BLOG INI DIJUAL, HARGA AWAL : RP 500 JUTA (SILAHKAN DITAWAR) HUBUNGI: 0813 7752 5527

Bugatti Tidak Buat SUV hingga 2032, Ini Kemungkinan Alasannya

Bugatti SUV Concept - Regaining the heritage

Share

CaruserMagz.comBugatti tidak buat SUV, menolak latah pada tren SUVisasi – Jika pabrikan supercar ramai-ramai membuat SUV demi mengejar volume penjualan, itu tidak akan terjadi pada Bugatti, pabrikan yang membuat hypercar kasta tertinggi dalam group Volkswagen.

Kemonceran SUV untuk meningkatkan bisnis produsen supercar sudah dibuktikan oleh Lamborghini dengan Lambo Urus. SUV 4-seater tersebut dengan cepat melambungkan ukuran pasar Lamborghini di seluruh dunia.

Mungkin membiarkan SUV jadi kue pasar yang dinikmati Lamborghini, Bugatti sebagai the biggest brother dari Lambo dan Porsche dalam group VW, akan tetap konsisten membuat hypercar 2-seater bertubuh pipih menapak ke jalan.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada media, CEO Bugatti yang baru, Mate Rimac, menyampaikan bahwa tidak akan ada SUV Bugatti dalam satu dekade ke depan.

“Versi murni listrik tidak termasuk dalam rencana sepuluh tahun kami untuk Bugatti, dan juga tidak ada SUV,” kata Rimac, seperti dikutip Carscoops, pada Senin (12/9/22).

Seperti kita ketahui bahwa dalam group VW, Bugatti adalah pembuat hypercar, sedangkan Porsche berkonsentrasi pada Sportcar dan Lamborghini lebih berfokus pada supercar, walau Lambo juga memiliki beberapa hypercar.

Bugatti SUV Concept
Bugatti SUV Concept

Kemungkinan alasan mengapa Bugatti tidak buat SUV

Cukup masuk akal jika Bugatti tidak akan membuat SUV. Karena hypercar adalah tentang kecepatan semaksimal mungkin di lintasan mulus dan lurus, sedangkan SUV memiliki habitat untuk segala medan jalan.

Hypercar dalam bentuk SUV sepertinya memang bukanlah opsi yang bijak, karena hypercar memerlukan ground clearance yang serendah mungkin untuk kestabilan maksimal.

Sedangkan SUV lebih ditujukan untuk kemampuan menerjang jalanan yang tidak rata hingga offroad, dan itu masih mungkin untuk segmen sportcar ataupun supercar.

Tapi tidak untuk hypercar, karena risikonya pada keselamatan terlalu tinggi. Bisa kita bayangkan jika memaksakan tenaga ribuan HP di jalur off-road atau jalanan yang tidak mulus.

Kecuali jika Bugatti rela menurunkan kasta produknya dari hypercar ke level supercar atau sportcar. Sehingga para crazy-rich dunia bisa memiliki super SUV dengan lencana Bugatti yang sangat bergengsi itu.

Kemungkinan Penyebab dari sisi lain

Keengganan Bugatti membuat SUV ini berasal dari visi Mate Rimac terhadap kesakralan Bugatti sebagai brand hypercar.

Sebagaimana diketahui bahwa Mate Rimac adalah pemilik Rimac Automobili yang terkenal merupakan perusahaan perancang supercar hingga hypercar.

Rimac juga memiliki model Super SUV listrik dalam rencana masa depan Rimac Automobili miliknya. Jadi mungkin sang maestro hypercar tersebut tidak ingin Bugatti menjadi pesaing perusahaan miliknya. Who knows?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!! (Konten ini Dilindungi)