Review Mercedes Benz A200 Progressive Line, Kelebihan Kekurangan Mercy Termurah di Indonesia

Review Mercedes Benz A200 Progressive Line 2019 Indonesia

Kekurangan Mercedes A200 Indonesia 2019

 

Kekurangan Mercy A200 – 2019 menurut Diandra Gautama

 
Pada video review oleh OtoDriver yang dibawakan oleh reviewer yang juga merupakan salah satu pembalap wanita Indonesia, yaitu Diandra Gautama.

 
Menurut Diandra, beberapa hal seharusnya lebih baik, antara lain:

  • Material tuas di balik kemudi dari bahan plastik, terkesan tidak sesuai dengan level Mercy yang biasanya bagian itu dibuat dari bahan lebih berkualitas, bahkan stainless-steel.
  • Fitur Hi Mercedes, voice command yang kurang responsive karena sering menanyakan balik mengenai perintah yang diminta pengemudi.
  • Fitur Seat Kinetics : Responnya tergolong lambat.
  • Kap mesin tidak ada peredam, terlihat kurang rapih.
  • Air Circulation button yang selalu otomatis off sendiri, mengakibatkan udara luar masuk ke dalam kabin. Mungkin ada faktor lupa dari engineer Mercedes, bahwa hal itu tidak cocok di Indonesia dengan polusi udara cukup parah. Padahal pengguna mercy lebih banyak di Jakarta dan kota-kita besar yang tingkat polusinya tergolong buruk.
  • Kekedapan kabin, bukan khas Mercy karena masih ada suara yang masuk ke kabin.
  • Suara Wiper yang terdengar kurang halus, sehingga akan terdengar lebih brisik dan mengganggu daya dengar pengemudi saat hujan.
  • Tidak ada ambien light, seperti pada versi Malaysia dan Eropa. Hal tersebut terasa bahwa versi Indonesia didowngrade.
  • Pintu bagasi masih manual, tanpa tombol elektrik untuk menutup. Rasanya untuk Hatchback yang nyaris Rp. 700 juta, itu hal yang kurang.

Menurut Diandra Gautama, Mobil ini sepertinya bukan untuk pecinta Mercy sejati yang memperhatikan mobil secara detail, melainkan untuk mereka yang ingin membeli mobil mercy dan mengutamakan style, apalagi ditambah fitur MBUX yang sungguh menggoda untuk dimiliki.

 

Kekurangan Mercy A200 – 2019 menurut OmMobi

Kritik pada Mercedes Benz A200 Progressive Line ini juga disampaikan oleh OmMobi pada video reviewnya di Channel MotoMobiTV, Berikut beberapa kekurangan Mercy A200 menurut OmMobi:

  • Posis dudukan kursi baris kedua rendah sehingga kurang menopang paha penumpang yang berpostur tubuh tinggi. Hal itu akan menyebabkan penumpang mudah lelah.
  • Tidak ada arm-rest di baris kedua.
  • Tidak tersedia Port USB biasa, tapi USB tipe-C yang belum lazim.
  • Tidak ada sun roof, terasa kurang untuk mobil yang tergolong mahal.
  • Suara dan getaran mesin yang masuk dan terasa di kabin.

 
Selain mengkritik beberapa hal di atas, OmMobi memuji beberapa kelebihan Mercedes A200 2019 ini, antara lain aura kemewahan dan kecanggihan dashboard dan kualitas bahan yang superior, fitur self parking, MBUX, dan konsumsi bbm yang hemat,

 
Untuk mereka yang baru pertama kali akan membeli Mobil Mercedes, A200 Progressive Line ini cocok dipertimbangkan. Karena harganya tidak segila mobil Mercy lainnya yang rata-rata sudah di atas Rp. 1 M. Mobil ini cocok untuk kaum urban di perkotaan yang ingin tampil fancy dengan mobil yang stylist dan canggih.

Pages: 1 2 3 4

Tulis Komentar