Pahami Fungsi dan Efek Spoiler pada Mobil, Jangan Sekedar Gaya-gayaan!

CaruserMagz.com – Spoiler adalah istilah yang familiar di dunia otomotif, khususnya mobil. Banyak juga orang menyebut spoiler dengan istilah sayap, walau sebenarnya fungsi spoiler itu berkebalikan dengan sayap yang ada pada pesawat terbang. Fungsi dan efek spoiler pada mobil ada banyak, namun aksesoris ini lebih banyak disukai karena mempercantik tampilan mobil.

 
Jika sayap pada pesawat terbang berfungsi untuk mengangkat badan pesawat agar dapat terbang, maka spoiler sebaliknya untuk menambah daya jatuh (down force) atau memperkuat daya cengkeram ban sehingga mobil jadi lebih stabil, karena tidak terombang-ambing oleh udara yang menjadi rintangan sebagai konsekuensi dari kecepatan.

 
Selain itu, spoiler juga berfungsi memecah turbulensi yang buruk bagi kendaraan. Komponen aerodinamis mobil tersebut mengubah arah aliran udara yang akan menjadi turbulensi di bagian belakang mobil ke arah atas, sehingga turbulensi tersebut tidak mengganggu kestabilan mobil.

 
Fungsi kestabilan mobil saat bergerak dipengaruhi bobot, sehingga pada mobil dengan bobot yang besar, relatif lebih stabil dibanding mobil yang ringan. Nah, down force menyebabkan bobot mobil bertambah seiring bertambahnya kecepatan.

 

fungsi dan Efek spoiler pada aliran udara
fungsi dan Efek spoiler pada aliran udara

Teknologi aerodinamika dengan spoiler ini memungkinkan pabrikan membuat mobil yang ringan, nemun memiliki kestabilan sangat baik di kecepatan tinggi. Khususnya untuk mobil balap yang memerlukan bobot seringan mungkin untuk membuatnya cepat, namun sestabil mungkin untuk membuatnya dapat bermanufer dengan lincah.

 
Jadi spoiler punya fungsi aerodinamis, sehingga pada mobil-mobil balap bagian tersebut terlihat masif dan besar. Misalnya pada mobil F1 yang diberi spoiler baik di belakang maupun di depan. Karena makin tinggi kecepatan, makan makin besar down force dibutuhkan.

 
Baca juga: Untung Rugi Ganti Velg Berukuran Lebih Besar

 
Dalam aplikasinya di mobil penumpang, spoiler dibuat dengan desain dan ukuran yang akurat oleh pabrikan sehingga membuat aerodinamika mobil seefisien mungkin. Karena jika tidak pas, spoiler yang berlebihan atau kurang, malah akan merusak arodinamika mobil, yang berakibat buruk pada efisiensi bahan bakar bahkan keselamatan dalam berkendara.

 
Sayangnya tidak sedikit kita lihat orang yang memodifikasi mobilnya dengan berbagai jenis dan ukuran spoiler, hanya untuk tujuan estetika belaka. Padahal ada beberapa akibat negatif jika desain dan ukuran spoiler tidak tepat.

 
Spoiler yang terlalu besar membuat bobot mobil bertambah terlalu banyak, sekaligus menambah besar hambatan udara saat melaju kencang. Akibatnya konsumsi bbm jadi lebih boros dan mobil bahkan jadi tidak aman dari sisi keselamatan.

 
Misalnya pada mobil berpenggerak roda depan, spoiler yang terlalu besar pada bagian belakang dapat mengakibatkan down force berlebihan pada ban belakang dan membuat ban depan terangkat, sehingga grip ban depan tidak mencukupi. Hal tersebut dapat membuat mobil tersebut mudah mengalami understeer, karena grip ban depan yang kurang.

 
Maka sebaiknya tetap memperhatikan unsur aerodinamika dalam memasang atau mengganti aksesoris spoiler pada mobil. Jangan hanya untuk memuaskan nafsu estetika, lantas mengorbankan faktor keselamatan.

 
Sebagai kesimpulan, berikut fungsi dan efek spoiler pada mobil dalam hal positif, jika ukuran dan desainnya sesuai kebutuhan:

Meningkatkan traksi ban ke jalan, sehingga mobil lebih stabil
Mengurangi drag atau hambatan udara
Meningkatkan efisiensi bahan bakar
Meningkatkan estetika (tampilan) kendaraan
Memungkinkan pabrikan membuat mobil berbobot ringan dengan tenaga super.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
Loading...

Yayan Abdhi

Simply an Automotive Enthusiast who loves to express everything by texting.  Find more about me through below Social Media Buttons.  Semoga blog ini banyak membantu netizen yang membutuhkan informasi seputar otomotif.

Tulis Komentar