Honda Tanggapi SUV Murah China, HPM: Bukan Kompetitor, Gak Ngaruh!

CaruserMagz.com – Segmen Low SUV di Indonesia mendapat pendatang baru dengan hadirnya DFSK Glory 560. Sehingga konsumen Indonesia punya alternatif pilihan selain Toyota Rush, Daihatsu Terios dan Honda BR-V. DFSK Glory 560 disebut kuda hitam, karena SUV murah China tersebut sangat menggiurkan dari sisi harga, fitur, desain dan build quality.

 
Selain Glory 560, telah ada SUV dari brand China lainnya seperti Glory 580 dan Wuling Almaz. Semuanya juga menawarkan banyak kelebihan yang dapat dikatakan jauh mengungguli mobil-mobil dari brand Jepang dalam segala hal, kecuali brand image.

 
Lalu bagaimana tanggapan produsen mobil Jepang terhadap fenomena tersebut? Ternyata petinggi brand Jepang menanggapi santai dan tidak melakukan improvisasi besar untuk menghadang perkembangan brand China yang cepat.

 
Wajar saja, karena brand image memang masih sangat kuat posisi tawarnya di Indonesia. Masyarakat Indonesia tidak mudah percaya pada brand baru, walau tampilan dan harga menggoda. Apalagi ditambah image buruk brand Otomotif China di masa lalu, membuat orang Indonesia tidak mau mempertaruhkan uang ratusan juga untuk mobil yang belum teruji kehandalannya.

 

DFSK Glory 560 - Low SUV Bercitarasa Mewah Mesium SUV
DFSK Glory 560 – Low SUV Bercitarasa Mewah Medium SUV

Jonfis Fandi selaku Marketing & After Sales Service Director PT HPM, memberi tanggapan saat ditanya wartawan mengenai kehadiran berbagai SUV China yang murah. Menurut Jonfis, pihaknya tidak merasa khawatir atau terganggu.

 
“Ya mereka jual murah, tapi kami merasa itu bukan kompetitor kami dan tidak ada pengaruhnya terhadapt penjualan kami,” ujar Jonfis Fandy.

 
Menurutnya, nilai jual kembali mobil sangat berpengaruh bagi konsumen Indonesia. Karena orang Indonesia itu ingin meningkatkan mobilnya ke segmen yang lebih tinggi saat mengganti mobil, jika resale value turun drastis, maka akan sulit untuk upgrade ke mobil yang lebih bagus.

 

Jonfis berpendapat bahwa SUV murah China tersebut punya segmennya sendiri yang sempit, karena orang Indonesia itu enggan membeli mobil murah dengan nilai jual kembali yang turun jauh. Sedangkan Brand yang sudah lebih lama eksis akan lebih dipercaya karena resale value yang stabil.

 
Sehingga pihak HPM tidak buru-buru menghadirkan Honda BR-V generasi baru, melainkan hanya mempercantik tampilannya saja untuk tetap bersaing di segmen Low SUV. PT HPM menargetkan penjualan Honda BR-V facelift sebanyak 500 unit per bulan.

 
Baca juga:
Kelebihan dan Kekurangan DFSK Glory 560
Keunggulan dan Kelemahan Honda BR-V Generasi Pertama

 
Apakah tanggapan itu hanya menyembunyikan kekhawatiran atau memang brand Jepang masih meremehkan brand pendatang baru tersebut? Faktanya Wuling Almaz telah berhasil menyalib Honda CR-V Turbo pada awal kehadirannya di pasar Indonesia, dan DFSK Glory 560 telah dipesan hingga ratusan unit hanya dalam beberapa hari dari peluncurannya.

 
Namun wajar saja jika pihak HPM menanggapi santai, karena bisa jadi penjualan Wuling Almaz dan DFSK Glory 560 yang banyak hanyalah euforia konsumen saat peluncuran saja, sedangkan yang akan membuktikan adalah stabilitas dan peningkatan penjualan dalam jangka panjang. Biarlah waktu yang menjawab!

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
Loading...

Yayan Abdhi

Simply an Automotive Enthusiast who loves to express everything by texting.  Karyawan swasta yang menjadikan menulis sebagai hobby dan keseharian.  Semoga blog ini banyak membantu netizen yang membutuhkan informasi seputar otomotif.

Tulis Komentar