Ledakan di Lebanon dan Airbag Takata - Bahan Kimia yang sama

Ledakan di Lebanon Disebabkan Bahan Kimia yang Sama pada Airbag Takata

AutoWorld Berita

CaruserMagz.com – Dunia dikejutkan oleh ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon pada Selasa 4 Agustus 2020. Telah dikonfirmasi oleh pemerintah setempat, bahwa ledakan itu disebabkan oleh 2.750 ton Amonium Nitrate yang disimpan secara tidak aman di gudang pelabuhan selama enam tahun. Cukup mengherankan, bahan sangat eksplosif bisa disimpan sedemikian lama secara tidak aman tanpa tindakan apa pun hingga menjadi bencana dahsyat.

Namun tahukan Anda bahwa zat yang sama telah membunuh banyak orang selama lebih dari 1 dekade belakangan. Ya, skandal Airbag Takata yang bisa meledak seperti granat di dalam kabin mobil, juga menggunakan Amonium Nitrat yang dalam rumus kimia ditulis NH4NO3.

Amonium Nitrate merupakan salah satu bahan paling eksplosif di dunia, sehingga digunakan sebagai campuran bahan peledak yang biasanya ada pada senjata seperti bom dan granat. Di sisi lain, zat kimia ini juga digunakan sebagai bahan baku pupuk. Kasus ledakan di Lebanon adalah Amonium Nitrat yang ditujukan untuk pupuk.

Pada airbag Takata, Amonium Nitrat digunakan sebagai pengganti bahan sebelumnya yang kurang ekonomis, yaitu Tetrazole (CH2N4) yang berharga mahal, namun lebih stabil terhadap perubahan suhu dan waktu. Takata mengetahui sifat eksplosif Amoniun Nitrat, namun mereka mengklaim bahwa airbag-nya mampu membuat zat tersebut jinak. Mereka lupa, perubahan kandungan air seiring waktu, membuat Amonium Nitrat makin eksplosif.

Baca lebih detail penjelasan mengenai bagaimana Airbag Takata bisa meledak seperti granat, pada artikel yang kami tulis pada akhir 2016 lalu, yaitu “Mengapa Airbag Takata Bisa Meledak seperti Granat“.

Ledakan airbag Takata seperti granat
Ledakan airbag Takata seperti granat

Amonium Nitrate bersifat tidak stabil jika terpapar perubahan suhu dan kandungan air di udara. Sifatnya mudah menyerap air, sedangkan kandungan air menambah sifat eksplosifnya melebihi kondisi kering. Maka wajar jika zat tersebut menghasilkan ledakan seperti cawan jamur di Beirut, mengingat telah disimpan selama 6 tahun.

Hal itu senada dengan kasus-kasus ledakan airbag Takata yang membunuh puluhan dan melukai ratusan orang sejak pertama kali mencuat hingga kini. Rata-rata airbag takata yang meledak memuncratkan serpihan logam terjadi pada mobil yang telah digunakan lebih dari 5 tahun. Walau bukan kecelakaan yang seharusnya menyebabkan kematian, benturan sedikit saja yang memicu airbag maut tersebut aktif, maka pengemudi dan penumpan bisa tercabik-cabik seperti kena granat.

Tercatat hingga Maret 2020, setidaknya 25 orang meninggal dan lebih dari 250 orang luka-luka karena kasus airbag Takata yang menggunakan bahan Amonium Nitrat di dalam inflator-nya. Sekitar 70 juta kendaraan di seluruh dunia telah direcall karena airbag maut tersebut, karena hampir semua brand mobil terkenal menggunakan airbag Takata. Alhasil, Takata tidak sanggup lagi memenuhi tuntutan ganti rugi dari semua pabrikan tersebut, hingga Takata mengumumkan kebangkrutan pada Juni 2017.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Tulis Komentar