Mobil Terbakar - Tips Cegah Kebakaran Mobil

Tips Cegah Kebakaran di Mobil dan Apa yang Dilakukan Jika Mobil Terbakar

Tips

CaruserMagz.comTips Cegah Kebakaran Mobil – Kasus mobil terbakar sering terjadi, baik karena kelalaian pengemudi maupun karena kesalahan cacat produksi pada komponen tertentu dari mobil terkait. Mobil terbakar tentu merugikan bagi pemilik mobil, baik nilai mobil itu sendiri yang hilang maupun risiko kehilangan nyawa. Sehingga penting bagi tiap pengemudi atau pemilik mobil untuk mewaspadai semua kemungkinan penyebab kebakaran dan bagaimana sebaiknya bertindak jika kebakaran mulai terjadi pada mobilnya.

Beberapa hal sering menjadi penyebab mobil kebakaran hingga hangus atau terjadinya api pada mobil yang sebaiknya dihindari atau diantisipasi oleh pemilik mobil, antara lain sebagai berikut:

  • Modifikasi komponen kelistrikan mobil yang tidak tepat
  • Adanya bahan mudah terbakar di dalam mobil
  • Sistem Bahan Bakar Bocor
  • Kebiasaan merokok di dalam Mobil
  • Cacat produksi pada komponen kelistrikan

Pada dasarnya sistem kelistrikan dan pembakaran bahan bakar pada mobil telah didesain sedemikian rupa, termasuk untuk mencegah terjadinya arus-pendek dan kebakaran. Jarang kebakaran terjadi disebabkan cacat produksi, karena setiap mobil telah diuji dengan sistem quality control yang ketat. Namun ada kalanya terjadi cacat produksi, khususnya sistem kelistrikan, yang biasanya dilakukan perbaikan oleh pabrikan melalui program recall.

Kebanyakan kebakaran mobil disebabkan kelalaian pemilik atau pengguna mobil. Sehingga penting untuk selalu waspada dan mengetahui hal-hal mengenai pencegahan kebakaran pada mobil, yaitu dengan melakukan tindakan pencegahan, tips cegah kebakaran di mobil antara lain sebagai berikut:

1. Jangan Pasang Aksesoris Kelistrikan Tambahan secara Berlebihan

Menambah aksesoris pada mobil memang menyenangkan, namun khusus untuk aksesoris-aksesoris yang memerlukan tenaga listrik, harus diperhatikan semua hal yang berpotensi menyebabkan beban berlebih atau arus pendek. Maka sebaiknya mintalah pendapat ahli sebelum menambah aksesoris kelistrikan mobil.

Contoh penambahan aksesoris kelisrikan yang harus dihindari sebagai tips cegah kebakaran mobil antara lain sebagai berikut:

Mengganti lampu-lampu dengan Daya lebih besar dari standar – lampu utama depan dan belakang serta lampu kabut sering menjadi target utama untuk diganti. Perhatikan ukuran daya (Watt) yang dibutuhkan lampu pengganti, sebaiknya tidak lebih besar dari lampu standarnya, karena kebutuhan daya yang lebih besar akan membuat aki mobil terkuras lalu menjadi panas. Hingga berpotensi menimbulkan api di ruang mesin.

Memasang aksesoris tambahan dengan daya listrik lebih besar – aksesoris tambahan semisal lampu sorot, audio, televisi, charger gadget dan lain sebagainya, juga berpotensi menimbulkan kebakaran seperti penggantian lampu yang berdaya lebih besar. Sebaiknya mintalah saran ahli sebelum melakukannya. Kebutuhan daya listrik yang lebih besar harus diiringi kapasitas baterai yang lebih besar dan kemampuan alternator dalam mengisi kembali daya juga lebih besar.

Memasang aksesoris tambahan dengan kabel berukuran lebih kecil dari seharusnya – Ukuran atau kapasitas kabel juga berpotensi menyebabkan kebakaran, jika lebih kecil dari daya yang akan digunakan peralatan listrik. Hal tersebut akan membuat kabel panas, lalu terjadi arus pendek dan percikan api.

Mobil dengan Lampu Sorot Berlebihan
Mobil dengan Lampu Sorot Berlebihan

Disarankan untuk menggunakan sekring (fuse) sebagai pengaman, saat memasang aksesoris tambahan. Sekring berfungsi memutus arus jika terjadi hubungan arus pendek. Jika terjadi arus pendek, dan tidak ada sekring, maka kabel akan meleleh dan menyebabkan percikan api.

2. Periksa Konektor pada Baterai dan Instalasi Kabel Kelistrikan

Terminal konektor yang longgar pada baterai atau sistem instalasi kabel listrik pada mobil juga berpotensi mengakibatkan panas berlebih dan menimbulkan percikan api. Sehingga mengakibatkan mobil terbakar. Sehingga penting untuk mengecek kondisi terminal baterai secara berkala. Pemasangannya bisa saja menjadi longgar atau bautnya kurang kuat dipasang oleh teknisi setelah perawatan rutin.

3. Periksa Ruang Mesin secara Berkala

Periksa jika ada benda-benda asing tertinggal di ruang mesin, semisal kain majun, bahan pembersih berbasis aerosol, oli, benda plastik dan lain sebagainya. Karena ruang mesin akan sangat panas saat mobil dihidupkan, maka sebaiknya bersihkan ruang mesin dari benda-benda asing yang berpotensi terbakar.

4. Jangan Tinggalkan Bahan Mudah Terbakar di Kabin Mobil

Tanpa sadar banyak orang menyimpan bahan-bahan yang berpotensi menyebabkan kebakaran di dalam mobil, misalnya korek api gas, farfum berbahan baku alkohol, pembersih interior berbahan baku aerosol, dan lain sebagainya. Bahan-bahan tersebut jika terpapar panas, akan bersifat menimbulkan api bahkan ledakan. Misalnya jika mobil diparkir di tempat terbuka di cuaca panas, maka temperatur kabin akan sangat panas, dan bahan yang mudah terbakar akan lebih mudah terbakar bahkan meledak.

5. Jangan Mengecas Power-Bank di Mobil

Sebaiknya hindari mengecas power bank di mobil, selain karena akan menguras kapasitas baterai mobil, jika power bank dalam posisi dicas kemudian ditinggal dalam waktu lama, berpotensi menimbulkan korsleting pada baterai mobil, hingga berpotensi menyebabkan baterai atau powerbanknya meledak. Sebaiknya cas power bank di rumah sebelum memulai perjalanan di mobil. Jika pun terpaksa, jangan terlalu lama apalagi hingga ditinggal saat mesin telah dimatikan.

6. Jangan Parkir Mobil di Dekat Bahan yang Mudah Terbakar

Apabila kita telah mengetahui ada bahan yang mudah terbakar, mudah meledak, atau aktifitas orang yang menggunakan api, maka jangan parkirkan mobil di dekat bahan atau keadaan tersebut. Semisal tanki bahan bakar, aktifitas pengelasan, dan lain sebagainya.

7. Sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Dalam Mobil

Kebakaran adalah kejadian yang tidak diharapkan, namun bersikap waspada dan bersiap menghadapi kondisi terburuk adalah hal yang juga baik. Menyediakan alat pemadam api ringan di kabin mobil adalah salah satu tindakan tepat, agar dapat segera memadamkan jika terjadi percikan api di mobil.

8. Jangan Biasakan Merokok di Dalam Mobil

Walaupun merokok di mobil itu hal yang biasa dilakukan orang, sebaiknya Anda jangan menjadikannya kebiasaan. Karena selain berbahaya bagi kesehatan penumpang, kebiasaan merokok di mobil bisa menyebabkan lupa mematikan rokok saat mengisi bahan bakar di pom bensin, ini sangat berbahaya. Sudah banyak mobil yang ludes terbakar karena pengemudi yang lupa mematikan rokoknya saat mengisi bensin. Alhasil, mobil hangus terbakar, dan pengemudi mendapat luka bakar di sekujur tubuhnya.

Baca:

Jika Terjadi Kebakaran di Mobil

Awal mula kebakaran banyak terjadi di ruang mesin jika itu terjadi karena penyebab yang berkaitan dengan sistem mobil itu sendiri, karena berbagai komponen kelistrikan dan panas ada di ruang tersebut. Pada umumnya kebakaran mobil terjadi saat mobil sedang berjalan. Kebakaran baru diketahui saat telah terjadi api dengan indikasi keluarnya kepulan asap dari kap mesin diiringi bau hangus.

Pengemudi hendaknya tetap tenang, berusaha menepikan mobil dan menghidupkan lampu hazard jika masih bisa. Sebisa mungkin jangan panik apalagi jika sedang berkendara di jalan tol, karena ada risiko tertabrak mobil lain dengan kecepatan tinggi. Setelah mobil telah ditepi atau bahu jalan, matikan mesin dan tarik tuas pembuka kap mesin di kabin.

Kemudian segera keluar dari kendaraan, dengan melepaskan sabuk pengaman sendiri terlebih dahulu baru melakukan evakuasi untuk penumpang lain. Jika ada alat pemadam api, berusahalan memadamkan api sebisa mungkin, baru berfikir untuk mengeluarkan barang-barang dari mobil.

Mematikan api pada mobil dengan APAR
Mematikan api pada mobil dengan APAR

Jika api masih kecil dan tidak tersedia APAR, api juga bisa dipadamkan dengan kain yang dibasahi. Itu lebih efektif dibanding menyiramkan air ke api. Jika api telah membesar, maka lebih prioritaskan untuk menyelamatkan nyawa baik diri sendiri maupun penumpang, ketimbang barang. Berusahalah mendapat bantuan masyarakat sekitar atau pengguna jalan lain, semisal APAR tambahan.

Demikianlah Tips Cegah Kebakaran Mobil yang bisa kita lakukan agar terhindari dari musibah yang berisiko menghilangkan nyawa dan harta. Dengan pengetahuan ini, diharapkan teman-teman pembaca menjadi lebih waspada sebelum maupun saat melakukan perjalanan dengan mobil. Semoga informasi ini bermamfaat dan keep safety driving!

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Tulis Komentar