Mercedes dan BMW Bekerjasama Bangun Mobil Otonom dan Mobility Service

CaruserMagz.com – Dalam peluncuran 4 mobil baru Mercedes Benz di Geneva Motor Show 2019, Dieter Zetsche selaku Chairman of the Board of Management of Daimler AG, menjelaskan bahwa Mercedes Benz telah memulai kerjasama dengan BMW dalam Mobility Service dan teknologi mobil otonom.

 
Dua rival terbesar dalam persaingan di segmen mobil premium tersebut kini bekerjasama. Kedua brand Jerman yang notabene adalah tetangga dalam satu negara tersebut memang terkenal dengan persaingan sengit di semua segmen mobil mewah.

 
CEO Daimler-Mercedes Benz, Dieter Zetsche mengatakan bahwa pihaknya telah mengumumkan joint-venture tersebut kurang dari dua minggu sebelum ajang Geneva Motor Show 2019.

 
Bentuk kerjasama Mercedes-BMW yang pertama adalah Mobility Service Merging atau penggabungan 14 service outlet, software dan hardware dalam satu paket dan investasi sebesar 1 Miliar Euro. Kerjasama service tersebut dikatakan untuk memberi mamfaat pada 60 juta pelanggan aktif di seluruh dunia.

 

Kerjasama Mercedes Benz dan BMW dijelaskan pada Geneva Motor Show 2019
Kerjasama Mercedes Benz dan BMW dijelaskan pada Geneva Motor Show 2019

Baca juga: Ini Spesifikasi dan Harga SUV Mercedes Termurah di Indonesia

 
Selain itu, Mercedes Benz dan BMW juga akan bekerjasama membangun berbagai teknologi otomotif masa depan, khususnya mobil otonom.

 
Dieter Zetsche menyebutnya sebagai Next Generation Driving Features dan Future Aoutonomous Technologi. Kedua raksasa otomotif Jerman tersebut akan berbagi teknologi demi mewujudkan mobil tanpa pengemudi.

 
Menurutnya, tujuan utama dari kerjasama tersebut adalah untuk menghasilkan sistem mobilitas dengan tingkat keamanan tertinggi dan pengalaman konsumen yang terbaik.

 
Goal bersamanya adalah untuk membangun sistem yang dapat diskalakan dengan standar keamanan tertinggi dan pengalaman pelanggan yang luar biasa, untuk itu kami telah setuju untuk memperluas kerjasama ini dengan perusahaan-perusahaan lainnya, itu artinya kompetisi akan berakhir,” papar Dr. Zetsche.

 
Namun bukan berarti akan menghilangkan sepenuhnya kompetisi yang telah lama dilakukan, karena kompetisi tetap baik untuk menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi. Kedua brand luxury tersebut tetap akan berusaha saling mengungguli untuk menjadi yang terbaik di dunia.

 
Kini kami telah sepenuhnya sepakat bahwa siapa yang seharunya menjadi yang nomor satu dalam mobility services dan autonomous mobility. Kami juga sepakat untuk tidak setuju tentang siapa yang membangun mobil terbaik di dunia,” Jelas CEO Daimler tersebut.

 
Ada area dimana kami akan kuat bersama-sama, namun ada beberapa area dimana kompetisi membuat perbedaan yang jelas,” tutupnya mengakhiri penjelasan tetang joint-venture Mercedes Benz dengan BMW.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
Loading...

Tulis Komentar