tetap Bersih

Ketika mobil dibiarkan diam terlalu lama, bensin atau solar dapat teroksidasi, lalu meninggalkan endapan karbon atau partikel yang tidak diinginkan di dalam tangki dan injektor bahan bakar.

Sistem bahan bakar yang terkontaminasi dapat sangat mempengaruhi kesehatan dan kinerja mesin mobil, termasuk efisiensi bahan bakar.

Menjalankan mobil secara teratur akan membantu mengedarkan gas ke seluruh sistem bahan bakar yang membantu mencegah endapan karbon.

Sebagai catatan adalah jika mobil Anda berjenis hybrid atau plug-in hybrid, mungkin secara default akan mengutamakan tenaga listrik untuk berkendara dalam rentang terbatas. Maka demi tujuan pemeliharaan mesin bakarnya, sebaiknya matikan sistem berkendara dengan listrik, agar mobil berjalan hanya dengan mesin bakarnya.

Menjaga Ban dalam Kondisi Baik

Alasan penting selanjutnya mengapa mobil harus dijalankan secara teratur adalah bahwa ketika mobil telah duduk di satu tempat terlalu lama, ban dapat mengalami degradasi pada titik tertentu saja, yaitu pada bagian yang menanggung beban mobil terlalu lama. Ban akan mulai melengkung atau membentuk titik-titik datar, bahkan mengalami keretakan.

Ban yang Getas dan Mengalami Keretakan
Ban yang Getas dan Mengalami Keretakan

Ban yang berbahan karet juga akan lebih cepat mengalami degradasi oleh oksigen jika diam dalam waktu lama. Apalagi jika diparkir di tempat yang lembab dan di luar ruangan.

Jika mobil diparkir di luar dan tidak dikendarai terlalu sering, sebaiknya tutuplah mobil dengan cover hingga menutup bagian bannya. Cover juga baik untuk melindungi cat mobil dan ban dari cahaya matahari, bahan korosif di udara dan kontak dengan benda keras.

Melindungi Rem Dari Karat

Kebanyakan rotor rem mobil terbuat dari logam berbahan utama besi yang rentan terhadap karat. Apalagi jika mobil kebanyakan diparkir di luar ruangan, atau garasi terbuka.

Jika mobil dibiarkan dalam waktu lama, karat akan menumpuk pada rotor-nya. Dalam kondisi yang terlalu lama, itu akan membuat rem menjadi macet dari tidak berfungsi dengan baik. Menjalankan mobil secara rutin akan membuat rem digunakan dan secara alami bantalan rem akan menggerus karat pada rotor.

Selain rotor rem, master silinder rem, yang dilengkapi dengan seal akan mengalami degradasi jika tidak sering berfungsi. Seal master silinder rem perlu dilumasi untuk menghindari retak dan kerusakan. Pelumasan itu terjadi saat rem digunakan, sehingga penting untuk menjalankan mobil secara berkala.

Mengusir “Tamu” yang Tak Diundang

Mobil yang diam di satu tempat dalam waktu yang terlalu lama, tanpa dihidupkan, diperiksa dan dijalankan secara teratur, akan didatangi hewan-hewan yang menyukai tempat yang banyak ruang untuk bersempunyi.

Misalnya serangga, tikus, kucing liar, hingga hewan berbahaya seperti ular. Ruang mesin adalah tempat ternyaman bagi mereka jika mobil diparkir di tempat yang dingin.

Momok yang paling ditakuti adalah tikus, karena hewan pengerat ini akan menggigit apa saja yang dia sukai. Komponen yang paling banyak jadi sasaran adalah kabel kelistrikan yang jadi hancur berantakan.

Dengan mobil sering dikemudikan, maka ruang mesin akan menjadi panas dan hewan-hewan seperti serangga tidak akan nyaman berlama-lama disana.

Kabel Listrik di ruang mesin mobil yang putus digigit tikus
Kabel Listrik di ruang mesin mobil yang putus digigit tikus

Menjaga Reflek Mengemudi dan Mengenal Karakter Mobil Anda

Dengan secara teratur mengendarai mobil pribadi, kita akan tetap mengenali karakter mobil kita. Sehingga kita bisa merasakan perubahan pada mobil jika terjadi gejala kerusakan pada komponen tertentu.

Itu juga baik untuk menjaga skill mengemudi, agar tidak lupa pada hal-hal yang memerlukan reflek terkait keselamatan berkendara. Mengemudi juga memiliki fungsi rekreatif untuk dinikmati, sehingga bermamfaat untuk kesehatan mental.

Dalam kondisi isolasi masal akibat wabah penyakit atau pandemi, mengemudi berkeliling komplek perumahan atau lingkungan sekitar dalam mengobati kebosanan di rumah.

Baca juga:

Itulah beberapa alasan mengapa sebaiknya mobil harus dijalankan minimal seminggu sekali, atau paling tidak sekali dalam dua minggu. Memang membutuhkan waktu dan biaya, tapi itu bersifat investatif untuk mencegah kerusakan dan usia pakai yang lebih pendek dari seharusnya.

Tulis Komentar