Akibat Memasang Ban dengan Arah Rotasi Terbalik

CaruserMagz.com – Apa yang terjadi jika kita memasang ban mobil dengan arah terbalik atau tidak sesuai ketentuan? Pertanyaan ini mungkin terasa tidak penting bagi kita yang awam tentang ban kendaraan. Namun tahukah kita, bahwa pabrikan ban mendesain produknya untuk digunakan dengan cara yang benar dan mereka memberikan petunjuk pemakaian bagi tiap jenis ban yang mereka buat.

 
Ban merupakan salah satu komponen terpenting pada kendaraan yang harus mendapat perhatian ekstra dan dirawat dengan rutin. Karena ini merupakan satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan jalan, yang artinya juga punya peran penting terhadap keselamatan penumpang mobil.

 
Perhatian ekstra terhadap ban bukan hanya saat sudah dipakai, namun harus mulai dari memilih jenis ban, saat memasangnya hingga ke pemeriksaan dan pembersihan rutin. Pada artikel ini kami ingin membahas mengenai mengapa memasang ban harus sesuai ketentuan atau petunjuk arah putaran ban yang sudah disediakan.

 
Berdasarkan tipe patern atau kembang ada tiga jenis ban, yaitu ban directional, simetris dan asimetris.

Jenis ban berdasarkan kembangan patern
Jenis ban berdasarkan kembangan patern

Ban simetris adalah ban yang bisa dipasang secara bolak-balik karena alur patern-nya akan sama walau dibalik.

Ban asimetris adalah ban yang berbeda antara patern sebelah dalam dan sebelar luar. Biasanya ada petunjuk dengan kata “Inside” dan “Outside”.

Ban directional punya patern yang alurnya severti huruf “V” dan dilengkapi dengan petunjuk arah putaran pada sisi samping dengan tulisan “ROTATION” dan tanda panah, sehingga pemasangan tidak boleh terbalik.

 
Baca juga: Apa saja Mamfaat pake Nitrogen untuk Ban

 
Jika kita mengganti ban di bengkel ban, biasanya mereka sudah langsung mengerti mengenai arah putaran ban sesuai petunjuk yang tertera pada bagian samping ban. Namun terkadang ada teknisi baru atau yang tidak mengerti akan pentingnya hal ini, sehingga mereka memasang ban secara terbalik.

 
Hal ini kami alami saat melakukan service Spooring ban pada salah satu bengkel ban di kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Teknisi tersebut menukar posisi ban depan dari kiri ke kanan dan sebaliknya, tanpa membalik posisi ban di velg. Padahal ban yang kami pakai adalah tipe directional. Alhasil, arah putaran ban jadi terbalik dari yang seharusnya.
 

Sayangnya kami baru menyadari kesalahan teknisi bengkel tersebut setelah beberapa hari selesai dari service tersebut. Hal yang kami rasakan antara lain adalah suara ban yang jadi lebih berisik dan bahan bakar jadi lebih boros untuk perjalanan jauh. Gejala yang kami rasakan tersebut ternyata sesuai dengan penjelasan dari beberapa ahli yang diberitakan oleh berbagai media. Berikut beberapa akibat jika memasang ban dengan arah rotasi terbalik:

 

Menghilangkan Stabilitas Ban di Kondisi Jalan Basah

Patern ban directional dirancang dengan pola tertentu sehingga saat berjalan, pola tersebut berfungsi membuang air dari pijakan ban ke jalan. Jika memasang dengan arah terbalik, maka fungsi tersebut juga berbalik, yaitu jadi mengumpulkan air ke arah tengah ban.

 
Hasilnya akan terjadi banyaknya air di antara ban dan jalan, pada kecepatan rendah mungkin tidak akan terasa efeknya, namun menurut ahli, hal ini akan berpengaruh mengurangi stabilitas mobil pada kecepatan di atas 40 km/jam. Hal ini berpotensi menyebabkan kecelakaan jika pengguna mobil tidak menyadari kondisi tersebut dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.

 

Kembangan Ban Lebih Cepat Habis (Ban cepat Rusak)

Kondisi arah rotasi yang terbalik akan menyebabkan gaya gesekan ban ke jalan jadi lebih besar, karena patern ban akan memberi resistensi lebih besar pada jalan dalam kondisi jalan yang kering. Apalagi jika sering melewati jalanan beton yang tidak mulus.

 

Suara Ban jadi Lebih Berisik

Sebagai salah satu akibat dari desain kembangan ban yang dibuat sedemikian rupa sehingga sealur dengan arah putaran maju, ban akan lebih berisik saat arah rotasinya terbalik. Hal ini menjadi jawaban mengapa kami merasakan suara ban yang lebih berisik saat ban dipasang dengan arah rotasi terbalik.

 

Membantu Pengereman Lebih Pakem

Ternyata ada pengaruh positif dari kondisi ban dengan arah rotasi terbalik, yaitu pengereman jadi lebih pakem, karena kembangan ban yang seolah melawan arah putaran ban ke jalan. Kondisi ini akan lebih terasa pada mobil dengan penggerak roda depan. Hal ini masuk akal terkait efek patern ban yang jadi lebih cepat habis seperti yang kami jelaskan di atas.

 

Konsumsi bbm Lebih Boros

Dengan tahanan ban ke jalan jadi lebih besar, otomatis hal tersebut akan berefek pada konsumsi bbm yang lebih banyak, karena daya cengkram ban ke jalan jadi lebih besar. Hal ini akan terasa saat melakukan perjalanan jauh, sedangkan untuk perjalanan dekat efeknya tidak akan terasa.

 
Baca juga: Ciri-ciri Ban Sudah Harus diganti

 
Demikianlah beberapa akibat jika memasang ban dengan arah rotasi terbalik. Semoga informasi ini bermamfaat bagi sobat pembaca. Jika sobat punya pengalaman atau informasi lain terkait topik ini, silahkan berbagi di kolom komentar.

Salam Otomotif!

 

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it.”

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *