BLOG INI DIJUAL (SILAHKAN DITAWAR) HUBUNGI: 0813 7752 5527

Porsche Pertahankan Teknologi Mesin Bakar dengan Bahan Bakar Sintetis Berbasis Air

Porsche Coba Pertahankan ICE dengan Bahan Bakar eFuel

Share

CaruserMagz.comPorsche Pertahankan Teknologi Mesin Bakar ICE – Di tengah derasnya peralihan teknologi otomotif dari mesin bakar ke mobil listrik murni, ternyata ada beberapa pabrikan yang berusaha mempertahankan teknologi Internal Combustion Engine (ICE).

Jika Toyota sedang mengembangkan sistem terintegrasi berbasis hidrogen di Jepang, dengan harapan akan dikembangkan ke seluruh dunia di masa depan, maka Porsche sedang dalam usaha serius membuat bahan bakar sintetis ramah lingkungan yang diberi nama eFuel.

Group Porsche mendedikasikan total dana lebih dari $100 juta atau sekitar Rp 1,43 Triliun untuk mengerjakan proyek fasilitas produksi eFuel.

Secara total, investasi kami dalam pengembangan dan penyediaan teknologi inovatif ini berjumlah lebih dari USD 100 juta,” kata Barbara Frenkel, Anggota Dewan Eksekutif untuk Pengadaan di Porsche AG.

Mesin Bakar Porsche
Mesin Bakar Porsche

Bahan bakar memberikan kontribusi penting untuk perlindungan iklim dan melengkapi elektromobilitas kami dengan cara yang berarti. Dengan berinvestasi dalam produksi eFuel industri, Porsche semakin memperluas komitmennya terhadap mobilitas yang berkelanjutan,” kata Barbara Frenkel.

Pada Maret 2022, Porsche menambah suntikan dana investasinya sebesar $75 juta atau sekitar Rp 1,07 Triliun, ke perusahaan induk yang sedang membangun beberapa fasilitas produksi eFuel.

Perusahaan induk tersebut adalah HIF Global LLC, pengembang proyek fasilitas produksi eFuel yang aktif secara internasional dan sedang membangun pabrik percontohan Haru Oni ​​eFuel di Punta Arenas, Chili, Amerika Selatan.

Baca: Bangun Pabrik di Malaysia, Harga Porsche di Indonesia Bakal Turun Drastis

Porsche pertahankan teknologi mesin bakar dengan memulai pembangunan fasilitas produksi eFuel pada bulan September 2021 lalu. Siemens Energy dan ExxonMobil telah menandatangani kontrak sebagai mitra untuk proyek green-energy tersebut.

Perusahaan lain yang berinvestasi di HIF Global antara lain adalah perusahaan Chili Andes Mining & Energy (AME) dan perusahaan Amerika EIG, Baker Hughes Company, serta Gemstone Investments.

HIF Global berencana membangun fasilitas produksi eFuel di beberapa negara yang kaya energi terbarukan, yaitu Chili, Australia, dan Amerika Serikat.

Proyek tersebut sedang mengerjakan pembangunan pabrik di Chili yang diharapkan akan selesai pada pertengahan 2022 ini, lalu segera mulai berproduksi.

Pabrik eFuel BBM Sintetis Porsche sedang dibangun
Pabrik eFuel BBM Sintetis Porsche sedang dibangun

Apa Itu eFuel dan Bagaimana Ia Dibuat?

Bahan bakar sintetis ini diklaim nyaris tanpa emisi saat dibakar, sehingga ia bisa menggerakkan mesin bakar layaknya Bahan Bakar Minyak fosil, namun sangat ramah lingkungan.

Bahan bakar sitetis eFuel ini diklaim dapat digunakan pada mobil bermesin ICE normal yang sekarang beredar di jalanan.

Proyek ini dilaksanakan dengan ambisius bukan tanpa perhitungan. Sebelumnya grup Porsche telah berhasil di tingkat penelitian uji laboratorium dan eFuel sudah diuji pada mobil ICE di trek balap.

eFuel adalah bahan bakar sitetis berbasis air. Proses pembuatannya adalah dengan memisahkan molekul Oksigen dan Hidrogen pada air melalui proses elektrolisa yang ditenagai listrik dari pembangkit bertenaga angin untuk green energy.

Hidrogen tersebut kemudian digabungkan dengan CO2 yang disaring dari udara, hasilnya adalah metanol sintetis yang dapat diubah menjadi eFuel.

eFuel yang diproduksi di pabrik Chili akan digunakan untuk aktivitas motorsport Porsche terlebih dahulu. Kemudian diharapkan untuk bahan bakar di semua pabrik dan pusat Porsche Experience.

Sayangnya Porsche belum mengumumkan mengenai keekonomian dari penggunaan eFuel ini. Apakah akan lebih murah dari BBM fossil, atau ternyata lebih mahal karena proses elektrolisa yang mengkonsumsi listrik dalam jumlah besar tentu bukan proses produksi yang murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!! (Konten ini Dilindungi)