CaruserMagz.com

Blog Otomotif Mobil & Motor Indonesia

Era Mobil Listrik - EV Kian MurahDecember 30, 2020

Mobil Listrik Kian Murah Karena Ini, Selamat Datang Era Electric Vehicle!

CaruserMagz.com – Harga mobil listrik kian murah karena inovasi teknologi pabrikan otomotif. Tahun 2020 hingga 2025 dapat dikatakan menjadi fajar untuk teknologi mobil listrik atau secara umum disebut Electric Vehicles (EV), dan sekaligus jadi sunset untuk teknologi mesin bakar yang mengotori udara jalanan dengan gas buang.

Di beberapa negara maju seperti Amerika, Korea dan Jepang, populasi mobil listrik terus meningkat sementara mobil dengan mesin bakar menurun. Bahkan di beberapa negara seperti Norwegia, mobil listrik sudah seimbang dengan mobil bermesin bakar pada tahun 2019, kemungkinan sudah bertambah di akhir 2020.

Di negara-negara berkembang dengan populasi mobil luar biasa banyak, penghalang terbesar dari masifnya mobil listrik adalah karena harganya yang masih belum masuk akal sebagai mobil rakyat dan infrastruktur pengecasan yang belum banyak, sehingga membatasi jarak tempuh mobil listrik secara signifikan.

Penyebab masih tingginya harga mobil listrik murni adalah karena biaya produksi baterai Lithium-ion yang masing tinggi. Sehingga salah satu fokus produsen mobil saat ini adalah bagaimana menurunkan harga baterai secara signifikan dan berkelanjutan.

Baterai dan Platform Mobil Listrik
Baterai dan Platform Mobil Listrik

Perkembangan teknologi EV ini sebenarnya bermasa depan cerah, karena seperti dilaporkan Bloomberg, bahwa sebenarnya harga baterai Lithium-ion sebagai komponen terpenting dari mobil listrik telah turun sebesar 89% dalam satu dekade terakhir.

Artinya dalam beberapa tahun ke depan, produsen baterai dan perusahaan carmaker akan terus menghasilkan teknologi yang membuat harga baterai makin murah, hingga sampai pada titik dimana biaya pembuatan mobil listrik akan sama dengan mobil bermesin bakar saat ini, kemudian seterusnya bahkan menjadi lebih murah lagi.

Sebagaimana dikabarkan oleh berbagai media, bahwa 10 tahun yang lalu, baterai EV berharga sekitar $ 1.110/kWh atau sekitar Rp 16 juta (dengan kurs Rp 14.500/$). Saat ini harga baterai EV telah turun menjadi sekitar $137/kWh atau sekitar Rp 2 juta. Bahkan di negara tertentu dengan biaya produksi rendah, seperti China, harga harganya sekitar $ 100/kWh atau sekitar Rp 1,45 juta.

Mobil listrik Hyundai yang sudah masuk Indonesia - Ioniq dan Kona EV
Mobil listrik Hyundai yang sudah masuk Indonesia – Ioniq dan Kona EV

Jika Anda melihat pengurangan biaya yang luar biasa selama dekade terakhir, dan apa yang diharapkan selama beberapa tahun ke depan, serta memasangkannya dengan langkah-langkah kebijakan yang meningkat di Eropa dan diharapkan di AS dan China, maka Anda memiliki kombinasi faktor yang sangat kuat ini untuk mendukung penyerapan EV, mulai sekarang,” papar Logan Goldie-Scot, selaku head of clean power at Bloomberg New Energy Finance, kepada Fast Company.

Mereka (Perusahaan Carmakers) akan terus berakselerasi selama beberapa tahun ke depan. Dalam empat tahun, produsen mobil besar harus dapat memproduksi dan menjual kendaraan listrik untuk pasar massal dengan harga dan margin yang sama dengan mobil bermesin bakar internal pada jenis yang setara,” kata Pejabat Bloomberg tersebut.

Baca: Elon Musk: “Di Masa Depan, Kita akan Melihat Mobil Masa Kini seperti Kita Melihat Kuda Hari ini

Studi oleh Bloomberg tersebut mengungkapkan bahwa penting bagi pabrikan untuk membuat lebih banyak pilihan kendaraan listrik bagi konsumen untuk mempercepat peralihan dari kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) ke kendaraan listrik sepenuhnya (EV), guna mengurangi dampak perubahan iklim akibat polusi gas buang.

Bahkan jika 100% kendaraan yang dijual adalah EV, perlu lebih dari satu dekade untuk mengganti semua mobil di jalan, atau bahkan 50% dari mobil di jalan. Jadi ini adalah perjalanan panjang dan evolusi bertahap pada saat bersamaan,” kata Haresh Kamath, selaku senior Manajer program di Lembaga non-profit Penelitian Tenaga Listrik.

Dengan harga mobil listrik kian murah, mungkin dalam satu dekade ke depan kita akan menyaksikan lebih banyak mobil listrik di jalanan dibanding mobil bermesin bakar. Anak-cucu kita kemungkinan akan melihat mobil mesin bakar sebagai barang kuno, sebagaimana kita melihat mobil antik saat ini, atau bahkan seperti membandingkan antara mengendari mobil dan naik pedati kuda.

Yayan Abdhi

Tulis Komentar