12 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Mengemudi Mobil Manual

CaruserMagz.com – Di era sekarang, orang ingin serba praktis sehingga mobil bertransmisi manual mulai terkesan kuno. Namun mengendarai mobil manual punya kenikmatan dan seni tersendiri yang hanya bisa dirasakan orang yang sudah bisa menggunakannya.

 

Dengan memahami dan mampu menyetir mobil manual, kita seperti menjadi bagian dari sistem penggerak mobil. Namun semahir apapun sobat mengemudikan mobil manual, tidak tertutup kemungkinan bahwa beberapa kebiasaan sobat ternyata adalah hal yang salah dan dapat memperpendek usia pakai beberapa komponen penting pada mobil sobat.

 

Berikut hal-hal yang harus dihindari saat mengemudikan mobil manual, agar mobil sobat terhindar dari kerusakan atau kondisi berbahaya di jalan raya.

 

1. Jangan letakkan kaki di pedal kopling terus-menerus

 

Beberapa orang punya kebiasaan meletakkan kaki kirinya di pedal kopling. Sebagian beralasan agar lebih siap saat harus mengganti gigi, beberapa karena kebiasaan saja.

 

Mengistirahatkan kaki di pedal kopling adalah kebiasaan buruk yang harus dihindari. Walau kita yakin kita tidak menekan pedal, kaki kita punya berat yang menjadi beban pedal tersebut.

 

Tekanan pada pedal kopling sekecil apapun akan menyebabkan kopling tidak sepenuhnya menghubungkan sistem penggerak mobil. Akibatnya terjadi slip yang dalam waktu lama akan membuat kopling lebih cepat aus, lebih boros bahan bakar karena tenaga dari mesin tidak tersalur sempurna.

 

2. Jangan istirahatkan tangan di tuas transmisi

 

Kebiasaan ini banyak kita jumpai pada pengendara mobil manual, entah dengan alasan agar lebih sigap saat mengganti posisi gigi, atau benar-benar mengistirahatkan tangan.

 

Tuas transmisi bukanlah armrest, kebiasaan ini harus dihindari karena dapat berakibat buruk pada gearbox transmisi. Tekanan pada tuas transmisi akan menyebabkan selector fork kontak dengan collar yang dalam keadaan berputar. Akibatnya, selector fork akan lebih cepat rusak.

 

3. Jangan menahan kopling dan gas untuk membuat mobil berhenti

 

Dalam kondisi jalanan macet dan kita terpaksa stop-and-go, jangan menyeimbangkan tekanan gas dan kopling untuk membuat mobil berhenti, apalagi di tanjakan. Lebih baik benar-benar berhenti, posisikan transmisi di netral dan gunakan rem untuk berhenti.

 

Selain akan merusak keseluruhan sistem transmisi, cara ini juga berpotensi bahaya jika dilakukan di tanjakan, misalnya mesin mati dan mobil mundur, atau jika tekanan gas terlalu besar dapat mengakibatkan mobil terlontar ke depan.

 

4. Jangan mulai berjalan dengan selain Gigi-1

 

Saat berhenti di jalan karena kondisi macet, terkadang kita lupa menurunkan gigi, hingga saat akan mulai jalan lagi posisi transmisi ada di gigi 2 atau 3. Hal tersebut membuat beban transmisi terlalu berat. Jangan lupa menurunkan posisi transmisi ke netral, lalu pindah ke posisi gigi-1 untuk memulai jalan.

 

5. Tidak menurunkan gigi transmisi saat mengurangi kecepatan

 

Setiap kecepatan pada mobil punya posisi transmisi yang cocok untuknya. Jika posisi gigi transmisi tidak sesuai dengan kecepatan, maka baik mesin maupun gearbox akan menanggung beban lebih dari yang seharusnya.

 

Sama halnya dengan point no.4 di atas, tidak menurunkan posisi transmisi saat mengurangi kecepatan secara ekstrim, akan menyebabkan mobil kehilangan power saat akan melaju kembali. Kondisi tersebut berpotensi merusak gearbox jika sering dilakukan.

 

6. Jangan tunda menaikkan gigi saat melaju cepat

 

Mungkin terasa nikmat untuk kecepatan jika menunda menaikkan posisi gigi transmisi. Namun hal tersebut tidak baik dilakukan, apalagi dijadikan kebiasaan. Jangan menggunakan gigi yang tidak tepat untuk meraih kecepatan dengan instan. Lebih baik tetap menaikkan gigi secara progresif sesuai kecepatan, hingga getaran mesin tetap halus.

 

Banyak dampak negatif dari ngebut dengan gigi rendah, hal yang pasti adalah lebih boros bahan bakar. Selain itu tentunya mesin dan transmisi menanggung beban yang lebih berat dari yang seharusnya. Jika sering dilakukan, umur komponen transmisi tidak akan sepanjang seharusnya.

 

7. Jangan menekan gas sekuat-kuatnya pada rpm rendah

 

Prilaku ini juga disebut flooring pedal gas atau kick down. Menekan gas hingga mentok pada saat mesin masih di rpm rendah adalah hal yang buruk bagi mesin dan transmisi. Jika sering dilakukan, dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Tindakan ini tidak begitu membantu untuk meningkatkan kecepatan dan hanya membuat mesin meraung keras, lebih baik tetap menaikkan gigi berurutan.

 

8. Tidak Memposisikan gigi netral saat berhenti di lampu merah

 

Saat berhenti di lampu merah, lebih baik memposisikan gigi ke netral dari pada menahanya pada posisi masuk ke gigi satu atau lainnya. Selain menyiksa kaki kiri karena harus menekan pedal kopling terus-menerus, itu juga berisiko merusak transmisi jika kopling terlepas lalu mesin mati.

 

9. Jangan menekan kopling setiap mulai mengerem

 

Terkadang ada orang yang terbiasa menekan pedal kopling setiap mulai menekan pedal rem, padahal itu tidak perlu. Karena dengan begitu, putaran roda sepenuhnya akan terlepas dari engine brake dan kanpas rem akan menangung beban lebih berat.

 

Tekanlah kopling saat kecepatan sudah benar-benar berkurang dan sesaat sebelum menurunkan gigi transmisi. Karena kopling berguna untuk melepaskan koneksi antara transmisi dan mesin, bukan untuk membantu proses pengereman.

 

10. Jangan lupa menekan pedal kopling saat akan pindah gigi

 

Hal ini sering terjadi pada pengemudi pemula dan jarang terjadi pada pengemudi yang sudah berpengalaman. Namun tidak menutup kemungkinan orang yang sudah banyak jam terbangnya juga bisa lupa menekan pedal kopling saat akan memindahkan gigi transmisi.

 

Jika terjadi, ini akan berdampak sangat buruk pada mesin dan transmisi. Dalam kondisi yang parah, sekali saja terjadi dapat merubah citarasa berkendara dengan mobil sobat. Jangan sampai sering terjadi saat mobil sedang berjalan, karena bisa membuat gear transmisi rusak parah.

 

11. Jangan kehilangan konsentrasi pada posisi gigi

 

Ada kalanya kita bisa kehilangan konsentrasi pada posisi gigi transmisi. Misalnya saat melaju di gigi-3, kita mengira berada di gigi-1, sehingga ingin meningkatkan posisi ke gigi-2. Dalam kecepatan lumayan tinggi ternyata kita menurunkan gigi, bukan menaikkan. Itu akan membuat mobil tersentak. Sama dengan hal lainnya, kondisi ini berpotensi merusak transmisi dan mesin.

 

12. Jangan mengandalkan rem saat berjalan lambat di turunan

 

Engine brake dapat membantu mengurangi kecepatan saat melaju di turunan dengan lambat. Jangan menekan pedal kopling secara penuh dan mengandalkan rem untuk mengurangi kecepatan. Lebih baik posisikan pada gigi rendah dan biarkan engine brake bekerja. Tekanlah kopling saat ingin merubah posisi gigi saja atau saat mobil sudah akan berhenti.

 

Itulah beberapa hal yang harus dihindari saat mengendarai mobil manual, namun banyak orang yang tidak sadar beberapa di antaranya sudah menjadi kebiasaan. Padahal jika sering dilakukan, hal-hal tersebut dapat memperpendek usia pakai dari komponen transmisi atau pun mesin.

 

Semoga informasi ini berguna bagi sobat pengguna mobil, silahkan share artikel ini ke teman atau kerabat yang sobat fikir penting untuk mengetahui informasi tersebut.

 

Salam Otomotif!

 

Yayan Abdhi

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai kesehariannya yang menyenangkan.

One thought on “12 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Mengemudi Mobil Manual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *