Jelang Peluncuran Xenia 2019 Facelift, Model Lama Masih Laris, Ini Penyebabnya

CaruserMagz.com – Kehadiran Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia model baru tinggal menghitung hari. Pihak Toyota Astra Motor (TAM) dan Astra Daihatsu Motor (ADM) telah mengkonfirmasi bahwa peluncuran Avanza – Xenia 2019 akan dilakukan pada awal 2019 kemungkinan Januari dengan judul “Facelift Major Change“.

 
Pihak TAM telah mengkonfirmasi juga bahwa produksi Avanza model terakhir telah dihentikan pada Desember 2019, untuk memberi ruang pada persiapan produksi Avanza model terbaru. Sayangnya belum ada bocoran resmi mengenai bentuk Avanza Facelift 2019 tersebut.

 
Berbeda dengan Avanza, ternyata Daihatsu Xenia 2018 masih diproduksi secara normal karena masih dipesan oleh konsumen. Hal itu diungkapkan oleh Amelia Chandra selaku Direktur Pemasaran PT ADM.

 
Produk kami, Xenia, masih diproduksi normal. Dalam satu bulan diproduksi sebanyak 2.500 unit lebih,” Kata Amelia di Jakarta (8/12).

 
Amelia Chandra menjelaskan apa yang menyebabkan Daihatsu Xenia tetap diminati konsumen meskipun peluncuran model terbaru sudah kian dekat dan bahkan sudah dikonfirmasi. Berikut beberapa poin berdasarkan penjelasan Amelia.

 

Xenia Paling Pas untuk Pasar Indonesia

Menurut kami, model Xenia adalah yang dikhususkan untuk pasar Indonesia dan paling pas untuk pasar Indonesia,” Jelas Amelia. Menurutnya itu merupakan hasil riset yang mereka lakukan pada konsumen otomotif Indonesia.

 

Fungsionalitas

Amelia mengatakan bahwa Xenia dibuat dengan memprioritaskan fungsi, bukan tampilan model saja. Jadi pembeli Xenia lebih mementingkan fungsi dan keandalan Xenia sebagai alat transportasi.

Kalau yang lain banyak yang memprioritaskan model. Tetapi kami justru memprioritaskan fungsi, jadi tetap saja jadi pilihan,” Ujar Amelia.

 

Efisiensi Bahan Bakar Teruji

Amelia juga mengklaim bahwa salah satu penyebab Xenia model lama tetap diminati adalah karena efisiensi bahan bakar yang teruji keiritannya. Hal itu masuk akal karena Xenia bermesin 1300cc dan tetap punya tenaga yang kuat karena berpenggerak roda belakang.

 

Biaya Perawatan Murah

Biaya perawatan yang murah juga menjadi alasan yang diungkapkan Amelia Chandra. Ini juga jelas masuk akal, karena jaringan dealer yang luas, banyaknya suku cadang di pasaran dan banyaknya teknisi yang akrab dengan seluk beluk mobil Xenia dan Avanza.

Berdasarkan hasil riset kami, orang membeli Xenia bukan berdasarkan desain eksteriornya. Konsumen yang membeli Xenia karena efisiensi bahan bakarnya teruji, biaya perawatan murah, lalu baru desainnya,” papar Amelia.

 

Konsumen Rasional

Amelia menjelaskan bahwa konsumen Xenia adalah komsumen yang rasional, karena lebih mengutamakan kebutuhan terhadap fungsi kendaraan daripada sekedar model baru.

Ada konsumen yang terpengaruh dengan isu model baru. Akan tetapi konsumen Xenia itu rasional. Lebih memprioritaskan kebutuhan ketimbang model baru,” tutup Amelia.

Hal itu wajar, karena Xenia banyak dibeli sebagai mobil komersil, seperti kendaraan operasional perusahaan, rental atau armada taksi, sedangkan konsumen yang terpengaruh model adalah di segmen mobil keluarga yang jumlahnya terbatas dan sudah banyak kompetitor.

 
Baca juga: Avanza Xenia 2019 Bukanlah Generasi Baru, tapi Hanya Facelift!

 
Demikianlah pemaparan dari petinggi PT ADM mengenai Xenia model 2018 yang masih diminati. Namun secara perlahan, penjualan Xenia tetap menurun selama 3 bulan terakhir, dimana angka penjualan pada Agustus 2018 sebanyak 2.705 unit, September menjadi 2.051 unit, dan pada Oktober turun lagi ke 1.919 unit. Mungkin itu juga ada pengaruh dari isu peluncuran model baru Avanza Xenia 2019.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Tulis Komentar