CEO Suzuki Mundur karena Kasus Uji Efisiensi Bahan Bakar

CEO Suzuki mundur - Mengundurkan diri - Kasus sama dengan Mitsubishi
CaruserMagz.com – Setelah badai yang menimpa Mitsubishi Motors, mau tidak mau Suzuki juga harus membuat pernyataan publik bahwa mereka juga menggunakan metode yang salah dalam melakukan uji effisiensi bahan bakar produk-produknya. Karena tidak ada gunanya disembunyikan, cepat atau lambat pemerintah Jepang akan menemukan kesalahan tersebut.

 

Sebagai konsekuensi dari pengakuan tersebut, Suzuki Motor Corporation (SMC) harus mengalami hal yang sama dengan Mitubishi Motors. Saham Suzuki terjun bebas hingga turun 11% pada sore hari setelah paginya konferensi pers dan permohonan maaf dari para petinggi Suzuki dilaksanakan.

 
Mengikuti jejak Mitsubishi dalam mengatasi kondisi tersebut, Suzuki melakukan restrukturisasi top management. Osamu Suzuki, Chief Executive Officer (CEO) dan Chairman dari SMC mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri sebagai CEO.

 
Namun Osamu akan tetap memangku jabatan sebagai pemimpin perusahaan tersebut dengan tugas yang berbeda. Osamu Honda, wakil presiden eksekutif SMC, juga mengumumkan akan segera pensiun setelah 40 tahun bekerja dengan setia di Suzuki.

 
Jika pengunduran diri tersebut disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham, restrukturisasi petinggi Suzuki akan diumumkan dan mulai berlaku pada tanggal 29 Juni 2016. Namun belum ada pengumuman atau isu, siapa yang akan menggantikan Osami Suzuki dan Osamu Honda pada posisi puncak Suzuki Jepang tersebut.

 
Hal yang mungkin tidak menyenangkan bagi semua karyawan Suzuki di Jepang adalah skandal ini akan memberikan dampak pengurangan pendapatan mereka. tim management membuat keputusan, sebagai bentuk permohonan maaf pada publik, Suzuki akan melakukan pemotongan bonus pada semua level jabatan.

 
Para direktur dan wakil-wakilnya tidak akan mendapatkan bonus tahunan untuk kinerja mereka pada fiscal year 2015. Para direktur perwakilan mendapat hadiah berupa pengurangan bonus bulanan sebesar 40%.

 
Para senior manager dan officer akan mendapatkan pengurangan bonus sebesar 50% selama 6 bulan berturut-turut dimulai pada Juli 2016. Sementara petugas pada jabatan dibawahnya akan mendapat pengurangan sebesar 10% selama 3 bulan ke depan.

 
Hal ini menunjukkan begitu berartinya integritas bagi para pekerja di Jepang. Mereka mau menghukum diri sendiri untuk kesalahan yang mungkin hanya dilakukan hanya segelintir orang. Namun karena ini terkait dengan integritas atau dengan kata lain “pembohongan publik“, pemerintah Jepang dan para pemegang saham tidak dapat mentolelir hal tersebut.

 
Baca juga: Presiden Mitsubishi Motor Corporation Mundur

 
Berikut mobil-mobil Suzuki Jepang yang terkait dengan skandal uji effisiensi bahan bakar: Alto – Alto Lapin – Baleno – WagonR – SX-4 S-CROSS – Hustler – Swift – Spacia – Every – Carry – Jimny – Solio – Ignis – Escudo 2.4 – Escudo – Jimny Sierra.

 
Dari 16 merk mobil yang terlibat tersebut, jumlah total produk yang sudah terjual adalah sekitar 2,1 juta unit. Bukan jumlah yang sedikit untuk kesalahan selama bertahun-tahun.

 
Sebenarnya kesalahan tersebut hanyalah metode pengujian efisiensi bahan bakar yang tidak tepat, yang pada taraf implikasinya hanyalah pemakain bahan bakar yang sedikit lebih boros dibanding apa yang tertulis di kertas.

 
Lain halnya jika manipulasi tersebut adalah terhadap uji emisi bahan bakar, seperti yang dilakukan Volkswagen, karena emisi berkaitan dengan polusi udara dan pemasan global yang berdampak sangat buruk pada bumi secara keseluruhan dan kesehatan manusia pada umumnya.

 
Semoga berbagai skandal yang menimpa perusahaan otomotif Jepang tersebut akan memberi perbaikan bagi dunia otomotif secara keseluruhan dan menghasilkan produk-produk otomotif yang lebih baik.

 
Salam Otomotif

 

Yayan Abdhi

Yayan Abdhi

"Pecinta otomotif yang lebih suka menulis, ketimbang berbicara di depan kamera. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Dukung saya untuk terus menulis artikel-artikel bermamfaat dengan membagikan artikel ini di akun media sosial Sobat."

Tulis Komentar