Merek Otomotif Prancis - Terkait Boikot Produk Prancis

Ajakan Boikot Produk Prancis Menggema, Ini Brand Otomotif Asal Prancis yang Terancam Kena Imbas

Berita Renault

CaruserMagz.com – Ajakan boikot produk-produk asal Prancis digemakan para pemimpin di berbagai negara, khususnya negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim. Hal itu dipicu pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dianggap mendukung penghinaan pada Nabi Muhammad melalui sikapnya yang mendukung diterbitkannya kembali karikatur yang melecehkan Nabi umat Islam oleh majalah Satire Charlie Hebdo.

Pernyataan Macron yang menyakiti umat islam di seluruh dunia tersebut disampaikan pada Jumat 23 Oktober 2020. Macron mengatakan: “Islam adalah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia“. Pernyataan tersebut ia sampaikan sebagai tanggapan keras terhadap kasus terbunuhnya seorang guru di Prancis, setelah menunjukkan karikatur yang melecehkan Nabi Muhammad saat membahas topik kebebasan berekspresi di kelasnya. Kasus karikatur tersebut sebelumnya telah menjadi polemik di Prancis beberapa tahun lalu.

Tak butuh waktu lama, para pemimpin negara-negara Islam berbondong-bondong mengecam pernyataan Macron. Termasuk Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri menyampaikan kecaman keras secara resmi pada Kedutaan Prancis di Jakarta, pada Selasa 27 Oktober 2020, sebagaimana dilaporkan oleh CnnIndonesia.com. Beberapa negara di Timur-Tengah bahkan langsung mengkampanyekan boikot produk Prancis dan menghentikan penjualan barang-barang yang berafiliasi dengan Perusahaan asal Prancis dari berbagai outlet dan supermarket.

Kecaman pada Emmanuel Macron saat Demonstrasi di Turki - Boikot Produk Prancis
Foto oleh cnbcindonesia.com : Seorang pria memegang gambar Macron dengan cetakan alas sepatu di atasnya ketika pengunjuk rasa Turki meneriakkan slogan-slogan menentang Prancis selama demonstrasi atas kartun Nabi Muhammad, di Istanbul.

Terkait ajakan boikot produk Prancis tersebut, beberapa produsen otomotif asal Prancis menjadi terancam bisnisnya di berbagai belahan dunia, khususnya di Timur-tengah yang merupakan pasar otomotif yang tidak bisa dianggap kecil. Prancis adalah salah satu negara produsen otomotif terbesar di dunia, selain Jerman, Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Brand Produsen Otomotif asal Prancis

Ada banyak brand otomotif asal Prancis baik produsen mobil maupun sepeda motor. Beberapa diantaranya sangat terkenal dan ada juga di Indonesia. Namun di Indonesia brand Prancis bukanlah brand mainstream, sehingga mobil-mobilnya tidak banyak kita jumpai di jalanan.

Brand Otomotif asal Prancis yang secara resmi ada di Indonesia adalah Renault dan Peugeot. Renault berada dalam naungan Nusantara Maxindo Group, sedangkan Peugeot dalam naungan group Astra. Renault sendiri sekarang berafiliasi dengan Nissan dan Mitsubishi secara global serta memiliki sedikit bagian saham di Daimler AG.

Brand mobil terkenal yang berasal dari Prancis antara lain ada Citroën, Bugatti, Alpine, dan DS Automobiles. Bugatti adalah produsen hypercar yang sangat terkenal dan dengan harga yang sangat mahal hingga jutaan dollar AS. Sedangkan brand lainnya tidak secara resmi ada di Indonesia, walau di dunia cukup terkenal.

Merek mobil ternama asal Prancis

  • Renault – Sejak 1899 – Produsen Mobil Penumpang
  • Peugeot – Sejak 1896 – Produsen Mobil Penumpang
  • Citroen – Sejak 1919 – Produsen Mobil Penumpang
  • DS Automobiles – Sejak 2009 – Produsen Mobil Mewah
  • Bugatti – Sejak 1909 – Produsen Mobil Super dan Hyper

Merek Mobil Lainnya Asal Prancis:

  • Alpine – Sejak 1955 – Mobil Sport dan Balap
  • Dacia – Sejak 1966 – Mobil Murah
  • Aixam – Sejak 1983 – Mobil Kompak
  • Ligier – Sejak 1968 – Mobil Kompak
  • Microcar – Sejak – Mobil Kompak
  • PGO – Sejak 1985 – Mobil Sport
  • Venturi – Sejak 1984 – Mobil Listrik Mewah

Merek Otomotif Prancis yang Sudah Hilang

  • Panhard 1887-2012 – Manufacturer
  • Hommell 1990-2003 – Manufacturer
  • Talbot 1903-1994 – Manufacturer
  • Berliet 1899-1978 – Manufacturer
  • Simca 1934-1970 – Manufacturer
  • Facel Vega 1939-1964 – Manufacturer
  • Delage 1905-1953 – Mobil Mewah
  • Corre La Licorne 1901-1949 – Mobil Mewah

Brand Produsen Motor Prancis

Selain mobil, Prancis juga punya brand-brand pembuat sepeda motor. Kita mungkin tidak begitu mengenal brand motor asal Prancis, namun di dalam negerinya, ada dua merek motor yang cukup laris, yaitu MBK dan Peugeot.

MBK – Sejak 1923

Perusahaan Perancis produsen sepeda motor dan skuter ini didirikan pada tahun 1923 dengan nama Motobecane dan telah lama menjadi salah satu produsen sepeda motor terbesar di Perancis.

Peugeot – Sejak 1899

Kita mungkin hanya pengenal Peugeout sebagai merek mobil, namun brand ini adalah induk dari grup besar yang sekarang juga manaungi Citroen serta merupakan produsen sepeda motor. Motor pertama Peugeot diproduksi pada tahun 1899. Saat ini perusahaan Motorcycle Peugeot memproduksi lebih dari 200 ribu skuter dan moped setiap tahunnya.

Voxan – Sejak 1995

Voxan adalah produsen sepeda motor yang didirikan oleh Jacques Gardette, dan pertama kali beraktivitas pada tahun 1995. Prototipe pertama dari sepeda motor Voxan hadir pada tahun 1997. Merek ini menciptakan banyak model konsep yang tidak berubah menjadi versi produksi. Pada tahun 2009, Voxan mengumumkan tentang pengehentian operasinya, kemudian pada 2010, semua ide teknis dan desain mereka diakuisisi oleh sekelompok investor dari Monaco, yang berencana memulihkan merek tersebut.

Baca juga: Mobil Pertama Para Seleb Holiwood yang Mencengangkan

Itulah daftar merek otomotif asal Prancis yang bisa dikatakan bisnisnya berpotensi terancam di berbagai negara yang warganya mayoritas muslim, khususnya di Timur-tengah, terkait polemik pernyataan Presiden Prancis yang menyakiti hati umat Islam. Pada umumnya para pemimpin negara-negara muslim juga mengutuk pembunuhan terhadap guru di Prancis tersebut, namun pernyataan Macron yang menyalahkan Islam sebagai agama dan dukungannya pada karikatur Nabi tidak bisa diterima. Mengingat sosok Nabi Muhammad sangatlah sakral dan dilarang digambarkan dengan bentuk apapun dalam ajaran Islam.

Semoga polemik ini segera berakhir dan Macron menyadari kesalahannya. Karena warga muslim di Prancis sendiri tidaklah sedikit, melainkan berjumlah jutaan. Tentu kabar yang tidak enak didengar dan dibaca mengisi media, jika Prancis berperang dengan warga muslimnya sendiri.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Tulis Komentar