Kevin Rice: Mazda RX-Vision akan dibuat, jika ada pembelinya

Share
CaruserMagz.com – Kehebohan tentang isu akan kembalinya mesin rotary Mazda mulai berhembus kencang sejak Mazda memperkenalkan mobil konsep Mazda RX-Vision. Akan seperti apa penampakan mobil sport Mazda yang menggendong mesin legendaris tersebut? Menurut petinggi Mazda kehadiran kembali mesin rotary adalah mungkin, tapi cukup sulit. Dari perkataannya, ada nada pesimis dari petinggi Mazda tersebut bahwa project pengembalian mesin rotary ini akan berhasil.

 

Direktur desain Mazda ‘Kevin Rice’ mengatakan kepada Top Gear, bahwa mobil sport baru Mazda yang bertenaga mesin rotary ini merupakan penerus Mazda RX-8 yang sekarang sedang dikerjakan oleh perusahaannya.

 

Tetapi dia menyatakan bahwa Mazda hanya akan memproduksi mobil tersebut, jika ada orang yang akan membelinya, artinya jika pemesanan tidak mencapai jumlah minimum yang diharapkan, maka kemungkinan mobil ini tidak akan diproduksi.

 

Indikasi pertama yang menunjukkan pada kelahiran kembali mesin rotary adalah ketika Mazda meluncurkan Mobil konsep RX-Vision di Tokyo Motor Show pada bulan Oktober 2015.

 

Meskipun pada awalnya pembuatan mobil konsep ini dimaksudkan sebagai studi desain murni, Namun istilah ‘RX’ pada nama mobil tersebut jelas menunjuk ke arah mesin rotary dan rumor tersebut makin kencang.

 

Berbagai pemberitaan pada awal tahun 2016 menyebutkan bahwa Mazda sedang mengerjakan sebuah mesin rotary baru, ketika perusahaan otomotif tersebut resmi mematenkan sebuah mesin baru, dengan kode SkyActiv-R.

 

 

Mazda: “Kami tidak akan berhenti dengan RX-8 saja”

 

Kevin Rice: “Tidak ada pihak lain yang akan mengembangkan mesin rotary. Kami pikir kami bisa mendapatkan sesuatu yang baik dari apa yang kami lakukan, tapi kami tidak pernah berhenti mengembangnya. Kami tidak hanya berhenti dengan RX-8 saja.

 

Rice mengakui bahwa meskipun Mazda yakin dapat mengatasi kelemahan mesin rotary, memastikan setiap mobil bermesin rotary di masa depan lebih ekonomis, merupakan tantangan berbeda yang terus mereka kerjakan. Masalah target emisi yang makin ketat menjadi kesulitan terbesar dalam pengembangan mesin rotary saat ini, namun Mazda yakin suatu saat mereka bisa mengatasi hal tersebut.

 

Tapi ia menyatakan bahwa jika ada cukup permintaan dari pembeli, maka perusahaannya akan menanggapi dengan baik dan menyiapkan Mazda RX-Vision untuk untuk diproduksi.

 

Dia mengatakan: “Di ruang belakang dari rumah Mazda, kami masih mengembangkan mesin rotary, dan ketika dunia siap untuk membeli rotary, kami akan siap untuk memberikan itu.

 

Sekilas tentang Mesin Rotary

 

Mesin rotary pertama kali dikembangkan oleh seorang insinyur otomotif asal Jerman yang bernama Felix Wankel, sehingga pada awalnya mesin ini disebut sebagai ‘Mesin Wankel‘. Dia memulai penelitiannya pada awal tahun 1950an dan berhasil membuat mesin yang mampu difungsikan pada tahun 1957.

 

Mesin rotary adalah salah satu jenis dari mesin pembakaran (Combustion Engine), yang digerakkan oleh hasil pembakaran pada rotor berbentuk segitiga, rotor segitiga tersebut menggerakkan sumbu sebanyak 3 kali dalam satu cycle pembakaran.

 

Berbeda dari mesin bersilinder, mesin rotary lebih kompak dan ringan, sehingga mesin ini banyak digunakan pada mobil balap, pesawat terbang dan speed boat. Pada kendaraan roda 4, mesin rotary telah menjadi ikon bagi Mazda karena Mazda terus membuat mobil dengan mesin ini, walau pabrikan lain sudah meninggalkannya.

 

Kelemahan mesin rotary adalah emisi gas beracun yang kurang memenuhi standar emisi dan konsumsi bahan bakar yang kurang ekonomis. Kedua hal tersebut terjadi karena siklus pembakaran yang pendek pada mesin rotary yang simpel.

 

Salam Otomotif!

 

Yayan Abdhi

Yayan Abdhi

"Pecinta otomotif yang lebih suka menulis, ketimbang berbicara di depan kamera. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Dukung saya untuk terus menulis artikel-artikel bermamfaat dengan membagikan artikel ini di akun media sosial Sobat."

You may also like...

Tulis Komentar