Jangan Ganti Warna Lampu Sein Kendaraan! Bahaya dan Membahayakan!

Modifikasi Ganti Warna Lampu Sein Berbahaya

CaruserMagz.com – Bahaya Ganti Warna Lampu Sein dan Rem – Pernahkah Sobat mengalami kondisi bahwa mobil atau motor di depan tiba-tiba berbelok atau berganti jalur tanpa memberi aba-aba dengan lampu sein? Sehingga Sobat nyaris menabrak kendaraan tersebut?

Setelah sangat dekat, barulah kita tahu sebenarnya pengemudi mobil tersebut telah menghidupkan lampu sein, hanya saja lampu seinnya telah berubah warna menjadi putih atau biru. Sehingga di siang hari kedap-kedipnya tidak bisa terlihat jelas.

Itu adalah salah satu contoh akibat buruk dari modifikasi yang menyalahi aturan lalu lintas, atau bisa juga kita bilang sebagai modifikasi yang konyol atau bahkan norak.

Karena modifikasi ganti warna lampu sein atau rem sangat berbahaya bagi diri sendiri dan membahayakan pengguna jalan lain. Sudah jamak bahwa lampu sein itu berwarna kuning terang, sehingga jika warnanya diganti, fungsi lampu sein tersebut tidak lagi berlaku sebagaimana mestinya.

Cara Gunakan Lampu Hazard yang Benar
Lampu Sein berfungsi sebagai Lampu Hazard

Lampu sein merupakan fitur untuk berkomunikasi dengan pengguna jalan lain. Warna masing-masing lampu ditetapkan dengan peraturan Pemerintah secara jelas dan bersifat tetap, agar menjadi standar komunikasi antar kendaraan di jalan raya.

Semisal lampu rem harus merah terang untuk memberi tanda jelas pada kendaraan di belakang, dan lampu sein harus kuning dan berkedip-kedip saat difungsikan untuk menunjukkan arah berbelok kendaraan atau berganti jalur.

Fungsi komunikasi dari standar warna lampu kendaraan yang telah difahami mayoritas pengguna jalan akan salah difahami jika warnanya diubah. Akibatnya bisa menyebabkan tabrakan karena miskomunikasi dari warna lampu yang tidak dikenali.

Peraturan Tentang Warna Lampu Kendaraan

Warna lampu sein pada kendaraan bermotor sudah diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 Tentang ‘Kendaraan‘, Pasal 23 Tentang ‘Sistem Lampu dan Alat Pemantul Cahaya‘.

Peraturan tersebut menyatakan bahwa lampu sein harus berwarna kuning tua dan harus berkelap-kelip saat difungsikan. Detailnya berikut kutipan pasal 23 PP No 55 Tahun 2012:

Pasal 23
Sistem lampu dan alat pemantul cahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf i meliputi:
a. lampu utama dekat berwarna putih atau kuning muda;
b. lampu utama jauh berwarna putih atau kuning muda;
c. lampu penunjuk arah berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;
d. lampu rem berwarna merah;
e. lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda;
f. lampu posisi belakang berwarna merah;
g. lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda kecuali untuk Sepeda Motor;
h. lampu penerangan tanda nomor Kendaraan Bermotor di bagian belakang Kendaraan berwarna putih;
i. lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;

Warna Lampu Sein yang benar adalah kuning tua dan berkelap-kelip
Warna Lampu Sein yang benar adalah kuning tua dan berkelap-kelip

Dari peraturan tersebut, maka modifikasi lampu kendaraan dengan mengganti warna lampu sein melanggar dua poin sekaligus, yaitu fungsi lampu sein sebagai penunjuk arah kendaraan dan sebagai isyarat peringatan bahaya (lampu hazard).

Artinya ada dua kondisi yang bisa disalah mengerti oleh pengguna jalan lain saat lampu sein yang berbeda warna diaktifkan, yaitu saat akan berbelok atau berganti jalur dan saat mobil dalam keadaan darurat. Kedua kondisi tersebut sangat mungkin menyebabkan mobil ditabrak oleh mobil lain karena lampu sein tidak terdeteksi dengan baik saat dihidupkan.

Modifikasi Hak Semua Orang?

Walau modifikasi mobil atau motor adalah hak setiap orang yang memiliki kendaraan, namun keselamatan berkendara adalah hak semua pengguna jalan. Sehingga tidak semua modifikasi kendaraan bisa kita tiru dan lakukan. Karena ada potensi bahaya yang diakibatkannya.

Mungkin beberapa orang melakukan modifikasi ganti warna lampu sein dan lampu rem karena ketidaktahuan akan standar keselamantan dan aturan Pemerintah. Sehingga hanya ikut-ikutan atau ingin tampil beda dari kebanyakan kendaraan lain di jalan.

Baca juga:

Namun, jangan sampai kita merasa berhak melakukan apa saja pada kendaraan kita, tanpa mempedulikan akibatnya bagi orang lain. Lagipula bahayanya akan lebih besar berpotensi menimpa pengendara mobil itu sendiri ketimbang kendaraan lain.

Bagi Sobat yang sudah terlanjur melakukan modifikasi yang tidak tepat tersebut pada kendaraannya, sebaiknya segera mengembalikan warna lampu sein atau rem-nya sesuai standar aturan Pemerintah, sebelum mengakibatkan kecelakaan atau terjerat hukum karena kedapatan oleh aparat penegak hukum.

Yayan Abdhi

Yayan Abdhi

"Pecinta otomotif yang lebih suka menulis, ketimbang berbicara di depan kamera. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Dukung saya untuk terus menulis artikel-artikel bermamfaat dengan membagikan artikel ini di akun media sosial Sobat."

Tulis Komentar