Tips Jaga Emosi saat Mengemudi di Jalan Raya, Hindari Konflik Sekecil Apapun!

CaruserMagz.com – Kondisi dalam perjalanan memang kadang memancing emosi, sehingga banyak orang cenderung menjadi temperamen saat dibalik kemudi kendaraan.

 

Apalagi di jalan raya perkotaan yang kini kian macet, banyak percekcokan para pengguna jalan yang kita saksikan. Bahkan beberapa di antaranya adu jotos, atau sampai adu moncong mobil.

 

Dalam keadaan marah, akal sehat tertutupi nafsu amarah yang meledak-ledak, sehingga mengakibatkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi atau bahkan merugikan kita sendiri. Penyesalan muncul setelah kerugian terjadi baik disisi orang yang marah sendiri maupun pengguna jalan lain.

 

Saat penyesalan sudah terjadi, barulah mereka sadar bahwa meluapkan amarah di jalanan adalah hal buruk dan membuat seseorang menjadi monster yang bisa mencelakanan orang lain.

 
 

Hindari Mengemudi secara Agresif

 

Cepat tidak berarti harus agresif! cara mengemudi yang agresif dapat mencelakakan bukan hanya diri sendiri, tapi juga pengguna jalan lain.

 

Saat dikemudikan dengan agresif, mobil atau motor yang kita kemudikan biasanya bergerak kekiri dan kekanan secara tiba-tiba, hal ini tidak dapat terbaca oleh pengguna jalan lain, sehingga kemungkinan untuk menabrak, ditabrak atau bertabrakan dengan kendaraan lain menjadi sangat besar.

 

Bayangkan jika sobat berjalan lurus, tiba-tiba ada mobil menyalib kendaraan lain di depannya dan hampir menabrak mobil sobat dari arah berlawanan. Tentu itu akan membuat kita kaget dan bisa mengambil keputusan yang salah.

 

Jadi cara mengemudi agresif sangat berbahaya dan bisa memancing emosi pengguna jalan lain. Beruntung jika orang lain cukup sabar, tapi jika ternyata tidak, maka kita bisa jadi sasaran kemarahan pengguna jalan lain.

 
 

Jangan Terburu-buru

 

Untuk mengghindari cara mengemudi agresif, berangkatlah lebih awal sehingga tidak perlu memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Berkendara dengan kecepatan yang sedang-sedang saja dan sewajarnya tentu akan lebih aman dan membuat kita lebih rileks serta lebih mudah berkonsentrasi dalam mengendalikan kendaraan yang kita kemudikan.

 
 

Niatkan dari awal untuk menjadi orang sabar (nice people)

 

Pasanglah niat untuk menjadi orang yang sabar sebelum berangkat berkendara. Camkan dalam hati, bahwa kita akan menjadi orang yang baik, sabar dan tidak akan marah-marah di jalanan. Ini penting karena akan menjadi pengingat bagi kita, saat mulai terpancing emosi oleh keadaan di jalan raya atau karena kesalahan pengguna jalan lainnya.

 

Bayangkan akibat-akibat buruk yang mungkin terjadi jika kita meluapkan amarah di jalanan. Kita bisa celaka, orang lain bisa celaka dan dengan marah-marah di jalanan akan membuat kita terlihat buruk atau bahkan seperti monster jahat di mata orang lain. Tidak ada kebaikan yang akan di peroleh dengan marah-marah di jalanan.

 
 

Jangan marah! meski kamu merasa orang lain salah

 

Pahamilah bahwa kesalahan orang lain di jalan raya sangat mungkin terjadi, baik dengan niat maupun tanpa disengaja. Kita juga sangat mungkin melakukan kesalahan. Tahanlah amarah, walau sobat yakin berada di pihak yang benar dan orang lain salah. Tidak ada gunanya marah-marah atau menunjukkan kekesalan sobat.

 

Bisa saja orang lain yang salah, dan sobat benar. Tapi saat sobat meluapkan amarah, orang tersebut tidak terima dan merasa dilecehkan. Hal itu bisa memancing amarahnya dan membuatnya nekat melakukan hal-hal buruk seperti menabrakkan mobilnya ke mobil kita, mengeluarkan sajam atau bahkan senjata api jika ternyata mereka adalah aparat, atau minimal mengajak sobat adu jotos. Itu semua adalah hal yang berbahaya.

 
 

People do mistakes, slow down!

 

Kesalahan di jalan raya adalah hal yang lumrah, sekali lagi fahami dan mengertilah akan kemungkinan itu. Bisa saja orang melakukan kesalahan karena ternyata mereka terburu-buru karena sedang membawa orang yang sekarat, atau ibu hamil yang hampir melahirkan dan harus segera sampai di rumah sakit, dan lain sebagainya.

 

Berfikiran positiflah! Jangan mendahulukan ego! Kembali lagi, niatkanlah untuk jadi orang baik di jalanan, jangan terburu-buru jika tidak perlu. Berkendaralah dengan kecepatan yang wajar agar tidak mencelakakan orang lain.

 
 

Jaga jarak aman!

 

Saat harus berada di belakan kendaraan lain, pastikan sobat berada di jarak yang aman dan bisa menghentikan kendaraan jika mobil atau motor di depan melakukan pengereman mendadak. Jangan terlalu mengandalkan kemampuan pengemudi kendaraan lain di depan sobat, karena bisa saja ternyata dia baru bisa menyetir mobil, atau mungkin saja dia tiba-tiba kehilangan kendali dan lain sebagainya.

 
 

Beri jalan saat ada yang ingin mendahului, jangan egois!

 

Saat ada mobil lain yang ingin mendahului, maka sebaiknya berikan untuknya jalan. Karena berarti dia ingin memacu kendaraannya lebih cepat dari kita. Tidak ada gunanya mementingkan ego, misalnya mobil lain itu hanya hatchback LCGC yang murah sedangkan mobil kita adalah SUV berharga di atas 1 M dan bertenaga super buas, lalu kita merasa gengsi didahului mobil murah.

 

Ego bisa mencelakakan diri kita sendiri dan orang lain, tidak ada gunanya berlaku angkuh di jalanan. Berkendaralan sewajarnya agar sobat tidak jadi monster jahat yang jadi musuh orang banyak.

 
 

Beri tanda yang sopan saat ingin mendahului

 

Saat butuh mendahului kendaraan lain, beri tanda yang sopan dengan bunyi klakson secukupnya. Jangan berlaku angkuh dengan bunyi klakson yang mengintimidasi dan menyerobot jalan dengan agresif. Itu dapat saja memancing emosi pengemudi yang sedang ingin kita dahului, lalu egonya muncul dan dia malah menekan pedal gas lebih kencang. Tak elok berprilaku seperti pembalap di jalan raya, karena bisa mencelakakan orang banyak.

 
 

Jangan nekat di tikungan!

 

Saat beriringan dengan kendaraan lain di tikungan, jangan nekat mendahului. Karena kita tak tahu kendaraan apa yang berada dari arah beralawanan. Kita juga tidak bisa tahu apakah di depan kendaraan yang akan kita dahului ada kendaraan lainnya atau tidak.

 

tahanlah keinginan untuk mendahului saat ditikungan, pastikan jalur di depan sudah benar-benar kosong dan aman untuk kita mengambil jalur kanan. Jangan nekat lalu hanya mengandalkan perkiraan jika tidak ada kendaraan lain dari arah berlawanan. Karena itu bisa mencelakakan diri sendiri dan orang lain.

 
 

Hindari genk Motor yang lagi touring

 

Fenomena genk motor atau kegiatan club motor yang sedang touring memang makin marak akhir-akhir ini. Sayangnya pada umumnya genk motor ini berlaku semena-mena di jalanan, seolah-olah jalanan hanya milik mereka. Memacu motor yang dengan kecepatan tinggi dan tanpa segan mengambil jalur jalan yang tidak seharusnya.

 

Memang kita sering kesal dengan kelakuan mereka, namun ada baiknya kita menahan emosi. Biarkan mereka berlalu, toh tidak akan lama mereka akan menjauh karena biasanya mereka kebut-kebutan. Jangan mau berkonflik dengan genk motor, karena jumlah mereka pasti banyak dan pada umumnya adalah orang-orang nekat yang mudah terpancing emosi. Tak ada untungnya kita berkonflik dengan mereka.

 
 

Pikirkan biaya perbaikan jika mobil rusak

 

Salah satu hal yang cukup membuat kita jera adalah saat mobil rusak jika terjadi tabrakan atau kontak dengan kendaraan lain. Bayangkan tabungan kita terkuras untuk memperbaiki mobil hanya karena kita memperturutkan nafsu amarah di jalanan. Jangan konyol membuang uang untuk memperbaiki mobil karena kejadian yang tidak seharusnya terjadi.

 

 

Demikian beberapa tips untuk menghidari kerugian akibat tidak mampu mengendalikan emosi di jalanan. Semoga tulisan ini bermamfaat bagi sobat pembaca. Jadilah pengguna jalan yang baik dan jadilah orang yang sabar. Jangan marah! tidak ada mamfaatnya meluapkan amarah di jalanan.

 

Salam Otomotif!

 

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.

3 thoughts on “Tips Jaga Emosi saat Mengemudi di Jalan Raya, Hindari Konflik Sekecil Apapun!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *