Kelebihan Cairan Coolant dan Efek Negatif Air Mineral pada Radiator Mobil

Kelebihan cairan coolant radiator dibanding air biasa
CaruserMagz.com – Radiator merupakan perangkat pendingin mesin mobil, dengan memamfaatkan hembusan udara luar dari grill depan. Penyaluran panas dari mesin ke perangkat penukar panas (heat exchanger), melalui media cairan berupa air pendingin.

 

Cairan yang menyelimuti sisi luar mesin, menyerap panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, kemudian dialirkan untuk membawa panas tersebut ke radiator. Pada radiator, cairan tersebut didinginkan kembali melalui kontak tidak langsung dengan hembusan udara luar. Setelah dingin, cairan tersebut dikembalikan ke area mesin untuk kembali mendinginkan mesin, begitu seterusnya hingga temperatur mesin stabil dan terhindar dari overheat.

 

Volume cairan dan luasan bidang kontak dengan udara pada radiator sudah dihitung sedemikian rupa, sehingga cukup untuk membuat temperatur mesin stabil pada kondisi yang dibutuhkan. Jika kinerja salah satu komponen radiator dan cairan pendingin tidak berfungsi normal, maka temperatur mesin dapat terus meningkat hingga mengalami overheat, bahkan terbakar.

 

Seiring berkembangnya teknologi, khususnya dibidang perpindahan panas, para ahli otomotif mengembangkan cairan pendingin khusus untuk radiator mobil. Teknologi coolant sebenarnya sudah ada sejak revolusi industri yang banyak menggunakan mesin uap, hanya saja aplikasinya pada mobil belum lama dipandang penting.

 

Lalu mengapa harus menggunakan cairan coolant khusus pada radiator mobil? walau sebenarnya air biasa atau air mineral juga bisa digunakan sebagai cairan pendingin. Ada beberapa kelebihan cairan coolant yang tidak dimiliki air mineral yang sekaligus menjelaskan efek negatif jika terus-menerus menggunakan air mineral sebagai cairan pendingin radiator, berikut ulasan detailnya:

 

Mengandung Komposisi Kimia Khusus

 

Cairan coolant dibuat dari deionized water atau air yang sudah dibersihkan dari mineral-mineral dan kandungan pengotor lainnya. air super bersih tersebut kemudian ditambah dengan kandungan bahan kimia khusus dalam takaran tertentu untuk menghasilkan sifat-sifat cairan pendingin yang dibutuhkan.

 

Komponen utama coolantDeionized Water + Propylene Glycol + Corrosion Inhibitor

 

Propylene Glycol merupakan bahan kimia organik yang berbasis alcohol, bahan ini sudah jamak digunakan sebagai aditif cairan pendingin karena memiliki sifat-sifar yang ideal seperti: tidak beracun, inert, menambah titik didik cairan dan lain sebagainya.

 

Sedangkan corrosion inhibitor merupakan bahan kimia yang berfungsi mencegah atau memperlambat laju korosi atau pengkaratan pada logam yang kontak dengan cairan pendingin. Sehingga bagian luar logam mesin dan radiator terhindar dari karat.

 

Titik Didih lebih Tinggi

 

Propylene yang terkandung di dalam coolant menyebabkan titik didih cairan pendingin bertambah. Artinya cairan coolant akan lebih sulit menguap walau pada temperatur tinggi. sifat ini penting untuk mencegah kebocoran sistem pendingin karena bertambahnya volume cairan oleh penguapan.

 

Jika menggunakan air mineral, air lebih cepat menguap, sehingga memberikan tekanan pada komponen sistem pendingin. Jika terjadi overheat, komponen radiator dapat mengalami kebocoran, atau bahkan pecah karena uap air yang membutuhkan volume yang lebih besar.

 

Penggunaan air mineral yang terus menerus akan memberi tekanan terus menerus pula sehingga mengurangi daya tahan logam pada radiator, pada titik tertentu komponen radiator menjadi lebih cepat rusak dan retak/bocor.

 

Titik Beku lebih Rendah

 

Propylene juga memberi sifat tidak mudah beku pada cairan coolant. Makanya zat ini juga sering disebut antifreezing agent. Memang di Indonesia sifat ini tidak begitu penting karena beriklim tropis. Tapi sifat cairan coolant ini menjadi berguna di daerah beriklim dingin yang ekstrim.

 

Bersifat Inert atau Stabil secara Kimia

 

Deionized water atau air bersih dengan kandungan propylene bersifat inert atau tidak mudah bereaksi dengan komponen-komponen logam. Karena tidak lagi mengandung ion-ion mineral yang reaktif. Sehingga coolant sangat aman bagi komponen sistem pendingin mesin.

 

Sedangkan jika menggunakan air mineral atau air biasa yang tidak lagi diolah, masih banyak mengandung mineral dan pengotor organik yang bisa saja bereaksi dengan logam, sehingga menggerus logam secara perlahan. Misalnya air di daerah rawa yang mengandung asam, akan mengikis logam secara perlahan dalam waktu lama, logam tersebut akan menipis.

 

Tidak Korosif

 

Ditambahkannya corrosion inhibitor atau  zat anti karat pada cairan coolant berfungsi mengurangi sifat korosif dari air, biasanya zat kimia ini berfungsi mengikat oksigen terlarut di air yang mudah bereaksi dengan logam menjadi karat. Beberapa anti karat juga disebut oxygen scavenger.

 

 

Tidak Sebabkan Kerak Kalsium

 

Kandungan kalsium (Ca) pada air mineral atau air biasa yang tidak diolah sangat berbahaya bagi sistem logam yang terpapar dengan panas. Kalsium terlarut di air bersifat mengendap menjadi padatan putih dan keras (kerak) jika terkena panas. contoh kerak kalsium adalah karang gigi.

 

Sehingga jika menggunakan air mineral dalam waktu lama, kandungan kalsium dalam air akan terus menerus mengendap pada permukaan logam sisi luar mesin, dalam waktu lama lapisan kerak tersebut akan bertambah tebal. Kerak kalsium merupakan penghantar panas yang buruk, sehingga menghambat perpindahaan panas dari mesin ke cairan pendingin. Sebagai hasilnya mesin akan overheat, dalam kondisi yang parah, mesin dapat meledak karena terlalu panas.

 

Penggunaan coolant yang kandungan kalsiumnya sudah diminimalkan pada proses pembuatan deionized water, sangat berguna memelihara sistem pendingin agar terhindar dari kerak kalsium.

 

Lebih Efektif Menyerap Panas

 

Kembali ke kandungan propylene yang menyebabkan cairan coolant punya viskositas lebih rendah (lebih kental) dari air biasa, menyebabkan penyerapan panas lebih efektif. Sehingga proses pendinginan mesin berjalan baik dan lebih stabil.

 

Dari ulasan di atas, semoga bisa menjelaskan pentingnya menggunakan cairan khusus untuk pendingin mesin dibanding air mineral atau air biasa. Penggunaan air mineral pada radiator boleh-boleh saja, asalkan tidak terus menerus, misalnya untuk kondisi darurat saja.

 

Tapi alangkah baiknya untuk menghindari penggunaan air mineral sama sekali dengan menyiapkan cairan coolant cadangan di dalam mobil, sehingga saat diperlukan bisa langsung digunakan.

 

Salam Otomotif!
Yayan Abdhi

Yayan Abdhi

"Pecinta otomotif yang lebih suka menulis, ketimbang berbicara di depan kamera. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Dukung saya untuk terus menulis artikel-artikel bermamfaat dengan membagikan artikel ini di akun media sosial Sobat."

3 Responses

  1. Noto says:

    Mantap penjelasan nya pak Yayan abdhi. Salam kenal dari saya pengemar otomotif. Hobi ngutak-atik transmisi mobil. Noto Asmin .

Tulis Komentar