Fungsi Head Rest sebagai Fitur Keselamatan pada Mobil, Jangan Abaikan!

CaruserMagz.com – Head Rest yang dalam bahasa Indonesia berarti “Sandaran Kepala” merupakan salah satu kelengkapan interior mobil yang sudah lazim tersedia. Namun tidak banyak yang tahu, bahwa nama sebenarnya dari bagian itu saat ditemukan adalah “Head Restraint” yang berarti “Penahan Kepala“. Namun karena lebih sering disebut Head Rest, sampai sekarang istilah itu melekat dan mengaburkan fungsinya sebagai fitur keselamatan.

 

Wikipedia menjelaskan pengertian Head Restraint kurang lebih adalah sebagai berikut:

 

Head restraint adalah fitur keselamatan otomotif, yang melekat atau terintegrasi dengan bagian atas setiap kursi untuk membatasi gerakan ke belakang kepala penumpang dewasa, relatif terhadap tubuh dalam suatu tabrakan – untuk mencegah atau mengurangi cidera pada tulang leher.”

 

Dari definisi tersebut, dapat kita ketahui bahwa bagian yang sering kita sebut head rest ini mempunyai peran penting untuk menyelamatkan kita dari cidera atau bahkan kematian akibat kecelakaan. Sayangnya banyak yang mengabaikan fitur tersebut, baik kita sebagai pengguna mobil, bahkan pabrikan mobil sendiri yang membuat head rest seadanya atau bisa dibilang tidak layak disebut head rest.

 

Tidak sedikit kita temui mobil di zaman sekarang, masih dibuatkan head rest seadanya seperti gundukan kecil di atas kursi yang tidak mampu menopang kepala orang dewasa. Misalnya kita temui pada mobil-mobil small hatchback dan LCGC yang laku keras karena murah.

 

Walau nampaknya sepele, tidak adanya aturan ketat tentang fitur keselamatan pada mobil dari pemerintah, dimamfaatkan oleh pabrikan mobil untuk mengurangi biaya produksi. Karena dengan mengurangi fitur tersebut, dikalikan dengan ratusan ribu unit mobil yang diproduksi, tentunya akan menjadi penghematan yang luar biasa bagi produsen mobil, meskipun hal tersebut berpotensi mencelakan konsumen mereka.

 

Bagaimana head restraint berperan sebagai fitur keselamatan?

 

Pada saat terjadi tabrakan dari depan, badan penumpang akan terayun ke depan dengan kencang, kemudian saat mobil sudah benar-benar berhenti, dalam waktu sepersekian detik badan penumpang akan terhentak kembali ke posisi semula (Jika tidak terjadi rusak parah pada bagian interior).

 

Pada saat itu, kepala penumpang akan juga terayun dengan keras ke arah belakang, disinilah head rest menahan kepala penumpang agar tidak sampai melewati posisi relatifnya dengan tubuh dan menjaga tulang leher agar tetap lurus dengan tulang belakang, hingga terhindar dari cidera atau bahkan patah.

 

Jika head rest tidak tersedia atau posisinya terlalu rendah, maka kepala penumpang akan terhentak dengan keras ke arah belakang, hingga melewati posisi tulang belakang. Jadi seperti ditarik dengan keras ke arah belakang, sedangkan badan ditahan oleh kursi.

 

Resiko cidera tergantung dari seberapa keras hentakan tersebut, pada tabrakan yang tidak terlalu keras, dapat mengakibatkan cidera retak tulang leher atau luka di bagian dalam. Tapi dalam suatu kecelakaan yang berat, tulang leher dapat saja patah secara total dan mengakibatkan kematian.

 

Begitu juga pada kasus mobil ditabrak dari belakang oleh kendaraan lain dengan keras, penumpang yang duduk di kursi tanpa head rest, akan seketika terhentak ke arah belakang dan mengalami cidera atau patah tulang leher seperti yang kami jelaskan di atas.

 

Fungsi lain Head Rest pada Keadaan Darurat/Emergency

 

Seperti banyak dijelaskan pada channel Youtube atau blog otomotif lainnya, head rest yang dapat dilepaskan dari kursi, atau sering disebut adjustable head rest, memiliki dua penahan dari besi atau stainless. Biasanya head rest tersebut dapat dilepaskan dari kursi dengan menekan tuas kecil pada salah satu sisi penahan logam tersebut.

 

Pada kondisi darurat dimana pintu terkunci dan tidak dapat dibuka misalnya karena kebakaran, terjepit oleh kendaraan lain atau mengalami malfungsi akibat jatuh kejurang, penumpang di dalam mobil dapat memamfaatkan penahan logam head rest untuk memecahkan kaca, yaitu dengan menyelipkan logam tersebut pada sisi kaca di doortrim, lalu menariknya sekuat tenaga ke arah dalam hingga kaca mobil retak dan pecah secara keseluruhan.

 

Maka sebaiknya sobat membeli mobil yang memiliki head rest yang adjustable pada salah satu bagiannya, bukan yang semua headrestnya menyatu dengan kursi, seperti beberapa mobil lcgc. Jika sudah terlanjur membeli mobil dengan semua headrestnya menyatu, maka sebaiknya sobat membeli hammer pemecah kaca untuk disimpan di dalam mobil.

 

Sekilas tentang Sejarah Head Rest

 

Head Restraint pada mobil pertama kali dipatenkan oleh Benjamin Katz, seorang penduduk Oakland, California-Amerika Serikat, pada Tahun 1921. Paten lanjutan diajukan pada tahun 1930 dan 1950. Supplier utama Head Rest di UK , Karobes, juga mematenkan produknya pada akhir tahun 1950.

 

Pada awalnya pemasangan head rest mobil bersifat optional (tidak wajib). Mobil dengan head rest optional ini mulai ada pada mobil-mobil dari Amerika Utara pada tahun 1960an. Kemudian pihak U.S National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mewajibkan adanya head rest pada mobil keluaran terbaru, mulai 1 Januari 1969. Peraturan tersebut diberi nama “Federal Motor Vehicle Safety Standard 202” (Sumber: Wikipedia.org)

 

Ketentuan mengenai head restraint ini tergantung pada regulasi pada masing-masing Negara, terkait aturan bagi produsen mobil atau standar kualitas dan kelengkapan mobil yang boleh dijual pada Negara yang bersangkutan. Sehingga bisa saja, tidak ada aturan hingga sedetail itu di Negara kita. Jika sobat mengetahui ada aturan tersebut, mohon disampaikan pada kolom komentar artikel ini.

 

Salam Otomotif dan Keep Safety Driving!

 

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it.”

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Tulis Komentar