Langganan Raih Penghargaan Terbaik Dunia, Brand Mobil ini Tak Laku di Indonesia

CaruserMagz.com – Di kancah otomotif dunia, siapa yang tidak kenal merek KIA. Brand yang berada di bawah naungan grup Hyundai Motor Corporation tersebut menjadi langganan tetap penerima penghargaan bergengsi dunia untuk desain dan kualitas. Tak tanggung-tanggung, KIA sering menjadi yang terbaik bahkan mengalahkan brand-brand mewah seperti BMW, Mercedes-Benz, Ferrari, Lamborghini, Rolls Royce dan lain sebagainya.

 
Dua penghargaan paling bergengsi yang sering didapatkan KIA adalah Red-Dot Award untuk Desain terbaik dunia dan J.D. Power untuk kualitas dalam hal durabilitas serta minimnya keluhan pengguna mobil.

 
Kia Motors pertama kali menyabet penghargaan red-dot untuk desain pada tahun 2009, dengan hatcback uniknya bernama KIA Soul. Kemudian berturut-turut hingga tahun 2019, mobil-mobil Kia selalu masuk list sebagai mobil berdesain terbaik dunia.

 
Untuk penghargaan dalam hal kualitas, KIA pertama kali menumbangkan dominasi brand premium Eropa pada tahun 2016. Kemudian selanjutnya tidak pernah ketinggalan mobil KIA masuk dalam 5 besar sebagai mobil berkualitas terbaik dunia.

 
Di tahun 2019, tiga mobil Kia kembali menghiasai daftar penerima penghargaan Red-Dot Award, yaitu Kia Ceed Generasi ketiga, Ceed Sportwagon dan ProCeed. Hingga pertengahan 2019, Kia telah mengoleksi 24 penghargaan red-dot award. Selain itu, Kia juga mendapat tiga penghargaan iF Design Award pada tahun ini.

 

Kia Ceed raih Reddot Award 2019
Kia Ceed raih Reddot Award 2019

 
Tokoh di balik sukses Kia memborong berbagai penghargaan bergengsi tentu adalah sang maestro desain bernama Peter Schreyer. Kia sendiri lebih memusatkan desainnya di Eropa, khususnya di Jerman. Sehingga dalam hal desain dan kualitas, KIA berkiblat ke Eropa.

 
Selain Kia Ceed, beberapa model yang pernah menerima Award kelas dunia juga ada di Indonesia, misalnya Kia New Rio generasi ke-4 yang masuk nominasi mobil terbaik dunia 2017.

 
Namun sayangnya di Indonesia brand asal Korea Selatan ini seperti enggan untuk serius menjual produk-produk andalannya. Mobil yang atraktif seperti Kia Rio Generasi-4 terbilang jauh dari sukses di Indonesia, mobil ini dapat dikatakan tidak laku, berbeda dari Rio generasi ke-3 yang cukup diminati di zamannya.

 
Alih-alih berkembang, penjualan Kia di Indonesia makin terjun bebas. Karena dalam hal harga, mobil-mobil Kia yang dijual secara CBU terbilang sangat mahal untuk konsumen Indonesia. Sedangkan resale-value nya turun drastis mengingat brand image yang tidak berhasil didongkrak walau telah puluhan tahun berada di pasar Indonesia.

 
Permasalahan kesulitan mendapatkan sparepart bagi konsumen yang telah memiliki mobil-mobil Kia, juga kian memperburuk rasa percaya diri konsumen baru untuk membeli mobil Kia. Apalagi ditambah keluhan konsumen yang mengalami down-time mobil yang sangat lama. Parahnya inden pemesanan sparepart slow moving yang berbulan-bulan dengan mudah terpublikasi lewat sosial media.

 
Kabar terakhir Brand Kia di Indonesia kini dibawah grup IndoMobil yang juga memegang brand Nissan saat ini. Semoga saja ada perbaikan dalam inovasi dan pelayanan pada konsumen, sehingga kelak, produk-produk berkualitas tinggi dan berdesain atraktif dari brand Korea ini dapat dinikmati oleh konsumen Indonesia.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
Loading...

Yayan Abdhi

Simply an Automotive Enthusiast who loves to express everything by texting.  Find more about me through below Social Media Buttons.  Semoga blog ini banyak membantu netizen yang membutuhkan informasi seputar otomotif.

Tulis Komentar