Nissan Ariya EV Crossover: Wujud Transformasi Era Baru, Canggih dan Futuristik

Ariya EV Crossover - Tampak Depan Atas

CaruserMagz.comNissan Motor Company menggelar Digital World Premier untuk meluncurkan Electric Vehicle (EV) keduanya setelah Nissan Leaf, yaitu Nissan Ariya EV. Nissan menyebut peluncuran mobil listrik-nya ini merupakan penanda dari ‘New Chapter‘ dari sejarah Nissan, sebagai awal dari babak baru, transformasi, produk, bisnis, dan kultur perusahaan yang baru.

Cukup masuk akal karena Nissan baru saja dilanda krisis skandal korupsi kontrolversial yang berujung ditendangnya CEO kharismatik yang disebut banyak berjasa pada Nissan, Carlos Ghosn. Tuduhan korupsi tersebut dibantah oleh Ghosn dengan menyebut kasus tersebut sebagai konspirasi politis untuk menyingkirkan dirinya. Terlepas dari berita yang kurang sedap tersebut, Nissan akhirnya kembali dengan produk yang mengagumkan dan benar-benar menyegarkan dunia otomotif.

Nissan Ariya adalah mobil yang telah ditunggu-tunggu khalayak sejak dikenalkan model konsepnya pada Tokyo Motor Show 2019 lalu. Cukup mengagetkan ternyata model produksi dari Ariya EV ini tidak berbeda dari mobil konsepnya. Suatu breakthrough dari kultur yang biasa terjadi di dunia otomotif dimana model produksi pada umumnya jauh lebih tidak menarik dibanding mobil konsepnya.

Ariya EV Crossover - Tampak Samping

Ariya EV Crossover – Tampak Samping


 

Bahasa Desain Eksterior ‘Totally New Nissan

Ariya EV adalah mobil yang sangat tampan berkat sentuhan desain yang mengambil konsep simpel yang elegan. Secara keseluruhan bentuknya sangat aerodimanis dan gagah, berkat proporsi panjang dan pipih, namun memiliki kaki-kaki yang nampak kokoh. Garis-garis di tubuh sampingnya terlihat simpel. Alfonso Albaisa, Senior Vice President dari Nissan Global Design menyebut bentuk ini sebagai ‘Timeless Japanese Futurism‘.

Desainer Nissan punya keleluasaan membentuk wajah Ariya se-aerodinamis mungkin berkat teknologi EV yang tidak lagi membutuhkan grill terbuka untuk asupan udara layaknya mobil bermesin bakar. Hasilnya adalah fascia yang sangat mulus, solid dan elegan.

Semua komponen wajah Nissan yang kita kenal berubah total, motif V-Motion yang biasanya adalah aksen krom kini menjadi LED-DRL berbentuk boomerang yang sekaligus berfungsi sebagai lampu sein. Aura V-Motion masih terlihat walau kini sisi kiri dan kanannya terpisah. Lampu LED projector nampak futuristik dan bagian yang nampak seperti fog-lamp housing bermotif tear-drop merupakan lubang yang mengalirkan udara ke ban depan untuk mendinginkan roda. Lampu kabut yang sebenarnya ada pada bumper yang bermotif hitam glossy.

Ariya EV Crossover - Tampak Depan dan Belakang

Ariya EV Crossover – Tampak Depan dan Belakang

Logo Nissan juga terlihat baru sebagai penanda “era baru” sang pabrikan menyambut masa depan dengan teknologi EV. Grill juga bermotif baru dan berfungsi sebagai tempat berbagai sensor pendukung fitur-fitur canggih yang tergabung dalam ‘Nissan Intellegent Mobility‘.

Di bagian belakang kita melihat atap slik yang melandai seperti fast-back, tapi tetap terasa gagah sebagai bokong crossover coupe. Spoiler dibuat tidak merubah alur atap, dan bagian rear-end dibuat seperti duck-tail untuk aerodinamika. Lampu belakangnya futuristik dengan LED yang memanjang horizontal. Emblem NISSAN di tengah pintu bagasi terlihat cakep. Bumper belakang senada dengan bagian depan, yaitu motif hitam glossy yang membuat mobil ini nampak premium.

Ariya EV - Tampak Belakang

Ariya EV – Tampak Belakang

Hal unik baru ada pada bagian atap berupa dual shark-fin antenna. Hampir semua bagian berwarna hitam pada eksterior terlihat glossy. Seperti over-fender, side-skirt, bumper, termasuk atap dan semua pillar. Desain model kipas yang massif pada veleg juga sepertinya ditujukan memberi identitas mobil listrik sekaligus berfungsi aerodinamika pada roda.

 

Interior Dewasa ‘Elegant Simplicity

Berbeda dengan eksterior yang nampak sangat anak muda, bahkan kami kira itu adalah tongkrongan yang nampak seperti super SUV, interior Ariya EV ini lebih terlihat dewasa dengan kesederhanaan yang elegan. Jika dilihat secara keseluruhan mungkin desain dashboardnya kurang menggugah bagi sebagian orang. Namun bagian-bagian detilnya mengagumkan dengan konsep simplicity yang mahal.

Interior Dashboard Nissan Ariya EV

Interior Dashboard Nissan Ariya EV

Beberapa pengaturan seolah tersembunyi jika tidak aktif, namun menampilan pengaturan dengan cahaya LED saat mobil diaktifkan, antara lain di center-cluster dashboard dan konsol tengah. Ini seperti mobil masa depan yang semuanya effortless, tidak perlu tombol yang ditekan, tapi cukup disentuh bagai di film fiksi ilmiah. Biasanya model pengaturan ini hanya ada di mobil konsep dari brand Eropa seperti Mercedes-Benz atau BMW. Tapi Nissan mendahului mewujudkannya pada model produksi.

Berkat platform EV yang benar-benar baru, luas kabin Ariya dimaksimalkan hingga bukan hanya lapang, tapi memiliki ruang yang berlimpah. Wheelbase-nya panjang membuat kabin belakang sangat luas, body yang panjang juga menyediakan bagasi yang sangat besar. Nissan menyebut ini sebagai lebih dari sekedar kabin yang lapang, tapi merupakan ‘Living Space‘.

Head unit terintegrasi dengan meter-cluster di balik kemudi, ini nampak mirip dengan apa yang ada pada Mercedes-Benz, tapi akan berbeda jika dilihat dari sisi samping, karena kedua layar 12,3-inci tersebut tidaklah sejajar. Head unit tersebut tentu telah dijejali berbagai fitur konektifitas, bahkan telah memiliki Voice Command layaknya MBUX pada Mercy yang bisa mengatur temperatur kabin, fitur hiburan, telepon dan lain sebagainya melalui suara. Fitur tersebut menggunakan teknologi Amazon Alexa.

 

Powertrain Electric

Salah satu hal yang paling penting tentu adalah mengenai teknologi penggerak mobil listrik Nissan ini. Seberapa kuat tenaganya, bagaimana performanya dan seberapa jauh Nissan Ariya EV bisa berjalan dengan kondisi baterai penuh, serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterainya hingga penuh.

Crossover EV ini disediakan dalam 4 varian, yaitu secara sistem roda penggerak ada 2 varian dan secara kapasitas baterai ada 2 varian, sebagai berikut:

  • Ariya EV RWD 65 kWh
  • Ariya EV RWD 90 kWh
  • Ariya EV AWD 65 kWh
  • Ariya EV AWD 90 kWh

Tipe paling dasar adalah varian berpengerak roda belakang (RWD) dengan baterai 65 kWh, bertenaga 215 hp dan torsi puncak 300 Nm (221 lb-ft). Dengan konfigurasi itu, Ariya EV varian termurah ini bisa melaju 100 km/jam dari posisi diam dalam 7,5 detik dan top-speed 160 km/jam (99 mph). Jarak yang bisa ditempuh dengan baterai terisi penuh adalah 450 km (280 mil).

Naik satu kasta, Ariya EV RWD dibekali baterai yang lebih besar, yaitu 90 kWh. Tenaganya mencapai 239 hp dan torsi 300 Nm yang sama. 0 – 100 km/jam dicapai sedikit lebih lama, yaitu 7,6 detik dan kecepatan tertinggi masih sama 160 km/jam. Namun kelebihannya pada jarak tempuh yang bisa hingga 610 km (379 mil).

Selanjutnya adalah varian berpenggerak semua roda dengan bekal baterai 65 kWh. Varian ini dibekali 2 motor listrik hingga memiliki output lebih besar, yaitu 335 hp dan torsi 560 Nm (413 lb-ft). Kecepatan 100 km/jam dicapai dalam 5,4 detik dan top-speed mencapai 200 km/jam. Konsekuensi dari tambahan motor penggerak adalah jarak tempuh yang berkurang jadi 430 km saja.

Varian flag-ship atau yang tertinggi adalah Ariya EV AWD 90 kWh. Tenaga maksimumnya nyaris 400 hp, yaitu 389 hp dan torsi puncak mencapai 600 Nm (443 lb-ft). Dengan konfigurasi tersebut kecepatan 100 km/jam dicapai dalam 5,1 detik dengan kecepatan maksimum hingga 200 km/jam (124 mph). Jarak tempuh yang bisa dicapai adalah 580 km.

 

Teknologi ‘Nissan Intellegent Mobility

Nissan menyebut Ariya EV adalah awal dari penyematan teknologi mobil semi-otonom mereka, namun tentu belum sepenuhnya otonom seperti yang diklaim Tesla. Beberapa interface sudah mulai terasa sebagai mobil masa depan, semisal berbagai fitur yang bisa menginterfensi pengemudi dalam keadaan tertentu, fitur voice-command dan penyajian display instrumen yang futuristik. Sepertinya Ariya EV akan menjadi model bersejarah dari Nissan sebagai prasasti bagi era baru mereka.

Nissan Ariya EV dilengkapi sistem Driving Assist ProPilot 2.0 terbaru, termasuk ProPilot parkir otomatis. Paket ProPilot 2.0 ini dipersenjatai dengan 7 kamera, 5 radar gelombang milimeter dan 12 sensor sonar ultrasonik. Sistem bantuan mengemudi tersebut menjaga mobil tetap pada jalur yang benar, bahkan pada kondisi tertentu pengemudi diizinkan untuk melepaskan tangan dari lingkar kemudi, berkat kemampuan navigasi sistem ProPilot pada kondisi lalu lintas jalan.

Fitur canggih Nissan Ariya EV

Fitur canggih Nissan Ariya EV

Fitur-fitur konektifitas juga telah banyak disematkan, yang paling berkesan tentu adalah ‘Voice Command‘ yang bisa difungsikan dengan kata ‘Hey Nissan‘ atau ‘Hai Alexa‘ untuk mengaktifkan berbagai fitur kendaraan seperti AC, sun-roof, fitur entertainment dan lainnya. Fitur ini sudah kita kenal pada Mercedes-Benz dengan MBUX dan versi yang lebih terjangkau pada mobil-mobil asal Tiongkok seperti Wuling dan DFSK.

 

Harga Nissan Ariya dan Kapan Dijual

SUV listrik ini dikabarkan akan mulai dijual di Jepang pada pertengahan 2021 dengan harga mulai 5 juta Yen, atau sekitar Rp 690 Jutaan. Selanjutnya akan disusul dengan penjualan di Amerika Utara, Eropa dan China pada akhir 2021.

Akankah model ini dijual di Indonesia? Itu tentu menjadi pertanyaan yang banyak keluar dari orang-orang kaya Indonesia yang telah melek mobil listrik. Meski belum ada kabar dari Nissan Indonesia, tentu kita berharap mobil listrik canggih berjarak tempuh hingga 600an km ini bisa mengaspal di tanah air.

Ariya EV akan menjadi alternatif menarik bagi peminat SUV Lexus, Mercedes-Benz, BMW atau Audi, mengingat harga dasarnya yang tidak mencapai Rp 1 Miliar. Jika masuk Indonesia, kemungkinan harganya tidak akan melewati Rp 1,5 M, itu tetap lebih terjangkau dari model bermesin bakar merek-merek mewah Eropa. Sedangkan jarak tempuhnya sudah cukup jauh dan fitur-fiturnya sangat menggoda.

Lihat lebih banyak penampakan Crossover Ariya EV pada Gallery di bawah ini:

Tulis Komentar