Arab Saudi Dirikan Pabrik Mobil Listrik, Negeri Petro Dollar Ingin jadi Produsen EV

CaruserMagz.comArab Saudi Dirikan Pabrik EV – Arab Saudi ternyata tertarik juga untuk menjadi pemain dalam industri mobil listrik. Negera petro dollar tersebut mulai menempuh langkah-langkah nyata untuk mendirikan pabrik mobil listrik.

Arab Saudi memang sedang dalam usaha untuk shifting dari ketergantungan pada industri migas ke industri beragam lainnya, mengingat bahan bakar fossil yang mulai menurun pamornya. sebagaimana dikonfirmasi oleh petinggi Sovereign-wealth fund (kedaulatan dana kekayaan kerajaan Arab Saudi).

Dalam hal industri otomotif, Arab Saudi lebih dikenal sebagai negara konsumen terbesar yang membeli mobil apa saja, khususnya mobil-mobil mahal dari Eropa. Ternyata para petinggi negara islam ini tertarik menjadi pemain utama di industri otomotif masa depan.

Untuk itu, pemerintah Arab Saudi berencana untuk mendirikan pabrik mobil listrik (EV) dengan merek sendiri. Artinya Arab Saudi ingin menjadi produsen, bukan sekedar konsumen seperti saat ini.

Baca: Mobil Listrik akan Makin Murah, hingga seperti Mobil Bensin saat ini

Sebelumnya Arab Saudi pernah mengakusisi saham Tesla pada tahun 2018. Namun akhirnya saham tersebut dijual pada akhir 2019 dan sepanjang 2020. Padahal pada awal 2021 saham Tesla melejit gila-gilaan.

Langkah awal dari niat tersebut, Arab Saudi telah menggandeng konsultan bonafit, termasuk Boston Consulting Group, guna mempelajari dan menetapkan langkah-langkah strategis untuk mulai menjadi produsen EV.

Selanjutnya Sovereign-wealth fund Kerajaan Arab Saudi dikabarkan telah menginvestasikan $1 miliar dollar AS (sekitar Rp 14 triliun) ke Lucid Motors dalam usaha Arab Saudi dirikan pabrik mobil listrik di kota Jeddah.

Lucid Motors
Mobil Listrik Lucid Motors

Lucid Motors adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang mengkhususkan diri di bidang mobil listrik, khususnya memproduksi baterai dan motor listrik untuk EV. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2007 dan berkantor pusat di Newark, California, AS.

Kepala Sovereign-wealth fund, Yasir Al-Rumayyan, mengatakan dalam jumpa pers di akhir Januari 2021 lalu, bahwa mereka ingin menyelesaikan kesepakatan pada tahun ini atau tahun depan untuk mulai pembangunan pabrik tersebut.

Pembangunan pabrik EV diperkirakan akan mulai pada akhir tahun 2021 ini, atau paling lambat tahun 2022 mendatang.