Kelebihan dan Kekurangan Glory i-Auto 2020 - Mobil Termewah DFSK

Kelebihan dan Kekurangan Glory i-Auto, Review SUV Termahal DFSK

DFSK Review SUV

CaruserMagz.comKelebihan dan Kekurangan Glory i-Auto – DFSK meluncurkan varian flagship atau yang termewah dari semua lineup SUV-nya di Indonesia, yaitu DFSK Glory i-Auto pada Juli 2020. Medium SUV ini dapat dikatakan sebagai varian baru dari Glory 580, karena dibangun dari basis yang sama, hanya saja dibedakan dari tampilan desain eksterior, interior dan mendapat fitur-fitur yang lebih canggih.

Varian termahal dari SUV DFSK ini hadir dengan fitur-fitur menggoda, sehingga sebenarnya cukup layak disebut mobil premium, walau secara desain masih terkesan gado-gado mencontoh mobil-mobil premium Eropa. Glory i-Auto lebih layak untuk bersaing dengan Wuling Almaz yang cukup fenomenal.

Asiknya, harga SUV 7-Seater ini sangat terjangkau untuk segmen medium SUV. Bahkan harganya berada pada level compact SUV seperti Honda HR-V, tapi secara dimensi, kapasitas, teknologi mesin, i-Auto bisa disejajarkan dengan medium SUV. Bahkan dalam hal fitur, ia lebih advance di beberapa sisi dari medium SUV ternama semisal Honda CR-V.

Lalu apa saja kelebihan dan kekurangan Glory i-Auto yang bisa menjadi pertimbangan bagi teman-teman yang berminat pada SUV pintar dari brand Tiongkok ini, apakah jadi atau tidak meminangnya. Berikut kami rincikan dengan detail mengenai plus-minus DFSK Glory i-Auto dari berbagai sumber:

 

Kelebihan DFSK Glory i-Auto

Value for Money Tinggi

DFSK Glory i-Auto dibanderol Rp 329,8 Juta OTR DKI Jakarta, itu adalah harga yang tergolong murah untuk segmen Medium SUV. Karena umumnya segmen mobil yang lumayan mewah ini berada pada level Rp 500 Jutaan. Berbagai kelebihan dan fitur Glory i-Auto dapat dikatakan sangat superior untuk kelas medium SUV, bahkan fitur-fiturnya lebih canggih dari SUV 500 jutaan.

 

Desain Eksterior Cantik

Untuk SUV, Glory i-Auto tergolong cantik berkat desainnya yang lebih progressif dibanding 580. Beberapa bagian terlihat bagus dan proporsional, khususnya di fascia depan, seperti grill yang bernuansa Mercedes Benz, lampu utama LED, desain bumper dengan difuser dan foglamp housing yang bagus. Proporsi dimensi yang lebar, panjang dan rendah membuat mobil ini nampak lebih aerodinamis dibanding Wuling Almaz. Secara subjektif, kami suka eksterior depan dan sampingnya, tapi tidak untuk desain bokongnya.

Lampu-lampu telah menggunakan full LED baik di depan maupun belakang. Lampu utama, fog lamp, hingga lampu sein semua LED. Lampu utama mengingatkan kita pada headlamp CR-V Turbo. Lampu sein sudah menggunakan LED dengan animasi sekuensial. Lampu belakang juga ada DRL yang berbentuh huruf T seperti pada mobil Volvo.

 

Desain dan Bahan Interior Mewah

Tampilan interiornya terlihat premium di berbagai bagian, seperti dashboard, doortrim, desain kursi di tiap baris, serta atap dengan panoramic-roof. Sehingga Glory i-Auto seolah mobil premium di atas 500 jutaan dari sisi interior. Bahan interiornya juga banyak soft-touch dan pembalut kulit sintesis pada kursi terlihat berkelas. Untuk Anda yang punya budget terbatas, tapi ingin tampil mewah saat mengajak kolega menumpang mobil Anda, ini adalah pilihan yang cocok.

DFSK Glory i-Auto 2020 - Interior Kokpit
DFSK Glory i-Auto 2020 – Interior Kokpit

 

SUV 7-Seater

Ini adalah medium SUV 7-Seater, itu adalah salah satu kelebihan penting bagi masyarakat Indonesia. Karena tidak banyak SUV mewah berkapasitas 7-penumpang di Indonesia, apalagi dengan harga 300 jutaan saja. SUV mewah 5-Seater lebih banyak tersedia, hampir dari semua merek otomotif.

 

Kabin Lega dan Nyaman

DFSK Glory i-Auto sepertinya memang dibangun untuk kenyamanan. Kabinnya tergolong lega untuk semua baris kabin. Baris ketiga masih tergolong lega untuk orang dengan postur tubuh 170 cm ke bawah.

Kenyamanan juga sangat baik, karena suspensi yang cenderung empuk, namun tidak sampai sangat limbung. Kesenyapan kabin cukup baik karena peredaman di kolong roda dan seal pintu yang tebal.

Interior DFSK Glory i-Auto 2020 Kabin Mewah dengan Jok Kulit
Interior DFSK Glory i-Auto 2020 Kabin Mewah dengan Jok Kulit

 

Fitur Voice Command i-Talk

Secara khusus kami harus membahas fitur Voice Command milik DFSK yang disebut i-Talk sebagai kelebihan Glory i-Auto. Karena fitur ini hanya ada di mobil premium Miliaran Rupiah saat ini, semisal Mercedes-Benz dengan ‘Hey Mercedes‘-nya. Sayangnya fitur ini hanya disediakan dalam bahasa Inggris saja, sehingga konsumen harus bisa berbahasa inggris. Dimana Wuling Almaz sebagai pesaing terdekatnya, sudah menggunakan Bahasa Indonesia.

Ada lebih dari 100 perintah suara yang dikenali oleh fitur canggih ini, sehingga pengguna Glory i-Auto bisa mengantifkan atau mengatur berbagai fitur, cukup dengan berbica pada mobil, dengan kata kunci ‘Hei Glory‘. Semisal membuka-tutup panoramic-roof, membuka-tutup jendela tiap pintu, mengatur suhu kabin, menanyakan tanggal dan waktu, mengaktifkan fitur navigasi, memutar audio serta radio, dan lain sebainya.

 

Banyak Fitur Canggih dan Menarik

Selain voice command yang sangat fungsional dan belum jamak di mobil kelas menengah di Indonesia, SUV flagship DFSK ini juga dibekali berbagai fitur canggih yang menarik, antara lain sebagai berikut:

Bagasi elektrik dengan kick sensor – Fitur ini biasanya hanya ada di mobil-mobil premium dari brand Eropa dan Jepang, semisal Mazda, VW, Mercy dan BMW. Sangat berguna untuk mobil keluarga yang sering membawa banyak barang di bagasi.

Panoramic Sun Roof – Tak kalah dari medium SUV 500 Jutaan, Glory i-Auto juga punya atap kaca di hampir seluruh atapnya. Dilengkapi dengan sun-roof yang bisa dibuka. Ini sama dengan Hyundai Santa Fe, Hyundai Tucson, dan Wuling Almaz.

Camera 360 termasuk kamera parkir – Ini juga fitur yang biasanya hanya ada di mobil mewah, kalaupun mobil 500 jutaan, biasanya hanya ada di varian termahal. Dengan 4 kamera, pengemudi bisa melihat kondisi di sekitar mobil seperti helicopter-view. Uniknya lagi fitur ini bisa diaktifkan kapan saja dengan tuas tombol di dashboard, tidak hanya untuk parkir. Kamera mundurnya juga dilengkapi petunjuk arah.

Build-in Dash Cam (DVR) – Ada juga kamera yang bisa menyimpan rekaman perjalanan, sehingga bisa menjadi barang bukti jika terjadi kecelakaan. Masih sangat jarang mobil dilengkapi fitur ini secara standar.

Fitur Rem Lengkap – Rem telah menggunakan cakram di keempat roda, juga telah dilengkapi fitur standar seperti ABS, EBD dan BA, Hill Start Assist, dan Electric Parking Brake.

Fitur-fitur menarik lainnya, seperti Floating head unit touch screen dengan berbagai fungsi hiburan, AC digital dengan Auto Climate Control, Tire Pressure Monitoring, Pengaturan semua kursi depan elektrik, Stability Control, Traction Control, 4-Airbags, Cruise Control, Auto Wiper, Immobilizer, Slot Isofix, auto up-down pada semua kaca jendela, dan lain sebagainya.

 

Attention to Detail yang Cerdas

Ada banyak atensi pada detail yang fungsional dan cerdas. Hal ini patut diapresiasi dari DFSK sebagai niat yang serius untuk membuat mobil berkualitas bagus, antara lain sebagai berikut:

  • Kap mesin dengan pegas hidrolik.
  • Ada cover mesin sehingga terlihat rapi.
  • Ada peredam di kap mesin.
  • Lampu di pintu bagian dalam, sangat bermamfaat dari segi keselamatan.
  • Ambient light di lantai dan konsol tengah.
  • Audio otomatis mati saat posisi transmisi mundur, atensi pada keselamatan yang baik.
  • Pembuka bagasi dari dashboard.
  • Cornering Lamp.

 

Garansi 7 Tahun atau 150.000 km

Rekor garansi mobil terpanjang di Indonesia kini dipegang DFSK dengan durasi 7-tahun atau jarak tempuh 150.000 km, mana yang tercapai lebih dulu. Sebelumnya ada brand KIA yang berani memberi garansi selama 5-tahun. Hal ini menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dari brand China tersebut, bahwa kualitas spare part dan komponen penting mobilnya sangat handal. Garansi 7-tahun biasanya diberikan brand Eropa, namun hanya di Eropa juga.

 

Kekurangan DFSK Glory i-Auto

Harga yang relatif terjangkau untuk segmen Medium SUV, tentu punya konsekuensi kekurangan di sana-sini. Kita tidak bisa berharap terlalu banyak bahwa mobil ini harus benar-benar selevel dengan SUV 500 jutaan atau bahkan Miliaran. Berikut beberapa catatan mengenai Kelemahan dan Kekurangan DFSK Glory i-Auto.

 

Desain Terkesan Gado-gado

Sebagaimana kultur mobil China, DFSK masih membawa kebiasaan mencontoh banyak bagian dari mobil lain, khususnya dari brand Eropa. Sehingga bagi teman-teman yang sangat konsen dengan prestise bahwa mobil harus punya bahasa desain tersendiri yang unik, maka mobil DFSK mungkin bukan pilihan yang tepat.

Beberapa reviewer professional mengatakan bahwa banyak bagian dari mobil ini mencontoh desain mobil lain seperti Grill yang mirip Mercy, Lampu belakang mirip Volvo, lampu depan mirip Honda, interior sangat bernuansa BMW. Namun sebenarnya kombinasi dari gado-gado tersebut menghasilkan mobil yang cukup sedap dipandang, hanya saja itu kurang memberikan kebanggaan bagi pemiliknya sebagai mobil yang benar-benar distingtif.

Baca: Mengintip Inspirasi Desain Glory i-Auto yang Gado-gado Mobil Eropa

 

Mesin – Performa, Keiritan Bbm dan Turbo Lag

Mungkin bagian dapurpacu inilah yang menjadi alasan mobil-mobil dari brand Eropa, Jepang dan Korea jadi mahal. Karena research dan pengembangan mesin yang menghasilkan performa bagus, efisiensi bahan bakar yang baik serta emisi yang tidak melanggar batas memerlukan biaya yang besar.

Sepertinya teknologi mobil China belum mampu bersaing dalam hal teknologi mesin dengan brand-brand yang sudah lama eksis. Sektor mesin masih menjadi kelemahan mobil DFSK, pada Glory i-Auto kelemahan tersebut antara lain sebagai berikut:

Akselerasi dan Tarikan yang Tergolong Lemot – Dengan mesin yang sama dengan Glory 580, yaitu mesin Turbo 1.500 cc bertenaga 150 ps, 220 Nm, akselesari i-Auto masih tergolong lemot, yaitu pada kisaran 13 detik untuk mencapai 100 km/jam. Sedangkan kompetitornya rata-rata bisa mencetak angka akselerasi kurang dari 10 detik.

Turbo Lag yang masih sangat terasa – Saat dikick down, tenaga masih sangat delay hingga memakan waktu sekitar 2 detik. Ini adalah hal yang cukup tidak menyenangkan bagi pengemudi, apalagi harus menyalip mobil lain di depan. Meskipun diklaim bahwa transmisi CVT lebih responsif karena telah mendapat improvement, tapi itu tidak banyak membantu peningkatan respon tarikan.

Konsumsi BBM Glory i-Auto Boros – Dari pengujian yang dilakukan beberapa media otomotif, ternyata konsumsi bahan bakar DFSK Glory i-Auto ini tergolong boros dan benar-benar tidak dapat dikatakan bisa dimaklumi untuk mobil kalangan menengah ke bawah. OtoDriver mendapatkan angka konsumsi bbm i-Auto sebesar 7,9 km/liter untuk rute dalam kota dan 11,5 km/liter untuk di jalan tol. Sedangkan GridOto mendapatkan angka 9,3 km/liter dalam kota dan 13,3 km/liter di jalan tol. Itu artinya, bagi kalangan pembeli mobil berharga 300 jutaan yang pada umumnya masih sangat memperhitungkan biaya operasional, konsumsi bbm Glory i-Auto ini akan cukup menyiksa dompet.

 

Beberapa Fitur Penting yang Tidak Disediakan

Meskipun telah banyak fitur canggih dan DFSK memperhatikan detail yang fungsional, namun ada beberapa fitur yang menurut kami luput dari perhatian DFSK, antara lain sebagai berikut:

Fitur penting yang harusnya ada:

  • Pengaturan setir hanya tilt, tidak telescopic. Ini menyulitkan bagi orang dengan postur tinggi untuk mendapat posisi mengemudi yang nyaman dan ideal.
  • Slot USB terlalu sedikit untuk mobil keluarga, padahal ketersediaan slot USB sangat penting di era gadget.
  • Tidak ada brake hold, padahal sudah menggunakan electric parking brake.
  • Tidak ada record konsumsi bbm di MID. Sangat disayangkan karena ini telah menjadi fitur umum pada mobil LCGC sekalipun.
  • Tidak ada pengaturan blower AC di kabin baris kedua. Ini kurang bisa dimaafkan, karena kenyamanan penumpang belakang harusnya menjadi perhatian penting.
  • Navigasi harus terhubung ke internet. Ini tidak praktis, karena masih harus menelan quota internet pemilik mobil.
  • Belum ada Apple CarPlay & Android Auto. Walau mungkin berlebihan mengharapkan fitur ini, tapi untuk kelas medium SUV, harusnya itu fitur yang jamak ada pada kelasnya.

 

Attention to Detail yang Kurang

  • Layar head unit silau di siang hari karena terlalu reflektif.
  • Akses masuk kabin baris ke-3 dari sebelah kanan, ini cukup berbahaya jika penumpang naik atau turun mobil di pinggir jalan raya.
  • Visibilitas kabin baris ke-3 sangat kecil karena kaca yang kecil, ini berpotensi membuat penumpang tidak nyaman, khususnya mereka yang mengidap claustrophobic (takut ruang sempit dan tertutup).
  • Pintu terlalu berat, sehingga harus dibanting kuat untuk menutupnya. Ini akan menyulitkan kaum hawa dan juga berpotensi pintu tidak tertutup rapat saat parkir.
  • Kursi terlalu berat, sehingga sulit dilipat, ini juga menyulitkan saat harus melipat kursi baris kedua.

 

Build Quality Beberapa Bagian Kurang Solid

Build quality terkait kualitas pemasangan bagian-bagian eksterior dan interior biasanya menjadi konsekuensi paling logis dari harga yang murah. Tak terkecuali pada DFSK Glory i-Auto, walau disebut sebagai mobil termewah dari brand ini. Berikut beberapa hal yang banyak dinotis oleh reviewer otomotif pada i-Auto:

  • Jarak antar bagian panel eksterior pada beberapa bagian tidak konsisten.
  • Pemasangan tuas pengontrolan AC tidak solid, sehingga terasa murahan.
  • Pemasangan bagian plastik di konsol tengah juga kurang solid, sehingga menghasilkan bunyi jika tertekan.

 

Voice Command hanya Bahasa Inggris

Fitur i-Talk adalah salah satu kelebihan paling menonjol dari Glory i-Auto sehingga huruf ‘i’ menjadi identitas nama SUV ini. Sayangnya fitur tersebut hanya bisa digunakan dengan berbahasa Inggris. Sedangkan harganya yang terjangkau berarti mobil ini akan dibeli oleh orang-orang yang mungkin kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris. Sehingga fitur tersebut berpotensi jadi pajangan yang kemudian banyak menganggur, jika pemiliknya tidak bisa berbahasa Inggris.

Semoga di generasi selanjutnya atau versi facelift, fitur pintar tersebut juga disediakan dalam bahasa Indonesia. Namun ada juga baiknya fitur Voice Command ini dalam bahasa Inggris, khususnya bagi pengguna yang bisa berbahasa Inggris. Karena mobil tidak berpotensi salah mengaktifkan beberapa fitur karena penumpang yang sedang ngobrol menyebutkan kata-kata yang mirip perintah aktivasi fitur tersebut.

 

Hal-hal yang Tidak Disukai secara Subjektif

Selain daftar kelemahan atau kekurangan Glory i-Auto pada daftar di atas, ada beberapa bagian dan kondisi yang kami secara subjektif tidak menyukainya. Antara lain sebagai berikut:

  • Desain Velg – Warna metal gun pada velg cukup menarik, hanya saya desain velg yang terlalu rumit dan kurang sporty membuatnya secara keseluruhan cheap-look.
  • Warna trim kayu di interior terasa cheap-look karena warna yang relatif terang. Jika menggunakan warna yang lebih gelap, mungkin akan terasa lebih mewah.
  • Tuas transmisi terlalu tinggi, terasa tidak proporsional untuk konsol tengahnya yang sudah tinggi. Andai lebih pendek, akan terlihat lebih mewah.
  • Desain bagian belakang kurang menarik, karena keseluruhan lampu belakang yang berada di pintu bagasi terkesan dipaksakan, sehingga pintu bagasi nampak seperti membulat hampir setengah lingkaran. It’s kind of an ugly look.
  • Terlalu banyak emblem di belakang, ini sudah menjadi kultur DFSK.
  • Tidak ada Paddle-shift, mungkin berlebihan mengharapkan fitur ini ada pada mobil yang relatif murah, namun untuk medium SUV dengan transmisi matic atau CVT rasanya itu penting.
  • Tampilan cluster meter cheap-look dan MID masih monokrom. Kami tidak suka tampilan cluster meter di balik lingkar kemudi SUV termahal DFSK ini, karena terlihat tidak menggugah, apalagi MID-nya yang monokrom. Wuling Almaz kami kira menawarkan rasa yang lebih mewah.

 

Demikianlah review detail mengenai Kelebihan dan Kekurangan Glory i-Auto yang merupakan varian flagship dari brand DFSK di Indonesia. Adanya kelemahan dari produk otomotif adalah hal yang wajar, apalagi DFSK adalah brand yang tergolong baru di Indonesia dan harganya yang hanya 300 jutaan juga sangat kompetitif untuk segmen medium SUV yang pada umumnya pada level 500 jutaan rupiah atau bahkan lebih. Untuk mengetahui perbandingan harga Glory i-Auto dengan kompetitornya, bisa membaca artikel kami sebelumnya: Pilihan SUV 7-Penumpang di Indonesia.

Semoga saja daftar kekurangan yang kami resume-kan di atas menjadi ruang peningkatan bagai DFSK untuk Glory i-Auto versi facelift atau generasi kedua. Semoga artikel ini juga berguna bagi teman-teman yang sedang menimbang-nimbang apakah jadi untuk meminang SUV China ini atau tidak.

Sampaikan di kolom komentar jika Sobat pembaca memiliki pendapat mengenai mobil ini, atau jika ada keunggulan dan nilai minus dari SUV termahal DFSK yang belum kami tuliskan pada review ini.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Tulis Komentar