Datsun Go Cross dipastikan Hadir di Indonesia Tahun 2017, Ini Lawan Calya – Sigra yang Sesungguhnya

CaruserMagz.com – Kehadiran Toyota Calya dan Daihatsu Sigra menjadi pembunuh efektif bagi Datsun Go+ Panca yang baru saja menjadi kue legit bagi aliansi Nissan di Indonesia. Penjualan Datsun Go+ terjun bebas setelah Calya Sigra resmi diluncurkan di Indonesia.

 

Sebelumnya salah satu petinggi Datsun Indonesia sempat membuat pernyataan, bahwa kehadiran Calya-Sigra cukup membuat mereka khawatir, untuk itu Datsun tidak tinggal diam dan menyiapkan gebrakan bagi pasar otomotif Tanah air. Namun lama ditunggu gebrakan itu tak kunjung datang.

 

Ternyata gebrakan itu bukanlah perbaikan pada Datsun Go+ Panca, tapi dihadirkannya mobil baru bernama Datsun Go Cross. Model konsep Go Cross ini pernah dipajang pada even GIIAS 2016 yang lalu. Jika melihat dimensi dan tongkrongan mobil konsepnya, maka MPV bergaya Crossover ini akan menjadi saingan berat bagi Calya dan Sigra. Bagi sobat yang tidak suka mainstream Toyota-Daihatsu, Datsun Go Cross akan menjadi alternatif pilihan yang lebih menjanjikan.

 

Peluncuran dipercepat pada Tahun 2017

 

Awalnya ramai diberitakan oleh media, bahwa Datsun Go Cross direncanakan dijual di Indonesia pada tahun 2018, namun sepertinya rencana itu dipercepat. Mungkin melihat perkembangan penjualan Datsun Go+ Panca yang kian terpuruk dihantam duet Calya-Sigra, Datsun Indonesia mengambil langkah cepat untuk memberikan serangan balik.

 

Kepastian diluncurkannya Datsun Go Cross pada tahun 2017 ini diungkapkan oleh Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia (NMI), Antonio Zara, seperti dikutip Detik-oto (28/1/17). “Kami telah memajang model ketiga di Auto Show. Go Cross pastinya, itu akan menjadi model ketiga yang akan kami perkenalkan,” ujar Zara.

 

Namun kapan waktu pasti peluncuran tersebut, Antonio Zara belum mau mengungkapkan. “Soal waktu, tidak bisa saya informasikan sekarang. Tapi, mobil itu (Go Cross) akan hadir karena kami berkomitmen untuk memiliki 3 model dalam jangka 3 tahun (setelah brand Datsun dibangkitkan lagi pada 2014),” Tambahnya.

 

Jadi Low-SUV LCGC Pertama?

 

Mengenai segmen yang akan dimasukinya, belum ada pernyataan jelas dari petinggi Datsun tersebut. Namun Zara memastikan Datsun Go Cross ini akan dibanderol dengan harga terjangkau. Itu artinya kemungkinan besar Go Cross akan dijual sebagai LCGC layaknya Toyota Calya dan Daihatsu Sigra.

 

Go Cross adalah mobil crossover yang terjangkau. Tidak ada kompetitor langsung di Indonesia. Mobil harga terjangkau adalah segmen yang sangat populer di Indonesia. Itulah kenapa kami percaya diri Go Cross bakal mendongkrak volume penjualan Datsun,” Kata Antonio Zara.

 

Disinilah cerdasnya Datsun memilih segmen bagi produknya. Jika dulu Datsun Go+ Panca menjadi low MPV LCGC pertama sehingga tidak ada saingan sama sekali, maka begitupun pada Datsun Go Cross ini. Dia akan menjadi low-SUV LCGC pertama, jika jadi masuk ke segmen LCGC. Jadi sesuai pernyataan Antonio Zara di atas, Go Cross tidak akan ada saingan pada awal kemunculannya.

 

Tapi isu bahwa raksasa Toyota-Daihatsu juga berminat membuat mobil SUV LCGC juga sudah mulai berhembus. Jadi ada kemungkinan Datsun Go Cross akan mengalami nasib yang sama dengan Go+ Panca jika Toyota sudah meluncurkan SUV LCGC-nya, jika saja tidak ada hal-hal signifikan yang menggoda konsumen seperti harga dan fitur yang memadai.

 

 

Sebenarnya Crossover murah sudah dimulai oleh aliansi Nissan dengan menghadirkan Renault Kwid, kemudian disusul oleh Suzuki dengan meluncurkan Ignis. Tapi kedua mobil tersebut berada pada segmen yang berbeda, yaitu 5-Seaters small crossover, sehingga tidak akan cocok bersaing dengan Calya-Sigra.

 

Lebih Menggoda dibanding Calya-Sigra?

 

Jika melihat tongkrongan Datsun Go Cross saat dipajang pada GIIAS 2016 yang lalu, ini akan menjadi alternatif pilihan yang menarik, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan mobil dengan kapasitas 7 penumpang tapi juga menginginkan mobil yang stylist dan punya daya jelajah baik dengan ground clearance yang tinggi.

 

Jika saja versi komersilnya tidak jauh berbeda dengan model konsep tersebut, Toyota Calya dan Daihatsu Sigra akan terlihat sangat ketinggalan dalam hal tampilan eksterior. Berbagai ciri khas Crossover seperti over-fender, sideskirt, roofrail, ground clearance yang tinggi ditambah suspensi khas Nissan yang empuk, akan menjadi nilai plus yang jauh mengungguli Calya-Sigra.

 

Apalagi seperti diberitakan oleh AutonetMagz melalui sumber yang menurut mereka dapat dipercaya, Datsun Go Cross ini akan memiliki ruang kabin baris kedua dan ketiga yang lebih lega dari Go+ Panca.

 

Menurut sumber itu juga, Go Cross ini dirancang memang untuk melawan hegemoni Calya-Sigra, sehingga kekurangan-kekurangan Datsun Go+ Panca tidak akan ada pada Crossover murah Datsun ini. Seperti Kursi baris kedua yang tidak bisa dilipat terpisah, rem tangan model jadul di dashboard, manual windows model engkol pada pintu baris kedua dan lain sebagainya.

 

Dalam hal jantungpacu, karena mobil ini direncanakan masuk segmen LCGC, kemungkinan mesinnya berkapasitas maksimal 1200cc, lain halnya jika Datsun juga membuat versi non-LCGCnya, mungkin bisa sampai 1500cc. Namun jika untuk melawan Calya-Sigra, 1200cc sudah mencukupi apalagi jika dimensinya tidak berbeda dari duet Toyota-Daihatsu tersebut.

 

Bagaimana dengan harga? Masih menurut sumber yang memberikan bocoran informasi pada AutoneMagz, Datsun Go Cross akan dibanderol harga selevel dengan Calya-Sigra, yaitu berkisar antara 130 – 150 juta rupiah. Jadi mobil ini benar-benar menyasar konsumen Calya-Sigra sebagai tendangan balik atas kejatuhan Go+ Panca di pasar otomotif tanah air.

 

Menarik dinantikan akan seperti apa versi produksi dari low-SUV LCG pertama di Indonesia ini. Semoga tampilan eksterior gaharnya tidak bertolak belakang dengan desain, kualitas dan finishing interiornya. minimal ada kelebihan dibanding Datsun Go+ Panca yang interiornya membuat kita merasa kurang nyaman.

 

Tapi perlu diingat mobil ini kemungkinan akan masuk segmen LCGC, yang artinya kita tidak bisa berharap kualitas bahan dan finishingnya akan sebagus mobil non-LCGC. Kembali ke rumus awal, “Ada Harga, Ada Rupa!”. Mau punya mobil sempurna, jangan beli LCGC!

 

Salam Otomotif!

 

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it.”

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Tulis Komentar