Kronologi Pelarian Ghosn dari Jepang Diungkap, dalam Koper dan Dibantu Warga AS yang Diupah Rp 18,5 Miliar

Pelarian Ghosn mantan Bos Nissan Diungkap di Pengadilan

Misteri pelarian Ghosn dari Jepang diungkap. Seperti action movie, Carlos Ghosn dilarikan dari Jepang ke Lebanon oleh Mantan pasukan khusus AS yang diupah $ 1,3 juta, dengan dimasukkan dalam Koper besar.

CaruserMagz.com – Skandal petinggi aliansi Nissan, Carlos Ghosn adalah kehebohan dunia otomotif tingkat global abad ini hingga saat ini. Skandal tersebut disebut Pemerintah Jepang sebagai penggelapan pajak dan penipuan finansial luar biasa, di sisi lain pihak Ghosn menganggap ini sebagai konspirasi dan persekusi politik tingkat tinggi untuk menyingkirkan dia dari tampuk kekuasaan perusahaan Jepang tersebut yang telah dia pegang sekitar 20 tahun.

Karena merasa tidak mungkin memperoleh keadilan dari pengadilan di Jepang, Carlos Ghosn mengambil risiko besar dengan memilih melarikan diri dari penjara Jepang yang menahannya. Alhasil Ghosn menjadi buronan internasional yang diburu interpol dan Pemerintah Jepang.

Seperti dikababarkan oleh BBC, Ghosn melarikan diri dari Jepang pada 29 Desember 2020, lalu muncul ke publik di Lebanon pada tanggal 8 Januari 2021 dengan menyampaikan pernyataan pada media. “Saya telah lolos dari ketidakadilan dan penganiayaan politik“, ujarnya.

Ghosn menolak menjelaskan bagaimana dia melarikan diri dari Jepang. Namun dia mengakui bahwa dia sendiri yang merancang pelarian tersebut, sejak beberapa bulan sebelum eksekusi. Banyak media berspekulasi bahwa pelarian tersebut dirancang oleh istri Ghosn, namun kedua pasangan tersebut membantah dengan keras.

Proses detail pelarian mantan bos Nissan tersebut terungkap setelah eksekutor yang membantu Ghosn tertangkap, diekstradisi ke Jepang dan diadili. Eksekutor tersebut adalah 2 orang lelaki berkewarganegaraan Amerika Serikat yang merupakan bapak dan anak.

Sang Bapak adalah veteran atau mantan pasukan khusus Amerika Serikat berusia 60 tahun yang bernama Michael Taylor dan putranya Peter Taylor, 28 tahun.

Carlos Ghosn mantan Bos Nissan yang jadi Buronan Internasional
Carlos Ghosn mantan Bos Nissan yang jadi Buronan Internasional

Kronologi Pelarian Ghosn

BBC melaporkan kronologi pelaian Ghosn pada 8 Januari 2021, sebagaimana disiarkan TV Jepang NHK. Laporan itu didapat dari hasil rekaman CCTV di lokasi-lokasi Ghosn dan eksekutor yang membantunya terlihat.

The Wall Street Journal, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengabarkan bahwa rencana pelarian ini telah disusun dengan sangat hati-hati oleh tim yang dibentuk secara khusus, termasuk melibatkan kaki-tangan Ghosn yang berkewarganegaraan Jepang.

CCTV menunjukkan Ghosn meninggalkan rumahnya dan berjalan sekitar 800 meter ke hotel terdekat di tengah hari pada 29 Desember 2020. Kemudian dia bertemu dengan dua pria, yang belakang diketahui berkewarganegaraan Amerika.

Tiga orang tersebut kemudian naik kereta ke Osaka, lalu memasuki hotel dekat bandara internasional Kansai. Dua jam kemudian, dua pria Amerika itu terlihat pergi dengan dua koper besar. Carlos Ghosn tidak terlihat bersama dua pria tersebut, disinilah dugaan bahwa Ghosn berada di dalam salah satu koper.

Ghosn diangkut dari bandara Sakai menggunakan jet pribadi menuju Istanbul, yang kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Beirut, Lebanon. Pesawat jet tersebut tiba di Beirut sekitar pukul 04:00 dini hari, tanggal 30 Desember 2021.

Eksekutor Pelarian Ghosn Tidak Membantah

Jaksa Amerika Serikat menyebut pelarian Ghosn sebagai salah satu aksi nyata paling lihai dengan perencanaan paling apik dalam sejarah. Hal seperti itu biasanya hanya terjadi di film fiksi action movie.

Dalam pengadilan di Tokyo pada Senin 14 Juni 2021, kedua pria Amerika tersebut mengatakan bahwa mereka tidak menyanggah atau keberatan dengan tuduhan yang diajukan oleh jaksa. Untuk aksinya, mereka diancam hukuman penjara tiga tahun maksimal.

Dalam pengadilan tersebut, Jaksa penuntut menuduh bahwa untuk aksi berani dua pria itu dalam mengorganisir dan mengeksekusi pelarian Ghosn ke Lebanon dari Bandara Kansai pada Desember 2019 lalu, mereka menerima upah sebesar US $1,3 juta (sekitar Rp18,5 miliar).

Kondisi Selanjutnya

Mantan pahlawan Nissan tersebut kini menjadi buronan internasional bagi Jepang. Dia kembali ke negara asalnya Lebanon yang tidak memiliki traktat ekstradisi dengan Jepang. Sehingga Lebanon dapat menolak untuk mengekstradisi Ghosn dari negaranya.

Ghosn juga mendapat dukungan yang luas dari publik Lebanon, yang tentu itu membuatnya lebih aman. Prancis juga menyatakan tidak akan mengekstradisi Ghosn jika dia berpergian ke Prancis, karena Ghosn juga memegang kewarganegaraan Prancis.

Sementara Turki telah meluncurkan penyelidikan atas insiden persinggahan Ghosn di Istanbul. Media lokal Turki melaporkan tujuh orang telah ditangkap, empat pilot, seorang manajer perusahaan kargo dan dua pekerja bandara.

Poster Dukungan Terhadap Ghosn di Lebanon
Poster Dukungan Terhadap Ghosn di Lebanon – Sumber: BBC

Siapa Carlos Ghosn?

Carlos Ghosn memegang 3 kewarganegaraan, yaitu Brazil, Lebanon dan Prancis. Hal itu terjadi karena Ghosn lahir di Brazil dari orang tua keturunan Lebanon yang berkewarganegaraan Prancis.

Setelah selesai kuliah di École Polytechnique dan lanjut di École de Mines de Paris, Prancis, Ghosn memulai karirnya dengan bekerja di produsen ban ternama, Michelin. Dia sempat ditugaskan di Prancis dan Brasil.

Ghosn kemudian bergabung dengan Nissan pada tahun 1999, setelah Renault membeli saham di produsen mobil Jepang tersebut. Dia kemudian menjadi pemimpin eksekutif Nissan pada 2001.

Ghosn tidak diragukan sangat berjasa bagi Nissan, karena dia berhasil membangkitkan kembali Nissan dari keterpurukan hingga hampir bangkrut. Ghosn menjadi chairman Nissan selama hampir 20 tahun.

Pada November 2018, Nissan melalui penyelidikan internal, melaporkan bahwa mereka menemukan Ghosn melaporkan gajinya lebih rendah dari seharusnya kepada pemerintah Jepang. Dengan alasan tersebut, Ghosn ditangkap dengan tuduhan melanggar aturan finansial.

Ghosn membantah semua tuduhan yang diarahkan padanya, dan dia mengatakan bahwa itu adalah konspirasi politik tingkat tinggi untuk menjatuhkannya. Dia mengatakan bahwa apa yang ia alami adalah persekusi atau penganiayaan politis.

Tulis Komentar