Mobil Manual Tetap Punya Fans Fanatik karena Kelebihan dan Sensasi Ini

Real Men use 3 Pedals - Mobil manual masih punya Fans Berat

CaruserMagz.com – “Real Men Use Three Pedals“, itu slogan pecinta fanatik mobil bertransmisi manual yang mungkin anak jaman now sudah makin jarang mengenalnya. Artinya kurang lebih, Lelaki Sejati gunakan 3 Pedal. Slogan itu sekaligus seolah mengejek penggemar mobil bertransmisi otomatis sebagai bukan lelaki sejati, atau mobil matic lebih cocok untuk kaum hawa.

Bukan tanpa alasan, masih banyak orang menyukai transmisi manual karena beberapa kelebihannya yang sulit digantikan oleh mobil matic. Terutama sensasi mengemudi seolah menyatu dengan mobil.

Tak dapat dipungkiri, bahwa penggunaan mobil bertransmisi manual semakin menurun. Menurut penelitian pada tahun 2020, mobil baru yang diproduksi dengan transmisi manual telah kurang dari 15% di seluruh dunia. Artinya minat pada mobil dengan transmisi manual memang berkurang.

Tapi mobil manual masih jauh dari kematian karena banyak penggemar fanatik-nya yang masih lebih menikmati berkendara dengan stik shifter daripada yang otomatis.

Mungkin produsen mobil lah yang akan menghentikan eksistensi mobil dengan gear stick non-otomatis, ketika angka penjualannya dinilai tidak lagi menguntungkan untuk tetap memiliki fasilitas pembuatan transmisi manual.

Mengapa Mobil Manual tetap Digemari
Mengapa Mobil Manual tetap Digemari

Kelebihan Mobil Manual yang Membuatnya Berbeda dari Matic

Impresi mengendarai mobil manual memberikan kenikmatan tersendiri bagi penggemarnya, yang citarasanya tidak akan pernah sama dengan mobil matic atau sistem manual virtual melalui paddle-shift atau tuas triptronic. Berikut beberapa kelebihan utama mobil manual:

Pengemudi Menyatu dengan Mobil

Tahukah Sobat dengan film “Pacific Rim“? Dalam film fiksi tersebut, ada robot humanoid raksasa yang disebut “Jaeger“, masing-masing Jaeger dikontrol oleh pilot yang otaknya disatukan dengan sistem kendali Jaeger oleh sebuah Neural Bridge (Jembatan syaraf). Sehingga robot Jaeger bisa bergerak sesuai keinginan pilotnya.

Ilustrasi itu bisa dianggap mirip dengan pengemudi yang mengendarai mobil manual. Dimana otak manusianya menjadi otak mobil, dan bridge-nya adalah tangan yang mengendalikan tuas transmisi, tangan pada lingkar kemudi dan kaki pada pedal-pedal.

Jadi saat sudah duduk di kursi pengemudi mobil manual, tubuh seseorang menjadi bagian mekanis dari mobil dan otaknya menjadi prosesor yang harus mengenali semua kondisi mobil, termasuk tenaga dan daya dorong mobil. Artinya ada ikatan pribadi yang kuat antara mobil dan pengemudinya.

Sensasi seolah menyatu dengan mobil setiap saat selama mengemudi, tidak dapat dirasakan saat mengemudi mobil matic. Karena beberapa fungsi kontrol dan kecerdasan pengemudi sudah diambil alih oleh komputer, pada mobil matic.

Kontrol Penuh

Pengemudi memiliki kendali penuh pada mobil dengan stik persneling. Pengemudi dapat memutuskan sendiri mau seberapa besar tarikan torsi dan mau seberapa kencang tenaga yang disalurkan ke roda.

Tidak ada ketergantungan pada sistem komputer, sehingga pengemudi bisa menambah torsi bahkan di kecepatan tinggi jika terasa masih kurang, semisal saat butuh mendahului kendaraan lain.

Sedangkan pada mobil matic, pengemudi harus menyerahkan pada seberapa cepat respon komputer mobil dalam membaca kebutuhan torsi dan tenaga mobil. Pada beberapa mobil matic yang sistem komputernya belum sempurna, banyak terjadi mobil kekurangan torsi atau tenaga saat dibutuhkan.

Memulai dengan Cepat

Dengan sistem transmisi manual, dimungkinkan untuk berakselerasi dari awal atau pada saat yang tepat dibutuhkan, tergantung pada putaran mesin dan kecepatan ban. Pengemudi juga bisa mempercepat perpindahan gear transmisi atau menundanya untuk torsi yang lebih besar, sesuai yang dia inginkan.

Sedangkan pada mobil matic, ada istilah waktu tunggu yang diperlukan kendaraan, untuk menentukan gigi yang tepat dan slip torsi untuk akselerasi. Tergantung seberapa cepat respon yang diseting pabrikan, namun tidak akan sesigap insting manusia.

Tenaga ke Roda Lebih Efisien

Perangkat transmisi mobil matic lebih rumit dan menggunakan pompa oli dan torsi selip, mesin kehilangan sebagian tenaganya untuk menjalankan pompa oli.

Sebaliknya, transmisi manual lebih ringkas yang berarti gearbox manual akan mengirimkan energi total ke roda tanpa kehilangan banyak energi di antara keduanya.

Mobil Off Road masih lebih Enak Dikemudikan dengan Transmisi Manual
Mobil Off Road masih lebih Enak Dikemudikan dengan Transmisi Manual

Lebih Hemat Bahan Bakar

Karena tenaga yang disalurkan lebih efisien, maka itu berefek pada konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Walau itu tergantung juga dari cara mengemudi, namun pengemudi yang sudah terbiasa dengan tuas transmisi, akan mencatatkan angka konsumsi bahan bakar yang lebih hemat dibanding ia mengemudikan mobil matic.

Hal itu terjadi karena secara konstruksi, mobil otomatis memiliki lebih banyak gigi, perangkat keras dan juga transmisinya berbobot lebih besar, sehingga berkontribusi pada peningkatan konsumsi bahan bakar.

Perawatan Mudah

Komponen yang lebih ringkas dan minim komponen elektronik, membuat transmisi manual lebih mudah dirawat dan tidak memerlukan perubahan rutin yang lebih sering pada oli transmisi, sebagaimana pada transmisi matic.

Mobil dengan transmisi otomatis membutuhkan penggantian cairan dan filter secara teratur. Selama penggunaan normal mobil, degradasi oli matic yang lebih cepat juga terjadi karena suhu pengoperasian fluida yang tinggi.

Tidak Ketergantungan pada Oli Transmisi

Transmisi otomatis sangat ketergantungan pada cairan yang dioperasikan dengan pompa. Sedangkan kualitas oli lebih cepat menurun dengan temperatur yang panas akibat pengoperasian pompa. Saat cairan sudah tidak baik kualitasnya, itu akan berpengaruh pada kinerja perpindahan gigi.

Di sisi lain, transmisi manual tidak memerlukan pompa fluida yang akan menimbulkan panas, sehingga oli transmisi menjadi lebih awet. Selain itu, mobil manual tidak bergantung pada tekanan fluida untuk melakukan perpindahan gigi yang benar.

Bisa Mengemudi Manual pasti bisa di Mobil Matic, Tapi Belum Tentu Sebaliknya

Setiap orang pasti lebih mudah belajar mengemudikan mobil matic, namun orang yang sejak awal mengemudikan mobil matic tidak akan mampu mengemudi dengan stik transmisi secara seketika tanpa waktu yang lama untuk berlatih.

Sehingga kemampuan mengemudi mobil manual adalah keahlian yang lebih tinggi dan lebih eksklusif, khususnya dalam memahami cara mobil berfungsi dan insting reflek yang lebih baik. Karena seorang pengemudi manual terbiasa untuk tidak terlalu ketergantungan dengan sistem komputer mobil.

Baca juga:

Kesimpulan

Jika Anda ingin benar-benar mengerti mobil dan benar-benar mampu mengemudi pada level sempurna, Anda harus mampu mengemudikan mobil manual. Itulah mengapa cara belajar mengemudi yang lebih utama adalah dengan persneling manual, karena jika sudah mahir manual, mengendarai mobil matic adalah hal yang lebih mudah dikuasai.

Namun mobil matic makin lebih digemari, karena lebih mudah dikemudikan. Dalam perkembangan teknologi otomotif yang kian mengarah pada mobil listrik sepenuhnya, yang umumnya tidak memiliki transmisi, kemungkinan kemampuan mengemudi dengan stik transmisi tidak diperlukan lagi dalam 1 dekade ke depan.

Bisa jadi di masa depan, itu adalah kemampuan orang-orang tua yang suka mengoleksi mobil jadul bermesin bakar. Karena saat itu, mungkin orang telah membicarakan mobil tanpa pengemudi.

Tulis Komentar