BlackBerry dan Amazon Kerjasama Buat Perangkat Lunak Mobil Pintar

BlackBerry IVY - Kerjasama BB dan Amazon untuk Mobil Pintar

CaruserMagz.com – Bagi kalian generasi millenial tentu kenal dengan merek handphone BlackBerry (BB). Sebelum WhatsApp menguasai tren berkirim pesan dengan data internet, BlackBerry-lah yang berkuasa dengan BlackBerry Messenger-nya yang akrab dikenal dengan singkatan BBM. Sekitar tahun 2010 hingga 2013 di Indonesia, hampir semua orang memiliki telpon selular BB, karena untuk bisa menggunakan BBM, harus memiliki ponsel BB dan tren saat itu adalah bertukar PIN BBM.

Setelah hadirnya smartphone layar sentuh, orang-orang mulai beralih ke perpesanan WhatsApp. BB sepertinya tidak berusaha mengikuti tren smartphone ini. Kemudian merek telpon genggam asal Kanada tersebut tenggelam dimakan zaman, hingga mungkin banyak generasi zaman-now yang tak mengenalnya. Kejayaan ponsel Blackberry yang terkenal dengan keyboard QWERTY terlibas oleh popularitas ponsel layar sentuh bersoftware milik Apple dan Google dengan Android-nya.

Ternyata perusahaan teknologi ini tidak benar-benar hilang, eksistensinya masih ada dan kini mulai mencari peluang lain untuk kembali eksis mendunia. Baru-baru ini BlackBerry mengumumkan kerjasamanya di bidang teknologi otomotif dengan Amazon, perusahaan teknologi dan E-Commerse terbesar di Dunia.

BlackBerry dan Amazon Kerjasama
BlackBerry dan Amazon Kerjasama

Ternyata BlackBerry banting setir ke teknologi software mobil pintar setelah pensiun dari membuat telepon pintar. Kerjasama dengan Amazon tersebut adalah mengembangkan sistem cloud computing (komputasi awan) untuk mobil cerdas di masa depan.

Layanan cloud yang mereka bangun direncanakan dapat digunakan oleh merek mobil apapun, selama sistemnya dihubungkan melalui internet. Sistem pintar tersebut digunakan untuk menganalisa data dari sensor pada mobil secara real-time, kemudian memberikan informasi yang berguna bagi pengemudi.

Layanan cloud yang akan dibangun kedua perusahaan teknologi ini merupakan platform Intelligent Vehicle Data yang diberi nama “BlackBerry IVY“. Perangkat lunak ini melakukan sinkronisasi data dengan komputasi cloud milik Amazon Web Service (AWS).

Dalam defisini resmi yang ditulis pada website kedua perusahaan tersebut, dituliskan bahwa BlackBerry IVY adalah platform perangkat lunak terkoneksi dengan cloud yang akan memungkinkan produsen mobil untuk menciptakan pengalaman pengemudi dan penumpang yang dipersonalisasi serta meningkatkan pengoperasian kendaraan yang terhubung dengan teknologi BlackBerry QNX dan AWS yang baru.

BlackBerry IVY - Ilustrasi Data Processing
BlackBerry IVY – Ilustrasi Data Processing – Sumber: aws.amazon.com

BlackBerry IVY mengumpulkan data mobil dan prilaku berkendara secara real-time, lalu dengan cepat mengolah data tersebut pada platform cloud. Kemudian mengirim hasil komputasinya pada pengemudi yang terhubung, hingga mereka bisa memanfaatkan layanan data yang disediakan IVY sesuai kebutuhan.

Contoh dari layanan yang disediakan BlackBerry IVY antara lain bisa:

  • Peringatan pada pengemudi jika sistem melihat kondisi jalan berbahaya seperti salju, kondisi jalanan buruk, lalu lintas padat di depan.
  • Menyediakan informasi kapasitas baterai mobil listrik yang tersisa, serta menyarankan lokasi pengisian listrik yang paling sesuai, hingga menyediakan layanan booking slot di stasiun pengisian baterai lsitrik.
  • Bagi orang tua, IVY bisa memberikan informai perilaku mengemudi anak-anak mereka.
  • Menganalisa kondisi mobil mengenai komponen-komponen apa yang bermasalah, dari ribuan komponen mobil yang bekerja secara sinergi. Sehingga memudahkan pemilik mobil dalam perawatan mobilnya.

Baca juga:

Kepala eksekutif BlackBerry, John Chen, dalam rilis bersama dengan Amazon mengatakan bahwa perangkat lunaknya ini dapat digunakan oleh produsen mobil manapun. Sehingga perusahaan-perusahaan carmaker bisa menawarkan layanan baru pada konsumennya. IVY juga diproyeksikan menjadi platform “toko aplikasi” untuk mobil pintar.

Pengumuman ini meningkatkan nilai saham Blackberry secara signifikan, melonjak hingga lebih dari 50%, menjadi hampir 9 dolar Amerika Serikat. BlackBerry beralih untuk berkonsentrasi pada pengembangan perangkat lunak setelah tersingkir dari pasar telpon seluler. Nampaknya keputusan banting setir ini mulai membuahkan hasil.

Yayan Abdhi

Yayan Abdhi

"Pecinta otomotif yang lebih suka menulis, ketimbang berbicara di depan kamera. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Dukung saya untuk terus menulis artikel-artikel bermamfaat dengan membagikan artikel ini di akun media sosial Sobat."

Tulis Komentar