Lamborghini Aventador Masa Depan jadi Mobil Listrik, Makin Buas dengan 1172 Tenaga Kuda

CaruserMagz.com – Lamborghini akhirnya menyerah untuk mempertahankan teknologi combustion engine murni pada mobilnya. Walau sebelumnya petinggi pabrikan supercar eksotis tersebut sempat mengatakan bahwa mereka masih terlalu cinta pada mesin bakar murni dan belum ada rencana melakukan elektrifikasi pada produknya.

 
Stefano Domenicali selaku CEO Lamborghini mengakui dalam pernyataannya pada media bahwa teknologi Plugin Hybrid Electric Vehicles (PHEV) akan diterapkan pada mobil-mobil Lamborghini dalam waktu dekat.

 
Model pertama yang akan segera dielektrifikasi tersebut adalah Lamborghini Aventador. Menurut Domenicali target peluncuran Aventador PHEV adalah tahun 2021, kemudian disusul model-model lainnya seperti Huracan.

 
Mungkin sekitar 2021, dengan penggantian Aventador yang akan menambahkan motor listrik ke mesin V-12,” kata Domenicali pada Media Otomotif.

 
Hal yang sama akan terjadi kemudian pada V-10 family ketika kami mengganti Huracan. Model plug-in adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan kinerja dan menjaga suara mesin Lamborghini, di lain sisi sekaligus mengurangi emisi,” Tambahnya.

 
Kabar gembiranya bagi pecinta supercar bertenaga buas adalah penggabungan mesin V10 dan teknologi PHEV pada Huracan akan membuatnya memiliki 985 daya kuda. Sedangan kombinasi mesin V12 milik Aventador masa depan dengan teknologi listrik tersebut akan menghasilkan 1.172 daya kuda.

 
Pengembangan teknologi powertrain tersebut akan dipimpin Porsche yang menggantikan posisi Audi diperkirakan sejak Januari 2019. Porsche juga dikabarkan sedang mengembangkan platform khusus supercar listrik untuk Audi dan Lamborghini. Sedangkan untuk supercar full electric diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 7 tahun lagi.

 
Penyematan teknologi hybrid pada Crossover Lamborghini Urus juga sudah masuk dalam rencana. Namun Domenicali menyatakan bahwa prioritas pihaknya adalah memenuhi permintaan SUV sejuta umatnya tersebut.

 
“Kami masih mengerjakan (rencana powertrain hybrid untuk Urus) ini, tetapi kami telah menyelaraskan prioritas kami. Pertama dan terpenting, kami harus meningkatkan produksi Urus, dan menambahkan varian powertrain yang sangat kompleks untuk membangun tidak membantu,” kata Domenicali.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Tulis Komentar