Krisis Semikonduktor masih Parah, Toyota Kurangi Produksi 100.000 Unit pada Mei 2022

Toyota kurangi produksi karena krisis semikonduktor masih lanjut

CaruserMagz.com – Krisis semikonduktor masih berlanjut dan belum juga mereda, bahkan kondisi terakhir makin parah walau pandemi Covid-19 bisa dianggap sudah akan berakhir.

Perang Rusia-Ukraina di Eropa mau tidak mau menjadi sebab paling besar dari kondisi krisis komponen utama elektronik tersebut, karena kedua negara tersebut merupakan pemasok utama komponen dasar yang mensupport produksi semikonduktor di seluruh dunia.

Toyota Motor Corporation (TMC) melalui laman resminya mengumumkan revisi target produksi kendaraannya untuk bulan Mei 2022, dimana terjadi penurunan sangat signifikan.

Semula, target produksi Toyota secara global pada Mei 2022 adalah sebanyak 750.000 unit, yang terbagi 200.000 unit di Jepang dan 550.000 unit di luar Jepang.

Baca:  Arab Saudi Dirikan Pabrik Mobil Listrik, Negeri Petro Dollar Ingin jadi Produsen EV

TMC mengurangi rencana produksi sekitar 100.000 unit secara global dari target jumlah unit yang telah disampaikan pada pemasoknya di awal tahun.

Pengurangan produksi akan berlanjut hingga Juli, dengan rencana produksi global rata-rata dari Mei hingga Juli sekitar 800.000 unit.

Untuk pengurangan produksi tersebut, TMC akan menghentikan 10 jalur produksi di 9 pabrik, dari total 28 jalur produksi di 14 pabrik.

Adapun mobil-mobil yang dikurangi produksinya antara lain: Corolla ,Prius, C-HR, Voxy, Noah, RAV4 serta banyak lineup Lexus di semua segmennya, yaitu LS, IS, RC, RC F, NX, NX, NX PHEV, CT, UX, UX BEV.

Toyota Takaoka Plant
Jalur Produksi Mobil Toyota – Takaoka Plant

TMC menyampaikan bahwa sebab dari revisi target produksi tersebut karena krisis semikonduktor masih berlanjut sebagai akibat pandemi Covid-19. TMC hanya menyebut faktor lain yang kemungkinan besar itu adalah konflik bersenjata di Ukraina.

Baca:  Warna Toyota Fortuner 2020 Ada yang Baru, Ini Pilihannya

Kami di Toyota ingin sekali lagi meminta maaf atas penyesuaian berulang pada rencana produksi kami karena kekurangan suku cadang akibat penyebaran COVID-19, yang menyebabkan ketidaknyamanan yang cukup besar bagi pelanggan, pemasok, dan pihak terkait lainnya,” Tulis TMC di laman Global.Toyota (18/04).

Kekurangan semikonduktor, penyebaran COVID-19, dan faktor lainnya membuat sulit untuk melihat beberapa bulan ke depan, tetapi kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk mengirimkan kendaraan sebanyak mungkin kepada pelanggan kami secepat mungkin.” tutup pengumuman itu.

Yayan Abdhi

Seorang pekerja swasta di pelosok Sumatera yang mencurahkan kegemarannya pada dunia otomotif dengan menulis blog. "Semoga blog sederhana ini bermamfaat bagi netizen dan industri otomotif Indonesia."

Tulis Komentar