Kelebihan dan Kekurangan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra

CaruserMagz.com – Toyota Calya dan Daihatsu Sigra sedang menjadi primadona bagi konsumen otomotif di Indonesia, khususnya para pembeli pemula. Karena meskipun kaya fitur dan penampakannya cukup cantik, harganya tergolong murah. Harga yang terjangkau tersebut jelas karena duo kembaran Astra ini bergelar LCGC yang artinya berpajak rendah.
Calon pembeli tentunya sangat ingin mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan mobil yang digadang-gadang akan menjadi mobil sejuta umat tersebut. Meskipun mungkin sudah kadung jatuh hati dan tidak mempedulikan kekurangannya, sebaiknya sobat peminat Calya Sigra mengetahui lebih detail apa saja kelebihan dan kekurangannya agar nanti tidak kecewa setelah memboyong kendaraan kesayangan sobat, atau dengan kata lain, biar berlapang dada atau legowo jika nanti menemukan hal-hal yang kurang memuaskan.

Kelebihan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra

1. Ruang Kabin yang Lega – Kelegaan kabin Calya dan Sigra sangat memadai untuk kebutuhan keluarga, apalagi untuk keluarga muda. Bahkan mobil LCGC berkapasitas 7 penumpang tersebut masih mempunyai bagasi, dimana pesaingnya di kelas yang sama tidak mempunyai bagasi jika semua kursinya diisi penumpang.
2. Fitur Keselamatan yang Memadai – Calya dan Sigra telah dilengkapi fitur-fitur keselamatan yang lumayan baik untuk ukuran mobil LCGC, seperti rem ABS (walau tanpa EBD), dual airbags, side impack beam, dan retractable safety belt. Beberapa fitur keselamatan tersebut tidak disediakan pada Daihatsu Sigra tipe standard (terendah).
3. Banyak Fitur – Fitur-fitur Toyota Calya dan Daihatsu Sigra hampir menyamai mobil-mobil  non-LCGC, banyak fitur kekinian sudah disematkan seperti: Kunci kontak dengan immobilizer, power windows pada semua pintu, audio head unit double din yang dilengkapi koneksi USB dan Aux, fitur isofix pada kursi baris kedua, spion electrik, foglight, wiper belakang, dan lain-lain.
4. Kepraktisan yang sangat Memadai – Ruang penyimpanan dan tempat menaruh botol air minum cukup berlimpah pada Calya dan Sigra. 1 globebox, cup holder ada 6 di baris depan, 2 di baris kedua dan 2 di baris ketiga, ruang penyimpanan ada 3 di dashboard. Kepraktisan ini bahkan mengalahkan mobil-mobil small hatchback non-LCGC.
5. Hemat Bahan Bakar – Dengan dimensi yang lebih kecil dari mobil MPV non LCGC, mesin 1200cc dan penggerak roda depan, Toyota Calya dan  Daihatsu Sigra tentu akan lebih hemat bahan bakar dibanding MPV seperti Avanza, Ertiga atau Mobilio.
6. Jaringan Servis yang Luas – Sebenarnya cukup dengan brandnya, Toyota Calya dan Daihatsu Sigra akan laris seperti kacang goreng, lihat Agya dan Ayla yang kualitas dan fitur seadanya pun bisa laku keras. apalagi dengan berbagai kelebihan yang kami jelaskan di atas, didukung oleh jaringan dealer dan servis yang terbesar di Indonesia, hampir dapat dipastikan Calya dan Sigra akan menjadi mobil sejuta umat selanjutnya. Luasnya jaringan servis memberikan rasa aman pada konsumen akan mudahnya didapatkan dan terjangkaunya harga spare part dan pelayanan purna jual.

Kekurangan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra

Setelah mengetahui banyak kelebihan Calya dan Sigra yang cukup menggiurkan, khususnya bagi sobat pembeli pemula. Mari kita lihat beberapa kelemahan MPV kembar ini. Dengan gelar LCGC, tentunya produsen akan berusaha menekan harga jual agar terjangkau oleh pembeli dan agar memenuhi persyaratan pemerintah untuk bisa diklasifikasikan sebagai mobil murah. Untuk itu ada beberapa hal yang menjadi konsekuensi yang mau tidak mau harus ada pada mobil murah. Berikut hal-hal tersebut:
1. Bahan Body Tipis – Hal yang umum terjadi pada mobil LCGC adalah kualitas plat body yang seadanya. Ini merupakan teknik mengurangi biaya produksi yang paling logis diambil oleh produsen mobil, karena tidak akan terlihat secara langsung, bahkan dengan cat body yang baik, tidak ada beda penampakan antara mobil berplat body tipis dan tebal. Namun kekurangan tersebut akan terasa jika sobat menekan atau mengetok body mobil Calya dan Sigra, akan berbeda rasanya jika sobat menekan body mobil non LCGC seperti produk Hyundai, KIA, Mazda atau Nissan. Bahkan beberapa reviewer yang cukup kasar menyebut body Calya dan Sigra seperti kaleng softdrink.
2. Kualitas Interior yang Kurang Baik – Hal umum kedua yang terjadi pada mobil LCGC adalah kualitas bahan interior yang kurang menyenangkan dan membuat  suasana di dalam kabinnya kurang nyaman bagi mata. Plastik keras yang tipis membalur hampir semua permukaan interior, dari dashboard, doortrim hingga pillar-pillarnya. Tapi itu semua wajar untuk harga yang ditawarkan. Jangan berharap interior mobil ini akan seindah mobil-mobil premium.
3. Kursi Depan yang Kurang Ergonomis – Kursi depan seperti menjadi wajah kedua interior mobil setelah dashboard. Mungkin sudah menjadi rumus baku bahwa kursi depan mobil LCGC harus dibuat seadanya dan tidak enak dipandang.  Bentuk kursi depan Calya dan Sigra yang dibuat sama dengan milik LCGC Agya dan Ayla, membuat kesan murah sangat kental. Selain itu, Kursi tersebut kurang ergonomis dan headrestnya tidak dapat menopang kepala pengemudi dengan tinggi badan lebih dari 170 cm secara sempurna. Apalagi orang dengan tinggi badan 180cm ke atas, akan sangat tidak nyaman duduk di kursi Calya dan Sigra karena hampir tidak bisa mengistirahatkan kepalanya dengan bersandar pada headrest.

Kursi Depan dengan Head Rest yang tidak adjustable

4. Fitur Pengereman Hanya ABS – Adanya ABS pada Calya dan Sigra jangan disamakan dengan ABS pada mobil-mobil premium. Karena pada Calya dan Sigra, ABSnya tidak dilengkapi dengan EBD dan BA. Jika sobat bingung apa pengertian istilah-istilah tersebut, silahkan baca artikel kami ini: Pengertian Fitur Pengereman ABS-EBD-BA.

5. AC tidak Double Blower – Dari gembar-gembor awal kemunculannya, Calya – Sigra dikabarkan akan memiliki AC double blower. Tapi ternyata aslinya tidak, kelengkapan pengaturan suhu ruangan pada atap LCGC ini ternyata bukanlah AC, tapi hanya kipas angin yang berfungsi menghembuskan udara dari kabin depan ke kabin belakang. Jadi sobat yang baru membeli Calya dan Sigra jangan komplain jika temperatur kabin belakang lebih lambat dinginnya dibanding kabin depan. Karena sebenarnya hal itu sudah lumayan jika dibandingkan Datsun Go+ Panca yang kipas angin pun tak ada.
6. Bagasi tidak Begitu Luas – Jangan membayangkan bagasi Calya dan Sigra seluas milik Avanza atau Mobilio, karena dimensi mobil ini cukup pendek, yaitu hanya 4 meter lebih 7 cm. Jika sobat harus membawa banyak barang, maka mau tidak mau kursi baris ketiga harus dilipat. Tapi itu lumayan dibanding Datsun Go+ Panca yang bisa dibilang tidak punya bagasi.
7. Kursi Belakang tidak dapat dilipat Sebagian – Kursi belakang yang serba tipis milik Calya dan Sigra dibuat satu kesatuan seperti bangku panjang, bukan mengusung model 60:40 atau 50:50 seperti pada umumnya mobil non-LCGC. Jika sobat memerlukan ruang bagasi yang luas karena banyak barang bawaan, maka kursi baris ketiga harus dilipat keseluruhan dan benar-benar tidak bisa diisi penumpang.
8. Image Mobil Murah – LCGC tidak dapat dilepaskan dari image mobil murah yang kurang berkualitas baik, sebagus apapun bentuk desainnya. Bagi sobat yang cukup terganggu dengan image tersebut, tentu tidak akan berminat membeli mobil LCGC. Tapi bagi sobat yang tidak peduli pada prestise berkendaraan dan lebih mementingkan fungsionalitasnya, maka tentu point ini bukanlah masalah.

9.
Tidak ada Fitur Tilt Steering – Tidak adanya pengaturan ketinggian posisi setir seperti pada Avanza-Xenia, membuat pengemudi dengan postur tubuh pendek akan cukup kelelahan saat mengemudi. visibilitas juga akan sedikit terganggu oleh lingkar kemudi yang tidak dapat diturunkan. Hal ini juga terjadi pada Datsun Go+ Panca.

Nah.. demikianlah keunggulan dan kelemahan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra yang bisa kami sampaikan. Jika sobat pembaca mengetahui kelebihan atau kekurangan lainnya dari duo LCGC kembar ini, silahkan sobat sampaikan pada kolom komentar artikel ini. Atau jika sobat menemukan tulisan kami yang kurang tepat, silahkan dikritisi juga.
Yang pasti Toyota Calya dan Daihatsu Sigra adalah mobil murah yang bergelar LCGC, jadi jangan berharap banyak bahwa mobil tersebut akan sebaik mobil-mobil non-LCGC. Harga yang murah tentu punya konsekuensi yang kadang tidak menyenangkan kita sebagai pengguna atau pemilik mobil.
Jika sobat tidak mempedulikan image mobil murah dan kualitas bahan eksterior dan Interior, Calya dan Sigra adalah pilihan paling ideal, khususnya bagi sobat keluarga muda atau pembeli pemula. Lagian sekarang mobil bisa dimodifikasi untuk menghilangkan nuansa murahnya, walau sebenarnya image murah akan melekat pada nama mobil.
Jika sobat menginginkan mobil dengan bahan eksterior yang mumpuni serta interior yang benar-benar berkualitas, sobat bisa membeli mobil non-LCGC bekas. Dengan jumlah uang yang sama sekitar 130 hingga 150 juta rupiah, sobat bisa membeli Low MPV bekas yang masih cukup lumayan kondisinya, seperti Toyota Avanza atau Suzuki Ertiga. Jika kapasitas penumpang 5 seaters sudah mencukupi, sobat bisa membeli compact hatchback bekas dengan kondisi masih prima seperti Toyota Yaris, Honda Jazz, KIA Rio atau Mazda-2, tentunya sobat akan merasakan sensasi mobil mewah dengan harga LCGC.
Jika sobat ingin membeli mobil bekas, silahkan baca juga: Tips Membeli Mobil Bekas Berkualitas.
Salam Otomotif!

Yayan Abdhi

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai kesehariannya yang menyenangkan.

One thought on “Kelebihan dan Kekurangan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *