Spesifikasi dan Fitur Datsun Redi Go India, Mungkinkah masuk Indonesia?

CaruserMagz.com – Datsun Redi Go merupakan produk ke dua setelah Datsun Go Panca dari brand legendaris ‘Datsun’ yang dibangkitkan kembali oleh Nissan Motors pada tahun 2014.

 
Datsun Redi Go ini sudah mulai didistribusikan dan bisa dijumpai di dealer-dealer di India pada pertengahan bulan Mei 2016, lebih dulu beberapa hari dari peluncurannya yang direncanakan pada tanggal 1 Juni 2016. Foto di atas diambil oleh Goanwheels.com dari salah satu dealer Datsun di daerah Goa, India.

 
berikut ulasan kami mengenai spesifikasi, desain dan fitur Datun Redi-Go:

 

Spesifikasi Mesin dan Transmisi

 
Datsun Redi Go ini dibuat berdasarkan platform Renault Kwid dan diberi dapurpacu yang sama dengan Kwid, yaitu mesin 3 silinder sebesar 800cc. Mesin kecil ini menghasilkan tenaga maksimum 54HP pada 5700 rpm dan torsi 72 Nm pada 4400 rpm.

 
Dengan berat 760kg saja, atau lebih ringan 25 kg dibanding Renault Kwid, Datsun Redi Go ini diklaim mampu menghemat bahan bakar hingga 25km/liter. Layaknya Datsun Go Panca, supermini Datsun ini hanya tersedia dengan tipe transmisi manual 5 percepatan.

 

Fitur Datsun Redi Go

 
Datsun Redi Go ini dibuat sebagai mobil murah dan untuk pembeli pemula, sehingga konsumen tidak bisa berharap banyak pada build quality yang bagus dan fitur-fitur yang lengkap.

 
Namun fitur-fiturnya sudah cukup kekinian, seperti adanya LED-DRL pada bumper depan, power steering, audio system yang sudah ada koneksi USB dan AUX walau masih single din, serta adanya pemutar CD, lumayan untuk ukuran mobil murah.

 
Sedangkan power windows, sama halnya dengan Datsun Go Panca, hanya disediakan untuk pintu depan saja, sedangkan pintu baris kedua masih manual (engkol). Untuk fitur keamanan, ada sabuk pengaman di setiap kursi dan airbags untuk pengemudi saja.

 
Sama dengan Datsun Go, sabuk pengaman untuk kursi belakang masih tidak otomatis, sehingga harus ditarik secara manual saat dikencangkan.

 
Sedangkan fitur pengaturan suhu ruangan (AC), Redi Go versi India ini sudah cukup lengkap, yaitu sudah ada pendingin dan heater, pengaturan besar kecilnya hembusan udara, arah hembusan udara dan pengaturan sirkulasi udara. Fitur AC ini dapat dikatakan sangat lengkap untuk ukuran mobil murah dan kecil.

 
Sayangnya, jika mengingat Datsun go Panca, mobil Datsun yang dibuat untuk pasar Indonesia, biasanya terlalu banyak fitur yang dihilangkan namun dijual dengan harga sekitar 25% lebih mahal dibanding versi India.

 

Dimensi dan Pilihan Warna

 
Dimensi mobil ini memang kecil sekali dan hanya cocok untuk maksimal 4 penumpang, Panjangnya 3,429 mm, Lebar 1,560 mm dan tinggi 1,541 mm. namun ada kelebihan Redi Go dalam hal dimensi, yaitu ground clearance yang cukup tinggi, yaitu 18,5 cm, ini lebih tinggi dibanding Datsun Go Panca. Sehingga daya jelajahnya akan cukup memadai. Dapat dikatakan Datsun Redi Go ini merupakan LCGC Crossover.

 
Sedangkan pilihan warna, untuk pasar India disediakan 5 pilihan, yaitu: Putih, Silver, Merah Ruby, Hijau Lemon dan Bronze (Keemasan).

 

Harga Datsun Redi Go

 
di India, Datsun Redi Go akan bersaing dengan saudara satu groupnya Renault Kwid, juga dengan Hyundai Eon dan Maruti Alto 800 Facelift. Harga mobil kecil ini dibandrol INR 2,5 – 3,5 Lakh atau sekitar 50 – 70 Juta Rupiah.

 
Datsun Redi Go sudah mulai bisa dipesan oleh konsumen India dengan biaya booking sebesar INR 5000 atau sekitar 1 Juta rupiah. Jika membandingkannya dengan sejarah perbedaan harga antara Datsun Go Panca Indonesia dan India, kemungkinan di Indonesia, mobil ini akan berharga sekitar 62 hingga 88 Juta Rupiah. Cukup murah bukan?

 

Desain

 
Mengingat mobil konsepnya yang dikeluarkan pada tahun 2015, mobil konsep Redi Go ini cukup atraktif, dengan sporty alloy wheel yang gagah dan ornamen LED pada head lamp membuat kita membayangkan mobil ini adalah Crossover bertenaga yang menawan. Namun sudah jamak bahwa mobil konsep merupakan versi yang mustahil dijual ke konsumen.

 
Versi komersil dari mobil mungil ini membuat kita mengelus dada, baik eksterior maupun kualitas interiornya. Tentunya jika versi komersil dibuat sebagus mobil konsep, kemungkinan mobil ini akan kurang laris karena harganya menjadi tidak terjangkau, apalagi di pasar otomotif India yang lebih mengutamakan fungsionalitas daripada style.

 
Eksterior Redi Go cukup kental kesan under quality-nya. Sebenarnya bentuk eksteriornya cukup menarik dengan garis-garis aerodinamis dan wajah yang cukup gagah. Sayangnya dilihat dari samping, velg kaleng dan spion tipis berwarna hitamnya memberi kesan murahan.

 
Bagian belakang Datsun Redi Go ini jika kita perhatikan, sedikit mirip KIA Picanto atau morning, lengkungan yang proporsional memberi kesan crossover yang lebih kental dibanding sebuah mini hatchback. Warna hitam pada bumper depan dan belakang juga menambah kesan crossover pada mobil ini.

 
Kualitas interiornya sangat mirip dengan apa yang ada pada Datsun Go Panca, plastik keras dan kasar serta warna abu-abu yang sangat berkesan murah, merebak diseluruh dashboard dan doortrimnya.

 

Dashboard Datsun Redi Go
Dashboard Datsun Redi-Go

Positifnya, desain interior Regi-Go sudah lebih baik jika dibandingkan dengan Datsun Go Panca. Kursi depannya sudah terpisah, tuas transmisi dan cup holder berada di konsol tengah serta tuas rem tangan sudah layaknya mobil di masa kini, tidak seperti pada Go Panca yang kabin depannya seperti mobil jadul.

 
Head rest masih tidak adjustable, namun pada kursi belakang headrest-nya sudah lebih tinggi dibanding milik datsun go panca yang hanya seperti gundukan kecil.

 
Jika masuk ke pasar Indonesia, mungkin mobil ini akan cukup laris seperti kakaknya Datsun Go/Go+ Panca dan bisa menjadi alternatif untuk LCGC bagi pembeli pemula, jika Datsun Go Panca akan naik kelas menjadi small hatchback non-LCGC. Mari kita tunggu saja kabar dari ATPM Datsun Indonesia.

 
Salam Otomotif!

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
Profile Photo - Yayan Abdhi - Carusermagz

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it.”

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Tulis Komentar