Benarkah Mobil Hitam Lebih Panas dibanding Mobil Putih di Cuaca Terik

CaruserMagz.com – Apakah benar mobil hitam lebih panas dibanding mobil putih di cuaca siang yang terik? Bagaimana penjelasan ilmiahnya? Adakah keuntungan dan kerugian memilih mobil berwarna hitam? Jika sobat penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, bacalah artikel ini hingga tuntas.

 
Jika ada dua mobil yang sama dijemur di terik matahari siang, namun yang satu berwarna hitam dan yang lainnya berwarna terang, adakah perbedaan dalam hal penyerapan panas? Mobil mana yang lebih cepat panas dan lebih butuh waktu lama untuk didinginkan dengan AC saat akan dikendarai?

 
Penelitian yang dilakukan Divisi Teknologi Energi Lingkungan The Berkeley Lab pada tahun 2011 menyimpulkan bahwa mobil berwarna hitam menyerap panas dari sinar matahari lebih banyak dibanding mobil dengan warna lebih terang.

 
Mobil berwarna terang memantulkan 60% sinar matahari, sehingga menyerap panas lebih sedikit. Sedangkan mobil berwarna hitam lebih sedikit memantulkan panas, sehingga lebih cepat meningkat temperatur di dalam kabinnya, karena lebih lama menahan panas.

 
Penelitian oleh Berkeley Lab tersebut dilakukan dengan membandingkan mobil Honda Civic berwarna silver dan hitam. Mereka juga menemukan bahwa warna-warna mobil yang terang berperan dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar sebesar 2% dan juga menurunkan emisi karbon hampir 2%.

 

Percobaan Temperatur Kabin Mobil Hitam

 
Penelitian lain terkait hal ini juga dilakukan oleh Mythbusters yang membandingkan suhu dalam kabin mobil putih vs mobil hitam. Mereka meletakkan termometer di masing-masing kabin mobil tersebut lalu menjemurnya di cuaca terik beberapa jam. Hasilnya adalah temperatur kabin mobil putih mencapai 125°F (52°C), sedangkan suhu kabin mobil hitam 10°F (5°C) lebih tinggi.

 
Barkeley Lab melakukan eksperimen yang sama pada siang hari yang terik di Sacramento, California. Mereka menjemur mobil di bawah sinar matahari selama satu jam dan kemudian menemukan bahwa kabin mobil hitam juga 5°C lebih panas.

 
AutoRadar juga melakukan percobaan tersebut pada musim panas di Georgia. Setelah beberapa jam, suhu di dalam kabin mobil hitam lebih panas 8,3°C dibanding mobil putih. Kemudian mereka mendinginkan suhu kabin kedua mobil tersebut dengan AC, hasilnya kabin mobil hitam butuh waktu lebih lama untuk didinginkan.

 

Apa Efek Temperatur yang Lebih Panas pada Kabin Mobil?

 
Memang perbedaan temperatur tersebut tidak signifikan, namun akan berbeda jika mobil dijemur dalam waktu lebih lama, misalnya seharian. Untuk wilayah tropis seperti Indonesia, perbedaan panas tentunya akan jadi signifikan.

 
Temperatur yang lebih tinggi akan cukup menyiksa saat kita harus memasuki kabin mobil, karena butuh waktu lebih lama untuk mendinginkan kabin walau dengan mengerahkan kemampuan maksimal dari AC.

 
Efek selanjutnya adalah konsumsi bahan bakar akan lebih boros pada mobil berwarna hitam saat berkendara di cuaca panas, karena AC bekerja lebih keras.

 

Apa yang Harus Dilakukan dengan Mobil Hitam?

 
Jika sobat adalah pemilik mobil berwarna hitam, atau terlanjur hanya menyukai hitam sebagai  warna pavorit untuk mobil, maka perlu melakukan beberapa hal untuk mencegah panas berlebihan masuk ke kabin mobil sobat.

 
Misalnya dengan mengusahakan hanya parkir di tempat yang tidak terpapar terik matahari secara langsung, seperti di garasi atau parkiran yang ada atapnya.

 
Bisa juga dengan memasang kerai pada bagian dalam kaca saat parkir. Bisa juga dengan memasang kaca film yang lebih gelap dengan fitur anti panas, sehingga mereduksi jumlah panas yang masuk ke kabin.

 
Baca juga:

 
Semoga artikel ini menambah pengetahuan sobat pembaca, jangan ragu untuk berkomentar jika sobat punya informasi tambahan atau pernah melakukan eksperimen untuk hal ini. Untuk informasi menarik lainnya silahkan berkunjung dan berlangganan artikel dari blog carusermagz.com ini.

 
Salam Otomotif!

 

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it.”

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Loves to drive cars and writes a lots about it."

Tulis Komentar