Masalah Mesin Turbo Mobil - Tanda-tanda dan Penyebabnya

Masalah Mesin Turbo, Gejala Turbo Rusak dan Penyebabnya

Tips

CaruserMagz.comPenyebab dan gejala masalah pada mesin turbo – Teknologi mesin turbo sekarang kian jamak di mobil penumpang. Kelebihan mesin turbo adalah pada output tenaga yang lebih besar, sehingga mobil berbobot besar bisa diberi mesin yang kecil. Selain tenaga yang lebih besar, mesin dengan turbo memerlukan lebih sedikit bahan bakar untuk besaran tenaga yang sama dengan mesin besar.

Dengan makin banyaknya mobil bermesin Turbo, maka penting bagi pengguna mobil turbo untuk mengetahui apa saja gejala yang menjadi tanda bahwa sistem turbocharger mulai bermasalah, sehingga bisa diperiksa lebih dini dan dilakukan perbaikan sebelum kondisi turbo berpengaruh atau merusak bagian lain dari sistem mesin mobil.

Memahami Cara Kerja Turbo

Turbocharger adalah sistem tambahan yang berfungsi meningkatkan tenaga mesin. Untuk memahami dengan baik tanda-tanda turbo mulai bermasalah, kita perlu mengetahui cara kerja mesin turbo.

Turbocharger pada mobil menerapkan prinsip yang sangat mirip dengan mesin piston, yaitu penggunaan gas buang untuk menggerakkan turbin. Energi yang tersisa pada gas buang, digunakan untuk memutar kompresor udara yang mendorong asupan udara ke dalam silinder mesin, sehingga didapat jumlah oksigen yang lebih banyak.

Hal itu memungkinkan pembakaran yang lebih besar dibanding mesin tanpa turbo dalam satuan waktu yang sama. Itulah mengapa mobil dengan turbocharger dapat menghasilkan tenaga seperti mesin yang lebih besar walau pada mesin kecil. Untuk lebih mudah memahaminya, dapat dilihat pada gambar berikut:

Bagan Mesin Turbo pada Mobil - Prinsip Kerja Turbocharger
Bagan Mesin Turbo pada Mobil – Prinsip Kerja Turbocharger – Sumber: CarfromJapan.com

Secara fisik, mobil dengan mesin turbo memiliki tambahan komponen yang biasa kita kenal sebagai ‘Keong Turbo‘. Bagian itu terdiri dari 2 baling-baling udara yang terhubung oleh poros logam. Salah satu baling-baling disebut turbin berada pada aliran gas buang, sedangkan yang lain berada pada aliran asupan udara yang akan masuk ke mesin bakar, bagian ini disebut sebagai kompresor.

Gas buang berupa udara panas yang keluar dari silinder mesin dialirkan ke turbin yang kemudian turbin tersebut memutar kompresor melalui poros logam yang menghubungkan keduanya. Kompresor menarik udara lebih banyak dari air intake, kemudian memaksanya masuk ke silinder mesin untuk menghasilkan pembakaran yang lebih besar.

Jadi secara teori dan praktis, sesederhana itulah sistem kerja turbo, yaitu memamfaatkan energi yang harusnya terbuang ke udara, diambil kembali untuk memadatkan asupan udara ke mesin.

Bagaimana Ciri-ciri Masalah Mesin Turbo?

Turbo yang memburuk akan mempengaruhi tenaga mobil sehingga perlu dilakukan perbaikan tepat waktu. Berikut gejala mesin turbo yang bermasalah:

1. Akselerasi Lambat

Salah satu gejala pertama yang terlihat adalah kurangnya tenaga dan akselerasi yang lambat. Jika Anda merasakan bahwa akselerasi mobil tidak secepat saat kondisi mobil baik, pertimbangan pertama yang harus diperiksa adalah turbo.

Indikasi ini bisa juga berupa kesulitan mempertahankan kecepatan tinggi atau tidak mampu mencapai kecepatan yang dulunya mudah dicapai. Hal tersebut terjadi karena biasanya mobil dengan turbo dibekali mesin yang lebih kecil dari seharusnya jika non-turbo. Sehingga jika sistem turbo tidak berfungsi sebagaimana mestinya, mesin akan menanggung beban yang lebih besar dari seharusnya.

2. Mesin Merengek (Bising)

Turbo sebenarnya membuat mesin jadi lebih senyap dengan meredam suara udara yang masuk ke mesin. Sistem turbo yang gagal berfungsi akan mengakibatkan suara yang lebih keras dari biasanya dari mesin. Suara tersebut bisa jadi mirip dengan suara saat dokter mengebor gigi pasien atau bahkan seperti alunan sirene polisi.

Jika ada suara-suara demikian dari mesin, kemungkinan besar mobil Anda mengalami gejala turbo yang rusak. Untuk suara rengekan mesin ini, sebaiknya segera dicek dan diperbaiki oleh tenaga professional. Karena jika diabaikan, suara tersebut akan makin keras yang berarti kondisi mobil Anda semakin parah.

3. Pembakaran Oli Mesin

Salah satu gejala turbo yang rusak adalah oli mesin yang ikut terbakar dalam jumlah yang berlebihan. Mekanik professional biasanya mengecek hal ini dengan melihat ke dalam turbin turbo dengan menggunakan endoskop, untuk mengecek apakah ada oli di dalamnya. Jika ini terjadi, harus segera diatasi, karena jika tidak, akan mengakibatkan turbo benar-benar gagal berfungsi.

4. Asap Kenalpot Berlebihan

Masalah pada turbo juga dapat ditandai dengan adanya asap biru atau abu-abu dari kenalpot mobil. Asap tersebut dihasilkan dari pembakaran oli yang masuk ke sistem turbo melalui retakan pada turbo housing atau segel internal yang rusak. Oli yang terkena panas gas buang akan menghasilkan asap abu-abu atau biru.

Pada tahap awal, asap tidak terlihat saat putaran mesin idle. Namun saat pedal gas diinjak, asap dari kenalpot mulai berubah warna lebih pekat. Jika itu terjadi, jangan abaikan gejala tersebut, segera bawa mobil Anda ke bengkel untuk segera dicek dan diperbaiki.

5. Lampu Indikator Mesin Menyala

Pada kebanyakan mobil modern saat ini, masalah pada sistem turbo telah dapat dideteksi oleh diagnostik komputer secara lebih dini. Sistem komputer akan memberitahu pengguna mobil dengan menyalakan lampu peringatan di meter-cluster. Jika lampu tanda mesin bermasalah, jangan tunda untuk perbaikan, meskipun mobil nampak baik-baik saja.

Dalam hal ini, Anda mungkin memerlukan seorang profesional yang dapat membantu mendeteksi masalah mobil yang sebenarnya, misalnya bawa mobil Anda ke bengkel resmi yang memiliki alat lengkap untuk mendiaknosa masalah sistem turbo.

Apa Penyebab Turbo Rusak?

Setelah mengetahui tanda-tanda turbo mesin mulai bermasalah atau gagal berfungsi, ada baiknya kita juga mengetahui beberapa hal yang menyebabkan kerusakan pada sistem turbo mesin mobil, berikut daftarnya:

1. Usia Pakai atau Keausan Normal

Turbo adalah komponen suku cadang mobil yang memiliki usia pakai normal, layaknya suku cadang lainnya. Pada umumnya turbocharger bisa bertahan dalam jarak tempuh dari 100.000 hingga 150.000 mil (sekitar 160.900 – 242.400 km).

Angka kilometer tersebut akan sangat bervariasi tergantung cara dan kebiasaan mengemudi. Perangkat turbo juga bisa lebih cepat aus karena kualitas komponen turbo yang tidak sebaik klaim pabrikan mobil.

2. Oli Mesin

Sistem turbo adalah komponen berputar yang juga membutuhkan oli mesin yang berfungsi melumasi bagian yang bergerak. Selain sebagai pelumas, oli juga melindungi dari korosi dan juga menjaga komponen bergerak tetap dingin saat digunakan.

Kualitas oli yang rendah atau spesifikasi yang salah bisa menyebabkan penumpukan kontaminan di dalam mesin. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan abrasif pada bagian dalam turbo. Pemeriksaan rutin dan penggantian filter oli akan berguna menghidari kerusakan turbo karena oli.

3. Benda Asing / Tumpukan Pengotor

Fungsi filter udara sangatlah fital pada mobil dengan mesin turbo. Karena jika ada benda asing yang lolos dari saringan dan masuk ke sistem kompresor udara, seperti debu atau serpihan kotoran yang dalam waktu tertentu menjadi deposit, akan menimbulkan masalah pada sistem turbo.

Keberadaan benda asing di sistem kompresor akan mengurangi efisiensi turbo, karena beban putaran turbin jadi lebih berat dari seharusnya. Untuk mencegah masalah ini terjadi, filter udara pada mobil turbo harus mendapat perhatian ekstra, harus rutin dibersihkan dan diganti secara teratur. Dalam interval waktu tertentu, sistem baling-baling turbo juga harus diperiksa apakah ada kotoran.

4. Seal yang Buruk

Seal merupakan bagian penting yang menghubungkan kompresor dan mesin. Jika seal retak, oli dapat merembes bocor ke sistem pembuangan. Seperti dijelaskan sebelumnya, oli yang masuk ke sistem gas buang turbo akan mengurangin efisiensi turbo secara signifikan.

Bisakah Mengemudi dengan Turbo yang Rusak?

Pertanyaan ini mungkin timbul, jika kita menghadapai masalah dengan turbo, namun belum punya waktu atau budget untuk memperbaiki mobil. Dalam waktu yang tidak lama, mobil mungkin masin bisa dikendarai tanpa sistem turbo, tapi Anda mungkin harus menghadapi beberapa masalah seperti tenaga mobil yang loyo dan suara mesin yang merengek bising.

Saran kami, secepatnya bawa mobil Anda ke bengkel terpercaya jika mengalami masalah dengan turbo. Karena mesin adalah komponen terpenting pada mobil, sedangkan mobil dengan turbo biasanya didesain lebih kecil sehingga sangat tergantung pada sistem turbonya, mengingat bobot mobil besar yang tanpa turbo mestinya digerakkan mesin berkapasitas besar. Semakin lama perbaikan ditunda, semakin buruk dan mahal masalah lain yang mungkin terjadi, sebagai efek domino.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mesin Turbo Mobil Rusak?

Jika telah ditemukan indikasi masalah pada sistem turbo mobil, sebaiknya hentikan penggunaan hingga dipastikan oleh teknisi professional, bahwa mobil masih bisa digunakan atau harus segera diperbaiki.

Mengenai biaya perbaikan turbo, itu tergantung seberapa parah masalah yang terjadi, apakah cukup mengganti komponen tertentu atau harus mengganti keseluruhan sistem turbo. Merek dan model kendaraan juga menjadi penentu seberapa mahal suku cadang turbo. Selain biaya untuk membeli suku cadang, biaya jasa bongkar pasang oleh teknisi juga harus dipertimbangkan.

Mintalah penawaran atau perkiraan biaya secara keseluruhan sebelum memasukkan mobil anda untuk perbaikan turbo. Karena ini adalah perbaikan yang cukup mahal. Jangan sampai biaya yang terjadi melebihi uang Anda yang tersedia.

Baca Juga: Gejala Masalah pada Mesin Mobil yang Tidak Boleh Diabaikan

Kesimpulan

Beberapa hal yang perlu menjadi catatan bagi pengguna mobil dengan turbo adalah sebagai berikut:

  • Beberapa gejala penting dari masalah pada turbo adalah tenaga yang loyo, kebisingan mesin, dan asap berlebihan pada kenalpot.
  • Perawatan yang harus dijaga ketat adalah penggantian oli mesin dan kinerja filter udara.
  • Jika kurang memahami sistem turbo, jangan coba-coba mengutak-atik sendiri hanya berbekal tutorial dari YouTube. Lebih baik percayakan mobil Anda pada ahlinya di bengkel resmi, atau mekanik yang memang memiliki reputasi yang baik.

Demikianlah pembahasan segala sesuatu yang perlu diketahui dari perawatan mesin dengan turbo, terkait tanda-tanda masalah, penyebab dan tips perbaikannya. Semoga informasi ini bermamfaat bagi Sobat pemilik mobil dengan teknologi turbo.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Tulis Komentar