Memahami Istilah RON dan Oktan pada Bahan Bakar Kendaraan

CaruserMagz.com – Dulu kita hanya kenal dua nama untuk bahan bakar kendaraan, yaitu bensin dan solar, dan untuk bensin hanya ada premium. Namun di era sekarang ada banyak varian bahan bakar, seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertadex, dan lain sebagainya.

 
Belum lagi di kota-kota besar, sudah mulai menjamur SPBU yang menjual bahan bakar produk perusahaan luar negeri seperti Petronas dan Shell yang punya varian tak kalah banyak.

 
Lalu apa beda dari setiap varian bahan bakar minyak (bbm) tersebut? Produk mana saja bahan bakar yang cocok untuk mobil kita pada setiap brand bbm? Untuk mengetahuinya, kita perlu memahami berbagai terminologi atau istilah-istilah bahan bakar.

 
Istilah tersebut antara lain seperti nilai oktan, RON, Euro4, dan Euro5. Mari kita kupas makna terminologi tersebut, agar kita faham dalam memilih bbm yang cocok untuk kendaran kita.

 

Apa Pengertian RON dan Oktan?

 
Pembeda utama setiap varian bahan bakar seperti Premium, Pertalite dan Pertamax adalah nilai oktan, atau sering disebut RON yang merupakan singkatan dari Research Octane Number. Oktan berasal dari kata Oktana, yaitu senyawa utama dari bensin.

 
Secara sederhana, Pengertian RON adalah hasil mengukur kinerja bahan bakar bensin, yaitu seberapa banyak kompresi bahan bakar bensin dapat bertahan sebelum meledak. Mesin kendaraan bensin dengan rasio kompresi yang tinggi membutuhkan bahan bakar dengan angka RON yang lebih tinggi.

 

Apa efek menggunakan bbm oktan rendah?

 
Angka oktan menunjukkan hingga seberapa besar tekanan yang diberikan piston sebelum campuran bensin dan udara terbakar secara spontan. Jika bensin tersebut telah terbakar hanya karena tekanan, bukan karena percikan api dari busi maka terjadi knocking atau yang sering disebut mesin ngelitik.

 
Itulah mengapa pabrikan mobil mengeluarkan nilai Minimum RON untuk setiap mobilnya. Artinya, itu adalah standar yang dibutuhkan mesin mobil terhadap bahan bakar disesuaikan dengan rasio kompresi yang dihasilkan piston.

 
Maka mesin yang sering dipaksakan untuk menggunakan bbm dengan RON lebih rendah dari standarnya, akan lebih cepat rusak, karena pembakaran yang tidak stabil akan meninggal residu pada mesin. Jadi nilai Oktan bukan tujuannya utuk lebih hemat bbm, tapi efeknya pada mesin yang lebih harus diperhatikan.

 

Bagaimana dengan bbm Diesel (Solar)?

 
Sebenarnya pada bbm solar, istilah yang setara untuk Octane adalah Cetane. Mirip dengan bagaimana oktan dinilai, semakin tinggi peringkat cetane, semakin baik untuk mesin diesel. Bedanya adalah istilah ini tidak begitu lazim digunakan untuk bbm mesin diesel tersebut.

 

Namun perbedaan Solar, Bio Solar, Dexlite dan Pertadex adalah juga perbedaan nilai Cetane. jadi jika mobil sobat yang bermesin diesel sudah menetapkan standar bbm minimal, misalnya harus pakai Pertadex, maka sebaiknya jangan gunakan bbm dengan spesifikasi di bawahnya jika sobat tidak ingin mesin mobil sobat berumur lebih pendek dari seharusnya.

 
Baca juga:

 

Standar Eropa (Euro)

 
Standar-standar Eropa seperti Euro4 dan Euro5 merupakan standar untuk jumlah emisi gas buang kendaraan baru yang diproduksi di negara-negara anggota Uni Eropa (UE) dan Wilayah Ekonomi Eropa (EEA).

 
Semakin tinggi standar Euro dalam bahan bakar, artinya semakin bersih lingkungan dari emisi berbahaya yang disebabkan oleh kandungan sulfur pada bahan bakar. Emisi yang buruk dipercaya merupakan sebab utama terjadinya pemanasan global.

 

Standar terbaru adalah Euro5 yang menetapkan kandungan maksimum sulfur sebanyak 10 ppm (part per million). Standar tersebut efektif 5x lebih bersih daripada Euro4 yang menetapkan kandungan emisi maksimum sulfur sebesar 50 ppm.

 

Mengapa harus memilih bbm yang tepat untuk mobil?

 
Di Indonesia nilai RON untuk bbm adalah sebagai berikut: Premium (RON 88), Pertalite (RON 90), Pertamax (RON 92), Pertamax-plus (RON 95). Angka oktan tersebut sebenarnya lebih rendah dari standar yang ada di luar negeri, yaitu Reguler (RON 91), Premium (RON 95), dan Premium Plus (RON 97).

 
Maka bagi sobat pemilik mobil CBU yang biasanya punya standar oktan luar negeri, jangan gunakan bbm beroktan rendah seperti Premium dan Pertalite, jika tidak mau mesin mobil sobat berumur lebih pendek dari seharusnya.

 
Jenis mobil terbaru saat ini banyak dibuat oleh pabrikan dengan standar bbm dengan RON tinggi. Misalnya mobil LCGC diwajibkan menggunakan Pertamax atau lebih tinggi, jika tidak garansi mesin hangus. Hal tersebut menjadi masuk akal jika kita memahami pentingnya kualitas bbm disesuaikan dengan spesifikasi mesin.

 
Pabrikan mobil melakukan hal tersebut bukan untuk menyulitkan konsumennya dalam hal biaya operasional kendaraan, tapi lebih kepada mentaati peraturan pemerintah untuk lingkungan yang lebih baik terkait emisi.

 
Maka jika sobat sekarang lebih sering menggunakan premium atau pertalite, sebaiknya cek kembali standar RON bbm mobil sobat. Jika seharusnya menggunakan bbm RON 92 ke atas, maka mulai saat ini gantilah bbm mobil sobat ke Pertamax atau yang lebih mahal.

 
Salam Otomotif!

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
Loading...

Yayan Abdhi

Simply an Automotive Enthusiast who loves to express everything by texting.  Karyawan swasta yang menjadikan menulis sebagai hobby dan keseharian.  Semoga blog ini banyak membantu netizen yang membutuhkan informasi seputar otomotif.

Tulis Komentar