BLOG INI DIJUAL, HARGA AWAL : RP 500 JUTA (SILAHKAN DITAWAR) HUBUNGI: 0813 7752 5527

Insentif PPnBM jadi Permanen dengan Syarat Kandungan Lokal 80%, Avanza-Xenia Tersingkir?

Avanza dan Xpander dalam persyaratan Diskon PPnBM 2022

Share

CaruserMagz.com – Rumor mengenai insentif PPnBM jadi permanen kian kencang berhembus. Dari pemberitaan media mainstream, kemungkinan besar usulan Kemenperin tersebut akan jadi kenyataan, karena telah terbukti memberi dampak positif pada pertumbuhan industri otomotif di dalam negeri.

Namun kabarnya, penerapan diskon PPnBM 100% tersebut akan diberlakukan dengan syarat yang kebih ketat, yaitu hanya untuk kendaraan yang diproduksi di dalam negeri dengan komponen lokal mencapai 80%.

Sedangkan yang selama ini berlaku sejak Maret 2021, syarat kandungan lokal tersebut hanya 60%, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Perindustrian No.1737/2021 tentang PPnBM Ditanggung Pemerintah (DTP).

Dengan syarat local-content 60% tersebut, ada 36 mobil yang memenuhi syarat untuk menikmati insentif keringanan pajak tersebut sejak tanggal 1 Maret hingga 31 Desember 2021.

Jika insentif PPnBM jadi permanen dengan syarat kandungan lokal ditingkatkan jadi 80%, maka hanya akan ada 11 mobil yang bertahan sebagai penerima insentif, sementara 25 lainnya tersingkir dan harus dijual dengan harga lebih mahal.

Celakanya, ternyata mobil-mobil yang terancam tidak bisa dijual dengan diskon PPnBM 100% tersebut adalah mobil-mobil sejuta umat yang menjadi best seller dari pabrikan manistream seperti Toyota, Daihatsu dan Honda.

Beda Fitur Keselamatan Daihatsu All New Xenia vs Avanza vs Veloz
Daihatsu All New Xenia dan Toyota Avanza

Beberapa mobil sejuta umat yang akan tersingkir dari daftar diskon PPnBM jika diberlakukan syarat komponen lokal 80% antara lain ada Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Rush, Toyota Innova Diesel, Fortuner, Honda CR-V, Honda BR-V, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga, Suzuki XL7 dan lainnya.

Sedangkan Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross yang merupakan pesaing Avanza dan Rush paling berat memenuhi syarat. Sehingga jika Toyota-Daihatsu tidak menambah kandungan lokal Avanza dan Xenia, daya saingnya jadi berkurang dalam persaingan versus Xpander.

Mitsubishi New Xpander 2022 dan New Xpander Cross
Mitsubishi New Xpander 2022 dan New Xpander Cross

Sepertinya ini strategi Pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memaksa pabrikan mobil dengan volume penjualan besar, agar meningkatkan kandungan lokal pada produknya.

Dengan demikian, terjadi efek domino yang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada industri hulu yang terkait dengan otomotif di dalam negeri.

Baca: Dampak Kebijakan Insentif PPnBM jika Dipermanenkan

Berikut Daftar 11 mobil yang kemungkinan bertahan sebagai penerima diskon PPnBM, karena memiliki kandungan lokal 80% atau lebih:

  1. Honda Brio Satya (91%)
  2. Daihatsu Ayla (85%)
  3. Daihatsu Sigra (85%)
  4. Toyota Agya (85%)
  5. Toyota Calya (85%)
  6. Honda HR-V 1.8 (84%)
  7. Toyota Veloz (83%)
  8. Toyota Innova 2.0 (83%)
  9. Mitsubishi Xpander (80%)
  10. Mitsubishi Xpander Cross (80%)
  11. Nissan Livina (80%)

Sedangkan 25 mobil yang sebelumnya tercatat sebagai penerima diskon PPnBM, berpotensi tersingkir dari daftar diskon karena memiliki kandungan lokal kurang dari 80%, yaitu:

  1. Daihatsu Xenia (79,2%)
  2. Toyota Avanza (78,9%)
  3. Honda Brio RS (78%)
  4. Daihatsu Gran Max (77,1%)
  5. Honda BR-V (76%)
  6. Daihatsu Terios (75,2%)
  7. Honda Mobilio (75%)
  8. Toyota Rush (74,8%)
  9. Toyota Raize (74,8%)
  10. Toyota Vios (74,4%)
  11. Toyota Yaris (74,4%)
  12. Toyota Sienta (72,9%)
  13. Suzuki XL7 (71,5%)
  14. Suzuki New Ertiga (70,5%)
  15. Wuling Confero (70,5%)
  16. Wuling Formo (70,4%)
  17. Daihatsu Luxio (70,4%)
  18. Daihatsu Rocky (70%)
  19. Toyota Innova 2.4 (70%)
  20. Toyota Fortuner 2.4 4×2 (70%)
  21. Toyota Fortuner 2.4 4×4 (70%)
  22. Honda HR-V 1.5L (70%)
  23. Honda City Hatchback (70%)
  24. Honda CR-V 1.5 T (62%)
  25. Honda CR-V 2.0 CVT (62%)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!! (Konten ini Dilindungi)