Formula E di Jakarta - Apa mamfaar Formula E bagi Jakarta

Keuntungan Formula E bagi DKI Jakarta bisa Capai Segini

AutoSport Berita
CaruserMagz.com – DKI Jakarta dipastikan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Ajang Balapan Formula-E pada 6 Juni 2020. Monumen Nasional (Monas) akan dipermak menjadi sirkuit non-permanen untuk ajang bergengsi tersebut, layaknya Sirkuit Monte-Carlo di Monaco.

 
Sebelumnya heboh kontroversi penyelenggaraan Formula E di Jakarta ini, menjadi bahan diskusi hingga cuitan konyol di sosial media oleh para haters vs lovers Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

 
Terlepas dari kontroversi tersebut, anggaran yang dipatok untuk event pertama ini adalah sebesar Rp 767 miliar, hal itu diungkapkan oleh Dwi Wahyu Daryoto selaku Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

 
Namun menurut Dwi, anggaran awal yang harus digelontorkan adalah sebesar Rp 344 Miliar, untuk infrastruktur dan hak sebagai penyelenggara, atau 45% dari anggaran yang dipatok. Sisanya sebesar Rp 423 adalah untuk bank garansi sebagai commitment fee.

 
Jadi usulan PMD (Penanaman Modal Daerah) kita, kemarin itu totalnya adalah Rp 767 miliar, yang pertama untuk infrastrukturnya itu 344 miliar, kemudian yang berikutnya adalah bank garansi, bank garansi ini adalah sebesar commitment fee kurang lebih Rp 423 miliar,” kata Dwi Wahyu kepada wartawan, di Jakarta (14/2).

 
Dipaparkan oleh Dwi Wahyu, bahwa infrastruktur yang harus dibangun untuk memenuhi standar sirkuit internasional antara lain aspal dan pembatas sirkuit. Sedangkan commitment fee meliputi biaya yang akan diklaim oleh pihak Formula E, seperti konstruksi paddock, grandstand, infrastruktur IT, broadcasting, dan lain sebagainya.

 

Keuntungan Formula E di Jakarta - Foto Sirkuit non-permanen Monte Carlo, Monaco
Keuntungan Formula E di Jakarta – Foto Sirkuit non-permanen Monte Carlo, Monaco

Baca juga: Rio Haryanto Ikuti Test Pra-Musim Formula E Spanyol

 
Lalu dengan biaya sebesar itu, tentu menjadi pertanyaan publik, apa dan berapa keuntungan Formula E yang akan diperoleh pemda DKI atau negara dari penyelenggaraan ajang balapan mobil listrik tersebut?

 
Menanggapi pertanyaan itu, Dirut PT Jakpro tersebut memaparkan beberapa hal dan memberi contoh keuntungan ekonomi yang bisa diraih dari ajang Formula E. Seperti sektor pariwisata dengan ramainya tim Formula-E dan penonton dari luar negeri.

 
Kalau bicara dampak ekonominya ke depan, ini sudah melakukan research. Dalam proses pengerjaan studi keekonomiannya. Yang real itu dampak ekonominya antara Rp 500-600 miliar. Dan itu sudah dihitung dan kita konsultasikan dengan BI (Bank Indonesia),” ujar Dwi.

 
Dari tim BI itu menghitung bahwa dampak percentage increase terhadap GDP dari satu hari itu adalah 0,02 persen. Sangat tinggi itu,” lanjutnya.

 
Mengenai contoh pemasukan, Dwi memberi contoh sektor konsumsi dan akomodasi. Misalnya dari jumlah tim Formula E Operation (FEO) saja, yang akan datang ke Jakarta sudah ribuan orang, belum lagi penonton dari dalam dan luar negeri, yang semuanya akan membelanjakan uang untuk hotel, restoran, transportasi dan lain sebagainya.

 
Timnya FEO datang ke sini aja hampir 2.000 orang itu tinggal di Indonesia seminggu. Bayangin spending money (untuk) hotel, restoran dan macam-macam,” ujar Dwi Wahyu.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Tulis Komentar