Inden Xpander kini Lebih Cepat, MMKSI tingkatkan Kapasitas Produksi

CaruserMagz.com – Mitsubishi Xpander dapat dibilang mengulang kesuksesan Toyota Avanza di saat awal kehadirannya, yaitu pesanan yang membludak hingga waktu inden jadi lebih lama. Walau tidak seperti Avanza pada tahun 2004 yang waktu indennya mencapai 6 bulan, Xpander cukup fenomenal dengan waktu inden yang sempat mencapai 5 bulan.
 

Waktu inden yang lama tersebut lebih karena tidak seimbangnya antara pemesanan dengan kapasitas pabrik milik PT MMKSI di Bekasi. Dimana kapasitas produksi adalah 80.000 unit per tahun, atau hanya sekitar 6.600 unit/bulan. Sedangkan hanya dalam waktu 2 minggu setelah peluncuran, SPK yang telah diajukan pelanggan menyampai angka 11.500 unit.
 

Belum lagi Mitsubishi Xpander mulai diimpor ke beberapa negara tetangga, yang artinya pelanggan di dalam negeri kini bertambah saingannya dalam menunggu unit yang mererka pesan selesai dibangun.
 

Untuk memenuhi pesanan pelanggan, PT MMKSI telah melakukan peningkatan kapasitas produksi hingga mampu merakit 10.000 unit/bulan, atau artinya sekitar 120.000 unit per tahun.
 

Peningkatan kapasitas tersebut berhasil mempersingkat waktu inden Xpander, yang sebelumnya sempat 5 bulan, kini hanya 2 bulan saja. Karena 75% dari produksi diprioritaskan untuk pelanggan dalam negeri, sisanya baru untuk impor.
 

“Pada bulan Juli (2018) ini kami perkirakan jumlah yang sudah disupply hampir mencapai 60 ribu unit, sementara jumlah inden dari pertama pelucuran mencapai 80 ribu unit. Sisanya tidak akan lama, mungkin tinggal menunggu sekitar 2 bulan,” jelas Imam Choeru Cahya, selaku Kepala Sales dan Marketing PT MMKSI.
 

Dengan waktu inden yang kian cepat, MMKSI berharap pelanggan yang berniat membatalkan SPK mengurungkan niatnya. Banyaknya godaan dari brand lain seperti hadirnya Toyota Rush dan Daihatsu Terios generasi kedua serta brand pendatang baru dengan Wuling Cortez, sedikit banyak berpengaruh pada calon pembeli Xpander.
 

Imam Choeru mengakui memang ada beberapa calon pembeli Xpander yang membatalkan SPK, namun menurutnya lebih karena mereka ingin unitnya cepat datang agar bisa digunakan untuk mudik lebaran.
 

“Ada (yang membatalkan SPK), khususnya saat Lebaran kemarin. Mereka memutuskan membatalkan pemesanan karena memang mobilnya digunakan untuk mudik,” ungkap Imam.
 

Mitsubishi Xpander sempat mengalahkan kedigdayaan Toyota Avanza sebagai mobil terlaris di Indonesia dari bulan Februari hingga Mei 2018. Walau tak berlangsung lama, karena pada akhir bulan Juni, Avanza kembali unggul dalam angka distribusi dari pabrik ke dealer tersebut.
 

Untuk kembali merebut tahta raja MPV di Indonesia, pihak MMKSI telah menyipakan Xpander varian baru yang lebih menyasar kalangan menengah ke bawah, yaitu tipe GLS yang bertransmisi otomatis.

 
Varian matic dengan harga lebih terjangkau tersebut diharapkan bisa menambah angka penjualan Xpander. Xpander GLS matic tersebut akan diluncurkan di ajang GIIAS 2018.
 

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it.”

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Tulis Komentar