Perusahaan Mobil Listrik Xiaomi Resmi Diumumkan, Ancaman bagi Tesla?

Xiaomi Redmi Car - Faw Bentun T77

CaruserMagz.com – Perusahaan Mobil Listrik Xiaomi resmi didirikan pada September 2021. Perusahaan raksasa teknologi asal China ini resmi mengumumkan pembentukan anak perusahaannya yang akan memproduksi mobil listrik dengan nama “Xiaomi EV Company Limited“.

Legalitas pendirian divisi khusus Xioami di industri mobil listrik ini diumumkan langsung oleh Lei Jun, sang pendiri sekaligus kepala eksekutif perusahaan raksasa teknologi China tersebut.

Tak main-main, untuk memasuki industri otomotif EV, Xiaomi menanam modal sebesar 10 Miliar Yuan atau sekitar USD $1,5 miliar atau sekitar Rp 21,3 trilyun.

Menurut sang pendiri Xiaomi, perusahaannya telah melakukan penelitian terhadap rantai industri dan pasar otomotif untuk mobil listrik sejak 5 bulan lalu. Jadi tidak butuh waktu lama bagi perusahaan teknologi untuk melakukan study kelayakan bisnis barunya itu.

Namun sebenarnya, rumor mengenai mobil listrik Xiaomi sudah kita dengar beberapa tahun lalu. Mengingat perusahaan China ini sangat agresif merambah industri manufaktur dan alat transportasi seperti sepeda dan motor listrik.

Sebagai klu awal atas pendirian divisi khusus otomotif Xiaomi ini, sudah diberikan dengan kemunculan prototipe Redmi Car pada tahun 2019 silam. Walau sebenarnya itu merupakan versi rebadge dari produk milik FAW China bernama Bentune T77 yang aslinya bukan mobil listrik.

Perusahaan mobil listrik xiaomi didirikan
Saat pengumuman prototipe Redmi Car di 2019

Langkah awal Xiaomi EV Company Ltd untuk memulai kegiatannya adalah membeli perusahaan startup teknologi mengemudi otonom bernama Deepmotion Tech pada akhir Agustus 2021 ini.

Dalam study-nya Xiaomi melakukan lebih dari 2.000 survei dan kunjungan ke lebih dari 10 mitra industrinya. Bahkan, Xiaomi telah merekrut 300 pegawai bagi divisi EV ini dari hasil seleksi terhadap sekitar 20 ribu pelamar yang mendaftar.

Baca juga: Arab Saudi Ingin Dirikan Perusahaan Produsen Mobil Listrik

Pengumuman ini tergolong berani, mengingat belum jelas dirinci mengenai akan seperti apa langkah kongkrit Xiaomi untuk membangun manufaktur mobil listriknya. Apakah akan membangunnya secara mandiri, atau menggandeng perusahaan otomotif yang sudah berpengalaman semisal SAIC, Toyota atau Hyundai.

Salah satu desas-desus yang berkembang, Xiaomi sedang dalam pembicaraan dengan Great Wall. Ada juga rumor bahwa Xiaomi sedang melakukan pendekatan pada raksasa otomotif Jepang, yaitu Toyota dalam usahanya memulai kiprahnya di bisnis EV. Namun semuanya belum jelas untuk dapat disimpulkan.

Ini tentu menjadi ancaman serius untuk masa depan Tesla khususnya di China. Pasalnya China adalah pasar otomotif terbesar dunia, dimana masyarakatnya sangat mencintai produk dalam negeri dan apalagi Xiaomi punya nama dan reputasi besar untuk kualitas produk yang baik.

Tulis Komentar