BLOG INI DIJUAL, HARGA AWAL : RP 500 JUTA (SILAHKAN DITAWAR) HUBUNGI: 0813 7752 5527

Kisah Cinta di Balik Maskot ‘Spirit of Ecstasy’ pada Mobil Rolls-Royce, Tragis Tapi Mendunia

Rolls-Royce Mascot - Spirit of Ecstasy

Share

CaruserMagz.com – Salah satu maskot legendaris yang kini menjadi prestise paling bergengsi di kalangan pemilik mobil mewah adalah ‘Spirit of Ecstasy‘, patung wanita bersayap yang membungkuk di bagian atas moncong mobil Rolls-Royce.

Tahukah Anda bahwa itu bukanlah sekedar patung biasa sebagai maskot untuk mempercantik mobil mewah asal Inggris tersebut, tapi ada kisah cinta dibalik munculnya maskot yang mendunia tersebut.

Wanita yang menjadi inspirasi dari ikon Rolls-Royce tersebut bernama Eleanor Velasco Thornton, seorang wanita cantik non-bangsawan yang pada tahun 1902 bekerja menjadi sekretaris John Walter Montagu, Baron Montagu Ke-2, di majalah otomotif ‘The Car Illustrated‘.

Eleanor dan Lord Montagu-2 saling jatuh cinta hingga terjalin hubungan asmara antara sang juragan media dengan sekretarisnya tersebut. Sayangnya itu bukanlah hubungan cinta yang mudah dan bisa dipublikasikan.

Spirit of Ecstasy - Rolls-Royce Mascot Inspiration - Eleanor
Spirit of Ecstasy – Rolls-Royce Mascot Inspiration – Eleanor Velasco Thornton

Perselingkuhan Bos Media dan Sekretarisnya

John Montagu adalah lelaki dari kalangan terhormat dan telah memiliki istri dari kalangan elit, yaitu Lady Cecil Victoria Constance Kerr. Mereka menikah pada 1889, jauh sebelum John bertemu dengan Eleanor.

Selain itu, status sosial dan ekonomi Eleanor yang dari keluarga miskin akan menjadi aib besar jika hubungan mereka terungkap. Alhasil, hubungan itu harus dirahasiakan selama lebih dari 1 dekade.

Strata sosial berdasarkan hubungan darah keluarga bangsawan dan taraf ekonomi, masih sangat kuat pengaruhnya di kalangan orang Inggris saat itu, bahkan hingga saat ini.

Namun John Montagu tidak ingin menyerah dari cintanya pada Eleanor, sehingga hubungan cinta itu tetap mereka lanjutkan secara rahasia. Itu menjadi cinta terlarang yang awalnya hanya diketahui lingkaran dekat sang Baron saja.

Hubungan antara Kisah Cinta Eleanor dengan Maskot Rolls-Royce

Lalu apa hubungan kisah cinta sang Baron Media Otomotif di zaman itu dengan Rolls-Royce? Mengapa kisah cinta terlarang itu, menjadi inspirasi maskot brand otomotif paling prestisius hingga kini?

Pada awal abad ke-19, menjadi kebiasaan orang-orang kaya di Inggris membuat maskot pribadi untuk mobilnya masing-masing. John Walter Montagu juga menginginkan maskot pribadi untuk mobilnya.

John Montagu lalu menugaskan temannya, Charles Robinson Sykes, seniman yang bekerja di London di bawah perlindungan bangsawan, untuk memahat maskot pribadinya yang akan dipasang pada kap mesin Rolls-Royce Silver Ghost 1909 miliknya.

Eleanor Thornton - The Lady of Rolls-Royce Spirit of Ecstasy
Eleanor Thornton – The Lady of Rolls-Royce Spirit of Ecstasy

Karena kecintaannya pada Eleanor Thronton, Lord Montagu meminta Sykes untuk menjadikan Eleanor sebagai model untuk maskot tersebut.

Ada juga issue yang mengatakan bahwa itu merupakan ide Sykes sendiri. Karena sebagai teman dekat john Montagu, Sykes mengetahui seberapa besar kecitaan sang Baron pada sekretarisnya itu.

Sykes awalnya membuat patung Eleanor yang meletakkan jari telunjuknya di bibir, dalam balutan jubah berkibar. Patung itu diberi nama “The Whisper“, diduga merupakan lambang dari hubungan cinta rahasia antara John dan Eleanor.

The Whisper - Rolls-Royce First Mascot
The Whisper – The origin of Rolls-Royce Mascot

Rolls Royce Ingin Punya Maskot Tetap

Sang pabrikan Inggris prihatin ada beberapa pemilik yang memasang ornamen tidak pantas pada mobil Rolls-Royce.

Untuk itu, Claude Johnson, yang saat itu adalah Direktur pelaksana Rolls-Royce Motor Cars, diminta memesan maskot yang lebih bermartabat dan anggun untuk dipasang sebagai standar pada semua mobil RR.

Tokoh kunci mengapa Eleanor menjadi wanita pada pada patung ‘Spirit of Ecstasy‘ di mobil Rolls-Royce adalah Charles Robinson Sykes, teman Lord Montagu yang telah merancang ‘The Whisper‘ untuk sang Baron.

Pasalnya Claude Johnson memilih Sykes untuk merancang maskot tetap yang akan dipasang di semua mobil Rolls-Royce. Karena Sykes adalah sarjana lulusan Royal College Art London yang terkenal akan karya-karya desainnya.

Johnson mensyaratkan bahwa maskot tersebut harus menyampaikan semangat Rolls-Royce, yaitu “kecepatan dengan keheningan, tidak adanya getaran, pemanfaatan energi besar yang misterius dan organisme hidup yang indah dengan rahmat yang luar biasa“.

Sebuah simbol yang membangkitkan semangat dengan keindahan magis dan citra yang anggun. Namun Sykes tidak terkesan dengan hal itu, seniman itu lebih tertarik menampilkan maskot yang lebih peminim.

Charles Sykes Memilih The Whispher

Ternyata Sykes masih mengagumi kecantikan Eleanor, kekasih Lord Montagu. Charles Sykes memilih Eleanor untuk menjadi model dari maskot resmi pabrikan mobil mewah tersebut. Mungkin dia mengagumi kisah cinta Lord Montagu dan Miss Thornton.

Untuk itu, dia memodifikasi ‘The Whisper‘ menjadi patung wanita membungkuk yang mengibarkan jubahnya seperti sayap, sebagaimana yang kita kenal saat ini.

Model pertama itu diberi nama “The Spirit of Speed“. Kemudian Sykes memberi deskripsi “Dewi kecil yang anggun, Spirit of Ecstasy, yang telah memilih perjalanan darat sebagai kesenangan tertingginya dan turun di haluan mobil Rolls-Royce untuk menikmati kesegaran udara dan suara musik dari jubahnya yang berkibar.”

Maskot Rolls-Royce ‘Spirit of Ecstasy‘ tersebut dipresentasikan oleh Sykes pada bulan Februari 1911. Sykes membubuhkan tanda tangannya di alas patung dengan keterangan “Charles Sykes, 6.2.11“.

Spirit of Speed - Spirit of Ecstasy - RR 1911
Spirit of Speed – Spirit of Ecstasy – 6 February 1911

Berakhir Tragis, Tapi Tak Punah!

Pada akhirnya, kisah cinta antara John Montagu dan Eleanor berakhir tragis. Keduanya terpisah maut saat masih saling mencintai, dalam sebuah kecelakaan kapal laut.

Pasangan gelap itu menaiki kapal SS Persia untuk perjalanan menuju India. Malangnya kapal tersebut ditorpedo oleh armada U-Boat Jerman di Selatan wilayah Crete, pada 30 Desember 1915.

Eleanor Thornton meninggal dalam insiden tersebut, sementara Lord Montagu selamat setelah beberapa hari terombang-ambing di skoci penyelamat.

Hmm.. mungkin ini kisah bagus untuk dijadikan sinetron yang berakhir menyedihkan bagi pecinta wanita cantik berbeda status sosial, tapi akhir yang indah bagi istri yang sah.

Namun Eleanor tetaplah cinta yang besar bagi sang Baron Montagu, hingga menjadi warna dalam kehidupannya yang sulit dihapus.

Bahkan setelah keduanya tiada, kisah cinta mereka tidak punah dan menjadi bagian sejarah dari merek mobil paling prestisius di dunia, dalam wujud patung logam bernama “Spirit of Ecstasy”.

The flying Lady Eleanor Thornton
The flying Lady Eleanor Thornton – Spirit of Ecstasy – 1911

Pemilik Merek Tidak Menyukainya

Royce selaku pemilik merek sebenarnya tidak menyukai maskot wanita terbang tersebut. Dia tidak percaya patung itu mempercantik mobil.

Dia menyatakan bahwa itu mengganggu pandangan pengemudi. Itulah mengapa Royce jarang terlihat mengendarai salah satu kendaraan perusahaannya yang dihiasi dengan maskot Eleanor.

Baca juga: Makna Logo-logo Merek Otomotif Terkenal

Spirit of Ecstasy juga diproduksi oleh perusahaan Inggris Louis Lejeune Ltd. selama beberapa tahun. Patung wanita terbang tersebut juga terkenal dengan istilah Eleanor, Silver Lady, atau Flying Lady yang model aslinya bernama Miss Eleanor Velasco Thornton.

The Whisper dan patung-patung Spirit of Ecstasy lainnya dipamerkan di National Motor Museum di Beaulieu, tempat dimana kisah cinta yang tragis itu mulanya terjadi.

Sumber: Wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!! (Konten ini Dilindungi)