Performa Mobil Listrik Turun Jika Daya Baterai Berkurang, Pemilik EV Harus Maklum

Mengapa Performa Mobil Listrik Turun

Share

CaruserMagz.comPerforma Mobil Listrik Turun – Dalam hal performa, mobil listrik berbanding terbalik dengan mobil bermesin bakar. Misalnya torsi yang instan membuat mobil listrik bisa melaju cepat dalam waktu singkat.

Namun ternyata ada beberapa kelemahan EV yang di mobil ICE berlaku sebaliknya sebagai kelebihan. Semisal torsi motor listrik yang dengan cepat mencapai puncak, setelahnya akan menjadi datar (flat), sedangkan pada mobil bermesin bakar, torsinya secara berangsur meningkat sesuai rpm mesin.

Selain itu, mobil bermesin bakar bisa mempertahankan performanya tidak peduli berapa pun level bahan bakar di tankinya.

Bahkan dengan berkurangnya bahan bakar di tanki, berarti bobot mobil kian berkurang dan itu membuat mobil jadi lebih ringan. Artinya mobil ICE bisa berakselerasi lebih cepat.

Sedangkan mobil listrik, berkurangnya level daya baterai akan juga mengurangi performa akselerasi mobil. Karena torsi dan tenaga yang juga berkurang.

Penyebab Performa Mobil Listrik Turun

Fenomena itu disebabkan tegangan (voltase) yang dipasok dari baterai ke motor listrik juga berkurang seiring berkurangnya level daya baterai. Sehingga jika level baterai rendah, maka akan rendah pula kemampuan EV berakselerasi.

Hal itu harus dimaklumi oleh pemilik mobil listrik. Karena merupakan hukum tetap yang berlaku pada semua kendaraan listrik yang dayanya dipasok dari baterai (BEV).

Performa EV Turun jika Daya Baterai Rendah
Performa EV Turun jika Daya Baterai Rendah

Kia EV6 GT 2023 misalnya, dielu-elukan sebagai EV yang luar biasa dalam hal performa. EV tersebut bisa mengalahkan beberapa sport dan super car dari merek ternama dalam hal akselerasi.

KIA EV6 GT bisa melaju hingga 96 km/jam dalam waktu 3,4 detik. Performa itu didapat dari tenaga motor listriknya yang sebesar 576 hp (585 PS).

Namun kinerja apik tersebut hanya bisa di capai jika baterai KIA EV6 berada pada level 70% ke atas. Di bawah itu, performanya akan turun.

Pada Tesla Model 3, pernah dilakukan dynotest oleh Mountainpass Performance. Hasilnya menunjukkan bahwa motor listrik EV tersebut kehilangan tenaga sebesar 64 hp, pada saat daya baterai pada rentang 45-75%. Di atas 75%, penurunan performa disebut dapat diabaikan.

Level baterai EV Berkurang
Level baterai EV Berkurang

Jadi, urusan performa yang menurun seiring turunnya level daya baterai adalah masalah tetap pada mobil listrik yang harus dimaklumi. Bukan hanya mobil, tapi juga kendaraan BEV lainnya semisal motor atau sepeda listrik.

Baca: Risiko Mobil Listrik yang Harus Difahami Pengguna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!! (Konten ini Dilindungi)